Gaya belajar adalah kombinasi dari aktivitas menyerap, mengatur, dan mengolah informasi. Terdapat tiga jenis gaya belajar berdasarkan karakter masing-masing individu dalam memproses informasi.

Gaya belajar dalam hal ini tidak hanya sebatas pada pelajaran yang diperoleh di sekolah. Tetapi, daya belajar di sini meliputi banyak hal yang berhubungan dengan proses penyerapan informasi ke dalam otak manusia.

Tahukah kamu, seperti apakah gaya belajarmu dalam menyerap informasi selama ini? Kalau belum tahu, 5 hal ini akan membantumu memprediksi apa saja jenis model belajar yang selama ini ada.

1Visual (Visual Learners)

hlcberkarakter.wordpress.com

Gaya belajar visual (visual learners) menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham. Si anak akan melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya.

Ada beberapa karakteristik khas anak dengan gaya belajar visual. Pertama, kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahui dan memahaminya.

Kedua, memiliki kepekaan kuat terhadap warna. Ketiga, memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik. Keempat, memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung. Kelima, terlalu reaktif terhadap suara.

Keenam, sulit mengikuti anjuran secara lisan. Ketujuh, seringkali salah menginterpretasikan kata atau ucapan.

Ciri-ciri gaya belajar visual ini yaitu cenderung melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang sedang mengajar, bukan pendengar yang baik saat berkomunikasi,

saat mendapat petunjuk untuk melakukan sesuatu, biasanya akan melihat teman-teman lainnya baru kemudian dia sendiri yang bertindak,

tak suka bicara di depan kelompok dan tak suka pula mendengarkan orang lain. Terlihat pasif dalam kegiatan diskusi, kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan,

lebih suka peragaan daripada penjelasan lisan, dapat duduk tenang di tengah situasi yang ribut dan ramai, tanpa sedikitpun terganggu.

2Auditori (Auditory Learners)

hipwee.com

Gaya belajar auditori (auditory learners) mengandalkan pendengaran untuk bisa memahami dan mengingat sesuatu.

Artinya, seorang anak harus mendengar, baru kemudian bisa mengingat dan memahami informasi itu. Karakter pertama orang yang memiliki gaya belajar ini adalah semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran.

Anak-anak dengan tipe auditori memiliki kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung, maupun ketika menyerap informasi dengan membaca.

ikhtisar.com
ikhtisar.com

Ciri-ciri gaya belajar auditori yaitu kemampuan untuk mengingat dengan baik penjelasan guru di depan kelas, atau materi yang didiskusikan dalam kelompok/kelas, anak mudah menguasai materi iklan/lagu di televisi/radio lebih cepat daripada melihatnya.

Cenderung banyak omong, tak suka membaca, dan umumnya memang bukan pembaca yang baik karena kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya, kurang cakap dalm mengerjakan tugas mengarang/menulis,

senang berdiskusi dan berkomunikasi dengan orang lain, kurang tertarik memperhatikan hal-hal baru dilingkungan sekitarnya.

3Kinestetik (Kinesthetic Learners)

henitasilmikhavata.wordpress.com

Gaya belajar kinestetik (kinesthetic learners) mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya.

Ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya.

Karakter pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya.

Hanya dengan memegangnya saja, seseorang yang memiliki gaya belajar kinestetik ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.

Ciri-ciri gaya belajar kinestetik yaitu menyentuh segala sesuatu yang dijumapinya, termasuk saat belajar, sulit berdiam diri atau duduk manis, selalu ingin bergerak, mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan tangan dan tubuhnya aktif.

Contohnya, saat guru menerangkan pelajaran, orang-orang kinestetik akan mendengarkan sambil tangannya asyik menggambar.

Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar, sulit menguasai hal-hal abstrak seperti peta, symbol dan lambing, menyukai praktek/percobaan, menyukai permainan dan aktivitas fisik.

4Gustatory

hrysainsbiologi.wordpress.com

Gaya belajar gustatori yaitu cara seseorang menerima informasi dengan indera pengecap yang lebih dominan. Dapat berupa sensasi rasa manis, asin, asam, berbumbu, sedap, renyah dan sebagainya.

Seorang anak dengan gaya belajar gustatori dapat langsung merasakan sebuah sensasi rasa, ketika berhubungan langsung dengan indera pengecap.

Pendekatan yang bisa digunakan yaitu praktikum atau ceramah ekspositori, dengan pilihan kata yang tepat untuk mempermudah dirinya belajar, seperti “Pengalaman manis dapat kamu peroleh melalui jalan-jalan ke situs sejarah di Jogjakarta.”

Tipe ini erat kaitannya dengan tipe kinestetis yang perlu mengalami atau terlibat secara langsung. Dalam hal ini, kegiatan yang melibatkan indera pengecap.

5Olfactory

lyusniar.wordpress.com

Gaya belajar olfactory yaitu cara seseorang menerima informasi dengan indera penciuman yang lebih dominan, dapat berupa sensasi aroma wangi, harum, bau, menyengat, segar, dan sebagainya.

Pada tipe ini, seorang anak dapat terlibat secara langsung untuk merasakan sebuah sensasi aroma, melalui kata-kata yang mengarah kepada indera penciuman.

Hampir sama dengan gustatori, penekanan pada kata per-kata sangat diperlukan bagi anak dengan gaya belajar olfactory, seperti: “Harumnya nama seorang pahlawan yang telah berjasa untuk negara tidak pernah hilang sepanjang masa.”

Pendekatan yang dapat digunakan pada saat kegiatan beajar mengajar berlangsung yaitu pendekatan praktikum, dimana siswa diajak untuk melibatkan semua indera, terutama indera penciumannya.

SHARE