bumibagus.wordpress.com

Jose Rizal Manua, Perjuangkan Eksistensi Teater Anak Indonesia di Kancah Dunia

Posted on

Pria kelahiran Padang, Sumatra Barat, 56 tahun yang lalu ini sangat mencintai dunia teater dan anak-anak.

Kiprahnya dalam bidang seni menjadi salah satu penentu nasib bangsa di kancah internasional. Dengan hai, jiwa, dan cinta yang murni, ia perjuangkan teater anak Indonesia agar tetap berjaya di muka bumi.

Ialah Jose Rizal Manua. Mari berkenalan dengan sosok inspiratif ini;

Biarkan Anak Berekspresi Bebas

tribunnews.com
tribunnews.com

Sudah 35 tahun Jose berkutat dalam pengasuhan teater anak. Meski begitu, dia mengaku selalu terpukau dengan spontanitas dan kejujuran berekspresi anak-anak.

Anak-anak, imbuhnya, selalu menyimpan kejutan ekspresi dari kepolosan mereka. Ini yang hampir hilang dari pemain teater dewasa.

Setiap anak punya keunikan masing-masing. Selama tidak ada intervensi, orang-orang akan menemukan ekspresi yang menarik.

Apalagi, tambah Jose, mereka datang dari provinsi yang berbeda. Tiap provinsi tentunya punya keunikan alam dan budaya.

Ini yang harus dimaksimalkan sebagai keberagaman, jangan diseragamkan. Kalau logatnya memang Papua, jangan dipaksa terdengar seperti Jawa. Inilah bahasa Indonesia dengan ragam logat.

Perjuangkan Teater Anak

foto.okezone.com
foto.okezone.com

Teater anak memang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari jebolan Institut Kesenian Jakarta ini.

Sejak umur 15 tahun, atau tepatnya 20 Agustus 1969, Jose telah bermain profesional dalam drama perjuangan di kampungnya.

Dulu saat masih kecil sekali, Jose sering dilibatkan main di pertunjukan desa. Di kampung dulu suka ada wayang orang. Nah,yang masih bocah di TK dan SD biasa disuruh jadi monyet-monyet.

Jose bercerita sambil tertawa mengingat asal mula kecintaannya dengan teater. Rasa bahagia ketika sedang bermain teater secara lepas itulah yang tidak ingin Jose hilangkan saat mengasuh anak-anak dalam bermain teater.

Jangan Intervensi Ekspresi Anak

bumibagus.wordpress.com
bumibagus.wordpress.com

Sutradara masa kini, imbuhnya, terlalu sering memberikan contoh-contoh dan tekanan kesempurnaan gerakan kepada anak.

Jose selalu mencoba menghindari intervensi dalam mengeluarkan potensi anak-anak. Tidak ada yang disuruh. Inti bermain teater adalah supaya kepribadian mereka muncul dan terbentuk saat berakting.

Padahal, saat dilepas berekspresi, anak akan menyuguhkan pertunjukan yang menampilkan pribadinya secara utuh.

Jose mengaku kesal dengan sutradara dan pelatih teater dewasa yang sering salah asuh akting anak. Bukannya mengeluarkan potensi, sadar atau tidak, banyak yang justru menjadikan anak berakting dewasa.

Kesalahan Acara Televisi

lifestyle.analisadaily.com
lifestyle.analisadaily.com

Coba sekarang lihat tayangan televisi. Acara-acara yang menampilkan bakat anak justru menghilangkan ekspresi anak-anaknya, mereka menjadi orang dewasa.

Ingat, sutradara itu hanya mengarahkan, menstimulus, bukan mendikte anak harus bergerak seperti apa. Biarkan mereka ciptakan sendiri gerakannya.

Teater anak di Indonesia, lanjutnya, memang belum mendapat perhatian serius. Apalagi, kebanyakan pelatih menyamakan cara melatih anak-anak dengan melatih orang dewasa. Tidak banyak yang tahu ada teater anak.

Kebanyakan masih menumpuk di Jakarta. Itu pun banyak yang belum memadai. Beberapa tempat ada kekeliruan dalam pengelolaannya. Padahal, anak-anak perlu didekati dengan cara khusus.

Nasib Teater Anak Indonesia

areamagz.com
areamagz.com

Meski masih mengasuh teater dewasa. Jose mengaku teater anaklah tempat utamanya mencurahkan ekspresi dan mimpinya. Jose patut berbangga, teater anak Tanah Air yang diasuhnya sejak 14 September 1988 telah menoreh prestasi hingga ke luar negeri.

Pada World Festival of Childrens Theatre di Jerman, misalnya, teater anak pimpinan Jose meraih dua medali emas berturut-turut.

Sayangnya, impian meraih medali emas ketiga kali kandas saat mereka batal berangkat ke ajang yang sama pada Juni 2010. Aplikasi visa anak-anak itu, kata Jose, dikembalikan Kementerian Luar Negeri tanpa alasan.

Panitia di Jerman pun berinisiatif membantu. Tapi semua terlambat. Padahal mereka ingin mengharumkan nama bangsa.

Dan sampai sekarang tidak ada penjelasan apa pun dari pihak kemenlu. Jose mengaku tak habis pikir dengan sikap pemerintah.

Kalau pertandingan Piala Dunia yang tanpa prestasi saja. Indonesia tetap mendukung, kenapa pertunjukan seni budaya yang jelas-jelas berprestasi tak dilirik.

Indonesia punya keunggulan di seni dan budaya, kenapa tidak dikembangkan? Kalau tidak didukung, bagaimana kebanggaan itu bisa dibangun?

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *