Hari ini kamu sudah update status berapa kali? Jaman sekarang kebanyakan orang suka memposting beberapa hal di media sosial.

Memang tidak dapat dipungkiri di jaman yang serba dinamis ini segala sesuatunya terhubung dengan internet. Penggunaan media sosial seolah sudah menjadi kebutuhan bagi banyak orang.

Coba kamu amati atau mungkin kamu sendiri yang suka melakukan hal ini, sering update status setiap saat.

Ketika makan siang, ketika liburan, ketika sedang bad mood, mungkin hendak tidurpun juga sempat nulis status atau bahkan hanya menulis status “bingung mau update status apa ya”.

Ada-ada saja memang dan terkadang membuat kita tertawa sendiri. Bagi kamu yang suka menyampaikan atau menulis hal-hal singkat dan cepat, salah satu media sosial yang tepat adalah Twitter.

Mungkin media sosial ini adalah salah satu media sosial favoritmu. Meski setiap hari kamu ‘berteman’ dengan si kicau Twitter, apakah kamu tahu siapa pencipta Twittwe tersebut?

Dan bagaimana kisah hidupnya? Twitter didirikan oleh Biz Stone, Evan Williams, dan Jack Dorsey.

Saat ini CEO Twitter adalah Jack Dorsey. Kamu perlu tahu beberapa fakta tentang Dorsey ini. Pria jenius ini memiliki kisah yang mencengangkan dan penuh inspirasi.

1Sempat Minder Karena Mengalami Kesulitan Bicara

www.newyorker.com

Dulu Dorsey mengalami speech impediment, yakni kesulitan dalam berbicara. Kala itu ia sangat malu dan merasa minder dengan kelemahannya tersebut.

Sehingga membuatnya sering menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah. Selama ia berada di rumah, Dorsey sering mendengarkan panggilan darurat via police scanner.

Police scanner merupakan alat penerima komunikasi yang biasanya digunakan untuk memonitor sistem radio landmobile VHF dan UHF.

Kebiasaannya mendengarkan komunikasi singkat yang dilakukan oleh para petugas itu, membuatnya sangat tertarik dan antusias.

Nah, beberapa tahun kemudian, Dorsey terinspirasi untuk membuat Twitter. Tentunya kamu tahu Twitter hanya fokus untuk membuat komunikasi singkat.

2Ia Pernah Bekerja Sebagai Terapis Pijat

www.forbes.com

Banyak pengalaman hidup yang dialami oleh Dorsey. Sebelum mendirikan Twitter ia pernah melakoni beberapa pekerjaan.

Bahkan ketika ia berusia 20-an pernah menjadi terapis pijat selama beberapa waktu. Sebelumnya, pada usia yang masih belia yakni 15 tahun, Dorsey pernah membuat software pengiriman taksi, dan hingga kini masih digunakan oleh sejumlah perusahaan taksi.

Dorsey juga pernah mendirikan dNet yakni sebuah perusahaan yang menyediakan jasa jual beli e-commerce di hari yang sama.

3Pernah ‘Didepak’ dari Jabatannya Sebagai CEO

www.sangpengajar.com

Menjadi seorang yang sukses terkadang memang harus melawati jalan yang tak selalu mulus. Dorsey mengalami banyak lika-liku dalam perjalanannya bersama Twitter.

Twitter didirikan oleh Dorsey bersama kedua temannya, Biz Stone dan Evan Williams. Nama awal dari Twitter adalah Status, lalu diubah menjadi Obvious dan pernah bernama Twttr yang kemudian sekarang beranama Twitter.

Pada tahun 2006, Dorsey menjabat sebagai CEO. Akan tetapi itu tidak bertahan lama. Dorsey didepak dari jabatannya sebagai CEO.

Kebiasaannya yang aneh seperti meninggalkan kantor pada pukul6 sore setiap hari untuk mengikuti kelas yoga membuatnya ia didepak dari  CEO

Pada tahun 2008, posisinya sebagai CEO digantikan oleh Williams. Sejak saat itu ia tidak lagi melibatkan diri di perusahaan tersebut hingga tahun 2011.

Dorsey lebih bnayak merenung dan ia mulai belajar dari kesalahannya yang kemudian mengkiuti pelatihan.

Ketika ia kembali lgi ke Twittwr, ia bisa lebih fokus. Gebrakan baru pun terlahir, Twitter bisa digunakan untuk membuat status lebih dari 140 karakter.

4Pernah Dijuluki Sebagai “Nerd”

static2.businessinsider.com

“Nerd”, istilah untuk pria kutu buku atau yang memiliki sifat yang berbeda dari pria pada umumnya sempat menjadi julukan pada diri Dorsey.
Hal itu membutanya tersinggung karena baginya itu merupakan sebuah penghinaan.

Di sisi lain, pada umumnya dalam bekerja kita membutuhkan meja kerja agar pekerjaan lebih nyaman.

Berbeda dengan Dorsey, ia lebih memilih bekerja menggunkan iPad. Aneh ya, tapi cukup simple.

Itulah beberapa hal menarik dari kisah bos besar Twitter, Jack Dorsey. Meski ia memiliki kelemahan, tapi hal itu tak menyurutkan semangatnya untuk menjadi orang besar.