Siapa tak ingin memiliki momongan segera setelah menikah? Bahkan, dirimu mungkin saja telah membicarakan masalah anak ini jauh-jauh hari sebelum melangsungkan pernikahan. Entah ingin memiliki berapa banyak anak atau jenis kelaminnya apa.

www.futuready.com
www.futuready.com

Sebagai seorang wanita yang telah menikah dan memimpikan memiliki momongan secepatnya, pasti ingin mengetahui dengan pasti kapan masa suburnya tiba. Karena, mengetahui masa subur dapat mendukung terjadinya proses kehamilan dengan mudah.

Nah, bagi kamu para wanita yang ingin menghitung masa subur, bisa dilakukan dengan empat cara berikut ini.

1Mencatat Siklus

www.cosmomom.net

Beberapa orang ternyata memiliki pemikiran yang salah mengenai masa subur yang terjadi pada wanita. Mereka beranggapan bahwa setiap wanita itu selalu berovulasi dan masuk pada masa suburnya di hari ke-14 siklus haid-nya.

Padahal, tidak semua memiliki siklus haid yang teratur. Sedangkan cara tadi hanya berguna bagi mereka yang mendapati masa menstruasi teratur selama 28 hari tanpa terputus sama sekali.

tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.com
tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.com

Tetapi, sebetulnya, masa subur wanita itu terjadi bukan di hari ke-14 setelah hari pertama menstruasi, melainkan 14 hari sebelum hari pertama. Jadi, kalau kamu memiliki siklus haid teratur, bisa menggunakan metode ini.

Cara menghitungnya cukup mudah, kamu bisa memperkirakan masa subur dengan mengurangi tanggal tersebut sebanyak dua minggu dari tanggal seharusnya kamu mendapat menstruasi.

Misalkan saja kamu memiliki siklus haid 30 hari dan akan berovulasi sekitar hari ke-16. Kemudian, untuk wanita dengan siklus 26 hari, diperkirakan berovulasi di hari ke-12.

2Periksa Temperatur Tubuh

www.ibudanbalita.com

Cara berikutnya adalah menghitung masa subur dengan temperatur tubuh. Karena, mencatat BBT atau Basal Body Temperature yang merupakan temperatur tubuh di pagi hari sebelum melakukan aktivitas adalah salah satu cara yang bisa kamu coba lakukan.

Menurut ahli, suhu tubuh normal seorang wanita yang sedang tidak berovulasi sekitar 35-37 derajat celsius. Sedangkan, wanita yang akan memasuki masa suburnya BBT bisa meningkat hingga 1/2 derajat celsius dan stabil hingga sesaat sebelum menstruasi.

Apabila kamu rutin mencatat BBT selama beberapa siklus, maka, catatan tersebut akan membantu memprediksi masa subur dengan lebih mudah. Tapi, hal ini hanya bisa digunakan bagi wanita yang memiliki siklus reguler.

Meski begitu, metode ini bukanlah cara terbaik untuk menghitung masa subur bagi seorang wanita.

3Menggunakan Monitor Kesuburan

id.aliexpress.com

Bagi kamu yang memiliki siklus haid tidak rutin, kamu bisa mencoba memakai alat monitor kesuburan ini. Tanyakan saja pada dokter kandungan yang biasa kamu datangi untuk konsultasi.

Alat ini biasanya memang digunakan untuk menilai masa subur wanita lewat air urin. Cara kerjanya dengan mengukur hormon lutein yang keluar sesaat sebelum masa subur wanita.

4Cek Lendir Serviks

draldi.com

Mencoba satu cara belum berhasil, jangan patah semangat, kamu masih bisa melakukan cara berikutnya. Metode ini menggunakan cairan vagina yang keluar dari vagina wanita untuk mengetahui siklus masa suburnya.

Kamu hanya perlu melihat cairan serviks atau nama ilmiahnya cervical mucus yang keluar. Kamu bisa melihatnya beberapa hari setelah masa haid berhenti. Cairan serviks ini akan terlihat kering atau kental dan lengket.

Kemudian, beberapa hari setelahnya akan bertambah basah. Nah, ketika mulai terlihat licin dan elastis layaknya putih telur yang mentah, maka, saat itulah masa suburmu tiba.

Pastikan kamu tetap berkonsultasi dengan dokter kandungan dan ikuti saran yang diberikan. Supaya, bayi mungil di rumah segera hadir dan membawa keceriaan di tengah keluarga kecilmu.