Siapa saja yang mengaku sebagai generasi antara 80-an sampai 90-an pasti sangat akrab dengan Film Titanic yang disutradarai oleh James Cameron.

Film yang juga memenangkan berbagai nominasi di Academy Award dan memborong banyak Piala Oscar ini sampai sekarang pun seperti tak tenggelam oleh waktu.

Bahkan dua pemain utamanya, Leonardo Di Caprio dan Kate Winslet sampai dinobatkan sebagai pasangan paling diminati hingga detik ini. Padahal aslinya mereka hanya bersahabat dekat.

Nah, jika filmnya tidak tenggelam oleh waktu, beda lagi dengan kapal aslinya. Dia adalah kapal super megah yang memiliki nasib tragis dimana harus karam di dasar samudera di hari pertamanya berlayar.

Kisah memilukan ini terjadi pada tanggal 14 April 1912, dimana kapal milik White Star Line ini menabrak gunung es yang tak terlihat karena saat itu malam menjelang dini hari.

Yang memilukan, suasana Samudera Atlantik sedang dalam masa musim dingin, sehingga suhu sangat dingin apalagi di waktu malam menjelang dini hari.

Jumlah kapal sekoci tak sebanding dengan banyaknya penumpang baik dari kelas 3 maupun sampai kelas super mewah.

Akibatnya tak semua penumpang bisa diselamatkan. Yang diutamakan kala itu adalah golongan perempuan dan anak-anak yang dianggap sangat lemah jika menyelamatkan diri sendiri.

Jumlah korban jiwa dari tenggelamnya kapal Titanic adalah 1.514 jiwa, hal tersebut kemudian tercatat sebagai bencana maritim masa damai paling mematikan sepanjang sejarah.

Tabrakan hebat antara kapal Titanic dan gunung es ini mengoyak 5 dari 16 kompartemen kedap airnya, meyebabkan kapal Titanic selama 2,5 jam mengalami proses penuh dengan air samudera.

Tepat pada pukul 2.20, kapal Titanic tenggelam bersama dengan korban yang tak ikut terselamatkan.

Beberapa meninggal akibat terluka, namun sebagian besar meninggal karena hipotermia akibat bersentuhan dengan air samudera yang dingin.

Saat ini bangkai kapal Titanic masih ada di dasar Samudera Atlantik, tepatnya di kedalaman 3.784m.