Adalah seorang fotografer sekaligus petualang bernama Darrin Zammit Lupi. Pria ini juga adalah seorang pekerja sosial di Nairobi yang sering menangani terkait penyakit mematikan dunia bernama AIDS.

Setelah sempat meninggalkan Tanzania pada 2005, Lupi kembali mengunjungi Afrika, tepatnya di Chikuni-Zambia tahun ini, 2015. Di bulan Maret.

Banyak yang telah Lupi lakukan di Afrika sebagai seorang pekerja sosial atau relawan kemanusiaan. Selain membantu terkait dengan penderita AIDS, Lupi juga mengabadikan setiap momennya bersama warga Afrika dalam foto-foto yang menakjubkan.

Selama menjalani pekerjaan tersebut, terhitung Lupi telah berkeliling ke delapan Negara di Afrika demi mengabadikan momen-momen tiada dua tersebut dalam sebuah mahakarya fotografi yang indah dan hidup.

Nah, berikut ini adalah kumpulan beberapa karya fotografi luar biasa Lupi yang mampu menceritakan kepada kita tentang jalan hidup mereka yang selama ini terpinggirkan dan sering diabaikan, warga Afrika.

1Anak Petani yang Positif Mengidap HIV

photos.wi.gcs.trstatic.net

Seorang anak petani yang selalu menggembalakan kambing-kambingnya di padang ilalang ini bernama Patrick Kasamu. Dia positif mengidap HIV, virus mematikan penyebab AIDS, di usianya yang masih sangat muda.

Saat anak-anak seusianya masih bahagia bermain dan merasakan kesehatan, Kasamu harus berjuang tetap bahagia dengan rutinitasnya menggembala kambing dan menghadapi HIV yang dideritanya tersebut.

Gambar ini terasa hidup dan penuh dengan cerita. Lupi mengabadikan momen ini dengan penuh penghayatan. Seakan kita bisa merasakan bagaimana yang dialami oleh Kasamu dan lingkungan di sekitarnya.

2Potret Penderita HIV di Chikuni

photos.wi.gcs.trstatic.net

Memprihatinkan. Ya, mungkin itulah yang akan kita sampaikan dalam hati pertama kali saat melihat hasil jepretan Lupi di Chikuni ini. Bagaimana banyak anak kecil di sana yang ternyata sudah positif mengidap HIV, bahkan AIDS, di usia yang masih sangat belia.

Namun dari hasil jepretan Lupi, kita bisa melihat bahwa apa yang mereka alami tak membuat mereka larut dalam kesedihan yang berkepanjangan. Mereka hidup normal. Ibu-ibu tetap mengasuh anak mereka dan anak-anak tetap bermain dengan ceria.

Chikuni terletak di Provinsi Zambia Selatan. Ada sekitar 1000 pasien pengidap HIV/AIDS yang hidup di sebanyak 180 desa dengan luas sekitar 5000 km2.

3Desa Kecil Michelo

photos.wi.gcs.trstatic.net

Setelah melewati perjalanan yang melelahkan dari Chikuni selama beberapa jam, Lupi dan rombongannya sampailah pada sebuah desa kecil yang terletak di dekat perbatasan Zimbabwe.

Desa ini bernama Michelo. Orang-orang di sini sering berkumpul dalam sebuah tempat yang mereka jadikan sebagai ruang pertemuan mereka dalam memusyawarahkan sesuatu.

Sebuah hasil jepretan yang cantik dari Lupi, menggambarkan suasana dimana mereka, orang-orang Desa Michelo ini, tengah berkumpul di sekitar rumah pertemuan mereka yang amat kecil dan sederhana.

4Ayah dan Anak yang Berteduh

photos.wi.gcs.trstatic.net

Foto ini begitu menyentuh. Bagaiman terlihat manisnya seorang Ayah duduk berdampingan dengan sangat nyaman bersama anaknya di bawah atap rumah mereka yang sederhana.

Lupi menceritakan bahwa di Chikuni memang sedang dilanda kekeringan. Sama sekali tak ada hujan di sana. Namun tidak dengan di Desa Michelo. Setiap hari hujan turun dan rumah-rumah penduduk yang sederhana sering bocor.

Rumah-rumah di Michelo kebanyakan terbuat dari atap seng yang mudah rapuh terkena hujan. Termasuk rumah pertemuan milik mereka.

5Wanita di Ladang

photos.wi.gcs.trstatic.net

Ekspresi sedih wanita ini tertangkap kamera Lupi. Membuat kita bertanya, apa yang menggundahkan hatinya. Ya, kita tahu bahwa Afrika merupakan benua yang tak sama dengan Asia, Eropa, atau Amerika.

Afrika sangat minim sarana dan prasarana, masih terpinggirkan, dan bahkan terabaikan.

Warga di sana sering mengeluhkan bagaimana susahnya mereka dalam mencari obat medis yang bisa membantu terapi atau kesembuhan mereka dalam menghadapi HIV/AIDS ini. Namun mereka tak bisa berbuat banyak.

6Sonia Matanga

photos.wi.gcs.trstatic.net

Tawa gadis kecil berusia 11 tahun bernama Sonia Matanga ini ternyata membuat Lupi terharu dan mengabadikannya dalam sebuah hasil fotografi yang indah dan menyentuh.

Sonia Matanga di usianya yang belia telah mengidap HIV dan selalu harus melewati jalan yang tak mudah demi menjalani terapi medis di Rumah Sakit yang berada di pusat kota. Walau begitu, Sonia tetap gembira dalam menjalani hari-harinya.

Dan setiap apa yang Lupi temui di Afrika, selalu menyisakan sebuah cerita haru yang membuatnya ingin dan terus ingin kembali berkunjung ke benua tersebut.