Anemia atau kurang darah diklasifikasikan menjadi beberapa jenis sesuai dengan penyebabnya dan juga mekanisme terjadinya anemia itu sendiri. Mengetahui macam-macam anemia yang diderita seseorang akan mempermudah dalam hal pengobatan.

Seperti telah di bahas sebelumnya, anemia adalah kurangnya sel sel darah merah (eritrosit) dan hemoglobin yang mengakibatkan sel sel tubuh kekurangan oksigen sehingga mengganggu fungsi normal sistem tubuh.

Anemia dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian, yaitu

1Anemia Defisiensi Zat Besi

allabouthealthyfood.com

Anemia yang terjadi akibat kekurangan faktor-faktor pematangan eritrosit, seperti defisiensi besi, asam folat, vitamin B12, protein, piridoksin dan sebagainya.

Penyakit ini sering pada bayi dan anak yang sedang dalam proses pertumbuhan dan pada wanita hamil yang keperluan besinya lebih besar dari orang normal. Jumlah besi dalam badan orang dewasa adalah 4-5 gr sedang pada bayi 400 mg,

Ini merupakan jenis anemia yang paling sering ditemui. Kondisi ini disebabkan sebagai sinyal tubuh yang menandakan kekuarangan zat besi sebagai bahan utama dalam pembuatan hemoglobin.

Anemia jenis ini juga sering ditemukan pada ibu hamil. Kamu bisa mencegah anemia jenis ini dengan memenuhi asupan zat besi harian.

2Anemia Defisiensi Vitamin B12

keponews.tumblr.com

Disebut juga dengan nama anemia pernisiosa yang terjadi akibat tubuh kekurangan vitamin B12 karena gangguan autoimun atau gangguan pada usus. Kamu mungkin memerlukan suplemen vitamin B12 agar tidak mengalami kekurangan vitamin ini.

3Anemia Aplastik

obatanemiaaplastik.com

Anemia yang terjadi akibat terhentinya proses pembuatan sel darah oleh sumsum tulang. Keadaan yang disebabkan berkurangnya sel-sel darah dalam darah tepi sebagai akibat terhentinya pembentukan sel hemapoetik dalam SSTL, sehingga penderita mengalami pansitopenia.

Pansitopenia yaitu kekurangan sel darah merah, sel darah putih dan trombosit. Secara morfologis, sel-sel darah merah terlihat normositik dan normokrom.

4Anemia Defisiensi Asam Folat

mencegahpenyakit.com

Beberapa dengan anemia jenis sebelumnya, anemia ini cenderung membuat sel-sel darah merah menjadi berukuran lebih besar.

Anemia defisiensi asam folat juga seringkali disebut dengan anemia megaloblastik. Kamu harus memenuhi asupan asam folat sebaik mungkin agar dapat terhindar dari anemia ini.

5Anemia Pernisiosa

emedicalguild.com

Pada jenis anemia ini, sel-sel darah merah berukuran lebih besar dari biasanya, namun jumlahnya sedikit. Jumlahnya mungkin turun menjadi 1.000.000/mm3.

Anemia pernisiosa mungkin muncul karena tidak adanya faktor intrinsik yang biasanya dihasilkan oleh lambung untuk menjaga penyerapan vitamin B12 dari usus.

Dulu, penyakit ini sangat berbahaya, namun sekarang tidak lagi. Terapi suntikan vitamin B12 yang diberikan secara rutin (sesuai kebutuhan) akan mengembalikan para penderita anemia pernisiosa ke keadaan normal kembali.

6Anemia Hemolitik

ibu-hamil.web.id

Anemia yang terjadi akibat penghancuran sel darah merah yang berlebihan. Bisa bersifat intrasel seperti pada penyakit talasemia, sickle cell anemia/ hemoglobinopatia, sferosis kongenital, defisiensi G6PD atau bersifat ektrasel seperti intoksikasi, malaria, inkompabilitas golongan darah, reaksi hemolitik pada transfusi darah.

Tanda dan gejala yang sering timbul adalah sakit kepala, pusing, lemah, gelisah, diaforesis (keringat dingin), takikardi, sesak napas, kolaps sirkulasi yang progresif cepat atau syok, dan pucat (dilihat dari warna kuku, telapak tangan, membran mukosa mulut dan konjungtiva).

Selain itu juga terdapat gejala lain tergantung dari penyebab anemia seperti jaundice, urin berwarna hitam, mudah berdarah dan pembesaran lien.

Untuk menegakkan diagnosa dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan sel darah merah secara lengkap, pemeriksaan kadar besi, elektroforesis hemoglobin dan biopsi sumsum tulang.

Untuk penanganan anemia diadasarkan dari penyakit yang menyebabkannya seperti jika karena defisiensi besi diberikan suplemen besi.

Jika terserang defisiensi asam folat dan vitamin B12, dapat diberikan suplemen asam folat dan vitamion B12. Dapat juga dilakukan transfusi darah, splenektomi, dan transplantasi sumsum tulang.