Sahabat adalah sebuah sebutan indah yang tak bisa disematkan kepada sembarang orang.

Hanya mereka yang benar-benar setia dan mau membersamai kita di saat bagaimanapunlah.

Ya, seorang sahabat tak harus mereka yang selalu setia 24 jam di samping kita, namun dia yang tetap selalu mau dan tulus mendorong kita meraih mimpi-mimpi terbaik kita.

Sahabat adalah dia yang tak akan pernah letih mengingatkan kita saat kita berubah haluan menjadi orang yang buruk, sampai kita mau kembali lagi ke jalan yang benar.

Sahabat adalah dia yang akan dengan tegas marah kepada kita saat kita melanggar larangan Tuhan dan berusaha menjauh dariNya.

Dan sahabat adalah dia yang tak hanya diam ikut menangis saat kita sedih, namun akan menarik kita sekuat tenaga agar kita mau bangkit lagi.

Nah pertanyaannya, sudahkan kita bisa di sebut seorang sahabat bagi seseorang spesial yang telah begitu tulus dan setia bersama kita selama ini?

Jangan pernah sebut dirimu sebagai sahabatnya, jika kamu belum melakukan hal-hal di bawah ini!

1Tak Ingin Dia Salah Jalan Sedikit Saja

patahtumbuh.me

Sebagai seorang sahabat, bukan berarti kita bisa bersenang-senang bersama selalu. Ada kalanya kita harus siap berjuang bersamanya dalam meraih mimpi.

Termasuk saat dalam perjalanan kamu melihat gelagatnya mulai berubah ke arah menyimpang yang buruk.

Kamu pasti tak rela sahabatmu menjadi orang yang buruk akhlaq dan imannya kepada Tuhan, maka kamu akan berusaha sekuat tenaga untuk menariknya lagi ke jalan yang benar.

Walau memang hidayah adalah mutlak milik Tuhan, namun kamu berusaha untuk menjadikan dirimu sebagai orang yang mengantarkannya menuju hidayahNya.

Walau kamu harus bertengkar dengannya, sedikit dijauhinya, dimarahi dengan kata-kata pedas, namun kamu tetap tidak lelah berusaha mengajaknya kembali kepada jalan kebaikan.

Kamu tetap mendoakannya, memberikannya perlakuan terbaik, dan tulus menemaninya, sampai akhirnya kamu dapatkan lagi dia berjalan bersamamu dalam kebaikan.

Indah sekali!

2Siap Melepaskannya Meraih Mimpi

designsold.com

Seorang sahabat adalah dia yang senang saat sahabatnya bahagia. Begitupun pastinya dengan dirimu bukan?

Jika kamu memang seorang sahabat sejati, maka kamu akan ikhlas melepaskan sahabatmu merantau ke tempat yang jauh sekalipun deminya agar bisa meraih cita-cita.

Kamu meninggalkan keegoisanmu yang pastinya akan kesepian tanpanya, dengan tulus melepasnya.

Toh di zaman sekarang komunikasi lebih mudah terjalin dengan teknologi modern.

Dan kamu akan tetap mendoakannya, walaupun kamu sudah tak dapat melihatnya setiap hari lagi.

3Introspeksi Diri Saat Dia Marah Ketika Kamu Berubah

remajasuka.blogspot.com

Namanya juga manusia, tempat salah dan dosa. Dan kamu pun juga pernah mengalami lemah iman dan saat dimana kamu terpuruk dan ingin menghindar dari orang-orang.

Namun sahabatmu akan terus mencarimu, dia berharap bisa ada di sampingmu menemani dan menjadi bahu untukmu menangis, walau dia tak dapat membantu apapun saat itu.

Jika kamu menganggap dirimu sahabatnya, saat dia memarahimu karena kamu berubah dan menjauh dari semua orang, kamu harusnya introspeksi.

Bukannya kamu malah marah dan menyalahkannya karena tak memahamimu.

Justru kamu harusnya sadar, bahwa dia melakukan itu karena kekhawatiran dan rasa sayangnya padamu.

4Bahkan Kamu Siap Berkorban Untuknya

najah-razak.blogspot.com

Kalau sudah menyebut diri sebagai sahabat, kadang tak hanya harta dan waktu yang akan dikorbankan, namun juga diri sendiri.

Kedengarannya berlebihan, namun begitulah yang disebut persahabatan sejati.

Lihatlah kisah-kisah para sahabat Rasulullah Muhammad SAW, yang begitu setia pada Rasul sampai rela mati demi beliau.

Dan ketika kamu menganggap dirimu sahabat yang sejati, tak hanya doa yang akan kamu panjatkan untuknya, namun kamu siap mengorbankan kepentinganmu demi dia.

Saat dia benar-benar membutuhkanmu, kamu selalu berusaha jadi yang pertama ada di sampingnya.

Hmm, jika semua orang menyadari betapa indahnya persahabatan tentu dunia akan damai sekali.

Bukankah begitu?