Dalam hidup ini, semua unsur diciptakan Tuhan dengan tujuannya masing-masing. Manusia telah dilahirkan ke dunia dengan membawa takdir masing-masing.

Baik takdir rezeki, jodoh, hidup, maupun mati. Sehingga tak perlu sebenarnya manusia resah, gelisah, maupun merasa iri dengan orang lain karena setiap jiwa telah mengantongi jalan hidupnya masing-masing.

Nah, dalam menjemput jodoh maupun rezeki, selain tawakal kepada ketetapanNya, manusia harusnya semangat berusaha dan tekun berdo’a kepada Tuhan.

Dan dalam menjalani kehidupan untuk menuju kematian harus selalu menyiapkan diri dengan amalan-amalan kebaikan agar kelak dimasukkan Tuhan ke SyurgaNya.

Namun walau sudah memahami hal demikian, masih banyak manusia yang kurang puas dengan apa yang dimilikinya dan berusaha mendapatkan apa yang diharapkan namun dengan cara yang salah.

Tak jarang ada tipe manusia yang tega menjegal teman sendiri demi mengambil milik teman tersebut agar menjadi miliknya.

Dan yang banyak juga di masyarakat, orang yang berusaha tampil tinggi di hadapan manusia lainnya dan jika ada kesalahan yang bisa membuat pamornya turun tak segan dia mencari pelampiasan.

Pelampiasan itu bisa saja orang-orang di sekitarnya, tak hanya yang dia benci, namun kadang tak jarang juga orang-orang yang dekat dengannya.

Waspadai, manusia dengan tipe seperti ini adalah mereka yang tak mau terjatuh dari pandangan manusia sehingga tega mengkambing-hitamkan orang lain!

Untuk mewaspadai dan menghindari orang semacam ini kamu perlu mencoba beberapa tips berikut:

Yang pertama, jangan pernah terlalu percaya sampai sangat kepada orang lain. Percaya sewajarnya,namun juga jangan mudah curiga hingga menjurus pada negative thinking pada siapapun.

Yang kedua, bertemanlah sewajarnya, apalagi jika baru mengenal. Jangan terlalu membuka suatu privasi kita, apalagi yang menyangkut aib.

Yang ketiga, jangan suka ikut campur urusan orang lain apalagi yang tidak berhubungan dengan kita, karena bisa menjadi bumerang.

Dan yang terakhir, berdo’a kepada Tuhan untuk selalu dilindungi dari fitnah dunia maupun akhirat kelak.