Salah satu tokoh di balik perang mahadahsyat Perang Dunia II adalah Kekaisaran Jepang. Yang kita semua tahu bahwa Negara ini masuk dalam salah satu blok adi kuasa dengan sistem pertahanan dan perlawanan yang tangguh.

Bahkan dengan luar biasa Jepang mampu meluluh-lantakkan Pearl Harbour yang merupakan pangkalan perang terbesar Amera di tahun 1941.

Walau pada akhirnya Jepang menyerah kalah setelah bom atom dari Sekutu melumatkan Hiroshima dan Nagasaki, namun sejarah tak pernah goyah menggeser nama Jepang sebagai sebuah kekuatan.

Salah satu buktinya adalah kapal perang legendaries milik Kekaisaran Jepang yang bernama Yamato.

Kapal ini tak hanya besar secara kapasitas, namun juga memiliki persenjataan perang yang amat lengkap, sampai membuatnya sulit dikaramkan walau diserang secara brutal berkali-kali.

Kapal Yamato dibuat pada tahun 1939 dan selesai pada tahun 1941, di Arsenal Angkatan Laut Kure, Perfektur Hiroshima. Kemudian pada tahun 1941 dia mulai resmi berlayar untuk ditugaskan.

Nama Yamato diambil dari nama Provinsi Yamato. Berat kapal Yamato mencapai 72.800 ton, dan dipersenjatai dengan Sembilan meriam utama berkaliber 46 cm (18,1 inci).

Pada bulan Oktober tahun 1944, Yamato untuk pertama kali menembakkan meriam utamanya kepada musuh.

Pada bulan yang sama, Yamato kembali ditugaskan pada pertempuran Laut Shibuyan, saat itu Yamato tetap kokoh bertahan walau tiga bom menghantamnya, sedangkan banyak saudaranya yang telah tenggelam.

Bahkan salah satu meriam utama Yamato berhasil menjatuhkan pesawat penyerang hingga hancur berkeping-keping.

Pada November 1944, Yamato kembali diserang, namun dia hanya mengalami kerusakan ringan.

Hingga akhirnya pada 6 April 1945, Yamato melakukan operasi Ten-Go yang disebut sebagai operasi bunuh diri secara besar-besaran.

Yamato diberangkatkan dari Kure dan rencana memang untuk ditenggelamkan sebagai pertahanan terakhir pasukan Jepang kala itu.

Asap ledakan membumbung setinggi 6,4 km, mengiringi akhir dari perang laut dahsyat yang menenggelamkan Yamato bersama 2.700 awak kapalnya di Perairan Okinawa.