Hey Guys, kali ini kita akan membahas tentang tanaman hidoponik nih. Kalian tahu tanaman hidroponik bukan? Okay, sebelumnya saya akan menjelaskan tentang apa itu hidroponik.

Yups, hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.

hidroponikjogja.com
hidroponikjogja.com

Nah, sebenarnya ada positif ada negatifnya sih Guys jika kita menggunakan metode hidroponik ini.

Positifnya, kita bisa penggunaan lahan lebih efisien, tanaman bisa tetap berproduksi tanpa menggunakan tanah, kuantitas dan kualitas produk lebih tinggi dan lebih bersih.

Penggunaan pupuk dan air lebih efisien, dan pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan lebih mudah.

Namun negatifnya, untuk melakukan budidaya hidroponik ini modal awal yang kita butuhkan relatif mahal Guys, ketersediaan dan pemeliharaan perangkat hidroponik juga agak sulit didapat.

Dan memerlukan keterampilan khusus untuk meramu bahan kimia serta investasi awal yang mahal.

Tapi perlu kalian tahu Guys, walaupun biaya awal cukup tinggi, jika kita telaten akan membuahkan hasil yang sepadan kok, bahkan akan mendapat keuntungan financial dari hasil tersebut.

Nah, Guys, selanjutnya kalian mau tahu tanaman apa saja yang biasa ditanam secara hidroponik? Penasaran bukan? Check this out Guys!

1Mentimun

benihpertiwi.co.id

Mentimun juga menjadi salah satu jenis tanaman hidroponik yang paling banyak ditanam. Tetapi timun lebih membutuhkan perhatian ekstra ketimbang dua jenis tanaman sebelumnya.

Lebih-lebih masalah tempatnya, karena timun pasti membutuhkan tempat yang lebih luas. Nah, jika tahu demikian, tentu saja Kita bisa menanam sendiri sayuran yang kita butuhkan dan memanennya sendiri setiap beberapa minggu sekali.

Dengan demikian kita bisa menghemat pengeluaran, bukan? Akan tetapi ada beberapa hal lagi yang perlu kita perhatikan dalam perawatan beberapa jenis tanaman hidroponik tadi.

Diantaranya adalah cahaya matahari yang masuk dan diserap oleh tanaman tidak boleh terlalu berlebihan dan tidak disarankan cahaya matahari langsung.

Nah, hal inilah yang membuat menanam tanaman secara hidroponik sama repotnya seperti merawat bayi. Hehe, kenapa? Karena kita yang jadi perawatnya harus ekstra hati-hati, ada banyak aspek yang harus diperhatikan dengan baik.

2Sayuran Berdaun Hijau

bayamorganik.blogspot.co.id

What’s next? Yup, sayuran berdaun hijau, contoh misal bayam, kangkung, dan sawi ijo. Sama halnya dengan tanaman selada, sebagian besar jenis sayuran yang daunnya hijau juga bisa tumbuh dengan baik menggunakan sistem hidroponik.

tipsslide.blogspot.com
tipsslide.blogspot.com

Beberapa jenis sayuran berdaun hijau yang bisa kita tanam dengan sistem hidroponik diantaranya bayam, kangkung, sawi, dan sebagainya.

Akan tetapi kita harus memperhatikan tanaman sayuran berdaun hijau tersebut agar tumbuhnya tidak terlalu besar, karena akan mengganggu sirkulasi udara.

Lama untuk memanen sayuran berdaun hijau ini pun terbilang cepat, yaitu pada hari ke-26 sampai hari ke-29. Jika lebih dari 29 hari rasa sayurannya bisa pahit.

3Selada

cara-tanam.tk

Did you know Guys? Daun selada kini dinilai menjadi salah satu pilihan terbaik jika kita ingin menanam sayuran dengan sistem hidroponik lho.

Selada tidak membutuhkan perhatian yang telralu rumit agar bisa tumbuh subur dan bisa dipanen dengan cara hidroponik. Pada saat penyemaian bibit, hanya dalam waktu kurang dari dua minggu bibit akan tumbuh sekitar dua daun.

Barulah setelah itu dipindahkan ke media tanam utama untuk dialiri air dan larutan nutrisi agar pertumbuhannya cepat.

Pertumbuhannya cepat dan panennya pun juga cepat. Ketika bagian luar daunnya dipotong, maka bagian dalam akan tumbuh lagi dengan cepat untuk menggantikannya. Inilah alasan mengapa selada dijadikan tanaman terbaik untuk hidroponik.

Bagaimana Guys? Hidroponik memang perlu dipertimbangkan bukan? Apalagi jika kita sebenarnya hobi bercocok tanam sedangkan kita tidak punya area luas untuk menyalurkan hobi kita. Semoga bermanfaat!

SHARE