kiki widyasari

JANGAN BIARKAN PUASAMU SIA-SIA

Berpuasa di bulan suci Ramadhan merupakan bagian dari rukun Islam. Adapun dalil aqli yang mewajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadhan yakni dalam surat Al-Baqarah : 183-185. Berdasarkan dalil tersebut, maka dapat  diketahui bahwa puasa ramadhan hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim yang baligh (dewasa), berakal, dalam keadaan sehat, dan dalam keadaan mukim (tidak dalam perjalanan jauh). Makna  puasa secara  istilah itu sendiri ialah menahan diri dari segala pembatal puasa dengan tata cara yang khusus. Puasa bukanlah hanya untuk menahan lapar dan haus saja, namun juga menahan diri dari segala hal-hal yang  sia-sia.

 

Berdasarkan surat Al-Baqarah : 183, dapat diketahui bahwa tujuan dari berpuasa itu sendiri ialah agar setiap muslim yang menjalankan  ibadah puasa bertaqwa kepada Allah SWT, yaitu dengan menjaga diri dari segala sesuatu yang dimurkai-Nya. Seperti contoh, seorang muslim diperintahkan untuk shalat, zakat, dan puasa, maka dia akan menjaga diri untuk tidak meninggalkannya. Amalan puasa itu sendiri dikhususkan  untuk Allah semata. Berdasarkan salah satu firman Allah di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman, “Setiap amalan manusia  adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah  untuk-Ku”. Beberapa alasan mengapa Allah menyebutkan bahwa amalan puasa adalah untuk-Nya, yakni karena dalam berpuasa  manusia meninggalkan berbagai kesenangan dan syahwat serta puasa adalah rahasia antara seorang hamba dengan Rabbnya.

 

Fenomena puasa Ramadhan yang terjadi di Indonesia saat ini  ialah banyak  muslim di Indonesia yang belum memahami makna puasa itu sendiri, yakni menahan diri dari hal-hal yang sia-sia. Seperti contoh yang terjadi pada anak-anak sekolah, walaupun mereka sedang berpuasa, terkadang mereka mengucapkan kata-kata kotor kepada temannya seperti memaki dengan nama-nama binatang dan lain sebagainya. Atau yang terjadi pada ibu-ibu rumah tangga di suatu kampung yang terkadang suka membicarakan keburukan tetangganya. Atau bahkan yang terjadi di suatu lingkungan kerja atau kantor yang suka membicarakan keburukan sesama rekan kerjanya. Contoh-contoh fenomena tersebut merupakan hal yang sia-sia dilakukan ketika sedang berpuasa. Berkata dusta, berkata sia-sia, dan berkata kotor merupakan hal-hal yang harus dihindari ketika berpuasa, mengapa? Karena perbuatan tersebut membuat setiap muslim yang berpuasa hanya mendapati dirinya lapar dan haus saja, namun puasa tersebut tidak di terima oleh Allah SWT.

 

Adapun hal-hal yang sebaiknya dilakukan dan diamalkan saat bulan Ramadhan, yakni perbanyak beribadah kepada Allah. Beribadah tidak hanya shalat, membaca Al-Qur’an, bersedekah, ataupun berdzikir saja, namun berbuat baik terhadap sesama atau meringankan beban orang lain pun dapat disebut beribadah. Seperti contoh, ketika waktu buka puasa tiba dan kita sedang dalam perjalanan melihat seorang ibu yang sedang berpuasa dan tidak memiliki makanan untuk berbuka, maka dengan memberikan sebagian makanan yang kita punya sudah termasuk ibadah. Atau ketika kita sedang berjalan dan melihat sesuatu yang membahayakan pejalan kaki seperti kawat atau batu berada di tengah jalan, lalu kita menyingkirkannya supaya tidak terkena atau tersandung orang lain, hal tersebut juga dapat disebut ibadah. Dua contoh ini merupakan hal-hal yang sebaiknya dilakukan, karena termasuk meringankan beban orang lain.

 

Dengan demikian, dalam berpuasa kita harus memahami makna puasa itu sendiri, yakni menahan. Tidak hanya menahan lapar dan haus saja, namun juga harus menahan dari hal-hal yang sia-sia dan dapat mengurangi pahala puasa serta tidak diterimanya puasa kita oleh Allah SWT. Lakukanlah puasa karena Allah, yakni tidak hanya menganggap bahwa puasa Ramadhan itu wajib, namun sebagai kebutuhan akan pahala dan keberkahan dari Allah SWT.

 

 

SHARE