Selama ini pernyataan bahwa Indonesia memiliki kapal induk selalu dipandang sebelah mata, bahkan oleh masyarakat Indonesia sendiri.

Memang secara kualitas SDM, anggapan sebagian besar orang bahwa Indonesia itu belum mampu menembus untuk memiliki sebuah kapal induk yang canggih milik sendiri.

Namun sepertinya anggapan itu harus segera dipupuskan dengan adanya KRI Nusantara.

Kini, banyak ilmuwan hebat asal Indonesia dengan dibantu oleh beberapa SDM ahli dari Negara sahabat akan siap membantu berlangsungnya proyek pembuatan KRI Nusantara, kapal induk Indonesia pertama.

Sebenarnya istilah kapal induk ini pertama dipergunakan oleh Inggris. Dimana fungsi dari kapal ini adalah sebagai pendukung misi perang yang mampu membawa armada angkatan udara ke misi angkatan laut.

Walaupun istilah kapal induk pertama dipergunakan oleh Inggris, namun saat ini yang memiliki armada kapal induk terbanyak di dunia adalah Negara China.

Sedangkan KRI Nusantara ini, rencana akan dijadikan kapal induk pertama milik Indonesia yang tentunya dimaksudkan untuk membantu memperkuat sistem pertahanan keamanan negeri ini di sektor maritimnya.

Sedianya KRI Nusantara akan dibuat dengan peralatan yang canggih dan kelak akan dilengkapi dengan berbagai teknologi yang sangat canggih pula.

KRI Nusantara kelak juga direncanakan akan berfungsi juga sebagai kekuatan deterrence dan memberikan efek gentar pada lawan.

Fungsi yang sangat banyak dari kapal induk ini nantinya akan semakin lengkap dimana armada angkatan udara yang dibawa di kapal induk ini juga dimaksimalkan fungsinya.

KRI Nusantara rencananya akan dibuat oleh PT. PAL dengan didampingi oleh tenaga ahli berpengalaman yang telah lama bergelut di dunia pembuatan kapal, terutama kapal perang.

Sebut saja salah satunya adalah Kharuddin Djenod. Dia adalah ilmuwan Indonesia yang telah mendalami ilmu tentang perkapalan di Jepang selama kurang lebih 15 tahun.

Dia memiliki harapan besar suatu hari nanti Indonesia memiliki sistem pertahanan yang kuat dan mandiri di bidang maritimnya.

Salah satunya dengan memiliki kapal induk sendiri.