Syarat keamanan kemasan pangan yaitu kemasan pangan tidak boleh bersifat toksik dan tidak meninggalkan residu terhadap pangan, harus mampu menjaga bentuk, rasa, kehigienisan, dan gizi bahan pangan.

Bentuk, ukuran dan jenis kemasan dapat memberikan efektifitas; dan bahan kemasan tidak mencemari lingkungan hidup.

Setiap bahan untuk mengemas makanan tentu ada yang jenisnya bagus, ada yang tidak. Nah, berikut ini jenis kemasan pangan secara umum yang beredar di pasaran. Yuk, kenali.

1Kemasan Plastik

garismedia.weebly.com

Plastik adalah campuran yang mengandung polimer, filler, pemlastis atau plasticizer, pengawet atau retard, nyala, antioksidan, lubrikan, penstabil atau stabilizer panas dan pigmen warna.

Jenis polimer yang banyak digunakan adalah polietilen, polipropilen, polivinil klorida dan polistirina.

Risiko yang dapat ditimbulkan akibat campuran senyawa tersebut diantaranya senyawa kimia toksik, yang merupakan akibat bermigrasinya plastik dengan produk pangan, yang dipengaruhi oleh tingginya suhu dan lamanya waktu kontak.

2Kemasan Logam

vitobele.blogspot.com

Kemasan kaleng dapat terbuat dari berbagai jenis logam misalnya seng, aluminium, dan besi. Pada kadar rendah, alumunium dan seng tidak beracun bagi tubuh manusia.

Namun perlu diperhatikan bahwa logam akan bereaksi dengan asam, yang menyebabkan logam tersebut dapat melarut.

Banyak bahan pangan yang bersifat asam, sehingga kontak antara asam dengan kemasan logam dapat melarutkan kemasan logam yang bersangkutan.

Waktu kontak berkorelasi positif dengan banyaknya logam yang terlarut. Artinya, semakin lama waktu kontak, maka semakin banyak logam yang terlarut.

id.aliexpress.com
id.aliexpress.com

Oleh karena itu perlu dipilih jenis pangan yang layak dikemas dengan kaleng atau kemasan logam, agar kualitas produk pangan tetap terjaga.

Kaleng ataupun kemasan logam lainnya tidak boleh mengandung logam timbal, kromium, merkuri, dan kadmium karena dapat mengakibatkan efek negatif terhadap kesehatan manusia.

3Kemasan Kertas dan Sejenisnya

infoloka.com

Bahan pengemas yang berasal kertas dan sejenisnya sudah lama dikenal masyarakat, termasuk kertas tisu, koran bekas, ataupun kertas bekas lainnya yang telah diputihkan.

Struktur dasar kertas adalah bubur kertas (selulosa) dan felted mat. Komponen lain adalah hemiselulosa, fenil propan terpolimerisasi sebagai lem untuk merekatkan serat, minyak esensial, alkaloid, pigmen, mineral.

Pada pembuatan kertas terkadang digunakan klor sebagai pemutih, adhesive aluminium, pewarna dan pelapis. Bahan berbahaya yang ada dalam kertas, yang dapat bermigrasi kedalam pangan antara lain adalah tinta dan klor.

indonesian.plastic-packagingbags.com
indonesian.plastic-packagingbags.com

Mengingat penggunaan kemasan kertas dapat memberikan ancaman bagi kesehatan, maka pemilihan bahan pangan yang dikemas, dan penggunaan kertas sebagai pengemas harus diperhatikan.

Kertas bertinta seharusnya tidak digunakan untuk membungkus bahan pangan secara langsung. Migrasi bahan kimia berbahaya dari kemasan dapat mengakibatkan terjadinya keracunan ataupun akumulasi bahan toksik.

4Kemasan Kaca atau Gelas dan Porselen

tokopedia.com

Kaca/gelas dan porselen merupakan kemasan yang paling tahan terhadap air, gas ataupun asam, atau memiliki sifat inert.

Kemasan kaca juga dapat diberi warna, banyak digunakan untuk produk minuman yang memiliki sifat-sifat tertentu sehingga dapat menyaring cahaya yang masuk ke dalam kemasan kaca.

Jenis kemasan ini dianggap kemasan yang paling aman untuk produk pangan. Porselen atau keramik, biasanya sering digunakan sebagai gelas atau peralatan makan.

caricamutiaradieng.wordpress.com
caricamutiaradieng.wordpress.com

Selain ada yang dibuat dari tanah liat, ada pula porselen yang dibuat dari bahan dolomite dengan beberapa bahan campuran lainnya.

Porselen cukup aman digunakan sebagai wadah makanan, terutama yang bersuhu tinggi.

Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih gelas, atau peralatan makan dari porselen antara lain suhu pembakaran pada saat pembuatan serta bahan bakunya.

Porselen dibuat dengan cara dibakar pada suhu sangat tinggi yaitu di atas 1200°C.