Pria kelahiran Padang, Sumatra Barat, 56 tahun yang lalu ini sangat mencintai dunia teater dan anak-anak.

Kiprahnya dalam bidang seni menjadi salah satu penentu nasib bangsa di kancah internasional. Dengan hai, jiwa, dan cinta yang murni, ia perjuangkan teater anak Indonesia agar tetap berjaya di muka bumi.

Ialah Jose Rizal Manua. Mari berkenalan dengan sosok inspiratif ini;

Back

1. Biarkan Anak Berekspresi Bebas

Sudah 35 tahun Jose berkutat dalam pengasuhan teater anak. Meski begitu, dia mengaku selalu terpukau dengan spontanitas dan kejujuran berekspresi anak-anak.

Anak-anak, imbuhnya, selalu menyimpan kejutan ekspresi dari kepolosan mereka. Ini yang hampir hilang dari pemain teater dewasa.

Setiap anak punya keunikan masing-masing. Selama tidak ada intervensi, orang-orang akan menemukan ekspresi yang menarik.

Apalagi, tambah Jose, mereka datang dari provinsi yang berbeda. Tiap provinsi tentunya punya keunikan alam dan budaya.

Ini yang harus dimaksimalkan sebagai keberagaman, jangan diseragamkan. Kalau logatnya memang Papua, jangan dipaksa terdengar seperti Jawa. Inilah bahasa Indonesia dengan ragam logat.

tribunnews.com
Back