Back

1. Pandangan Kebanyakan Orangtua Terhadap Anak

Seorang ibu menitikkan air mata saat berkonsultasi dengan guru anaknya. Singkat cerita hal ini disebabkan nilai-nilai anaknya dibawah standar yang ditentukan oleh sekolah. Ia menitikkan air mata karena kecewa, pasalnya ia sudah berusaha mengajarkan semua yang akan diujikan kepada anaknya, tapi nilai anaknya tetap saja jelek.

Beda orang tua, tentunya beda permasalahannya. Ada juga orang tua yang begitu over protective kepada anaknya. Biasanya alasan mereka melakukan ini karena rasa sayang yang begitu besar kepada anak. Sehingga apapun yang dilakukan oleh anaknya harus sepengetahuan orang tuanya. Dan apapun kebutuhan anaknya selalu dipenuhi.

Namun, suatu hari orang tua dengan pola asuh seperti ini akan kaget dan tidak terima dengan sikap anaknya yang begitu manja dan cenderung tidak bertanggung jawab. Karena dari kecil semua keperluannya dipenuhi oleh orang tuanya, maka saat dewasa anak ini tidak tau apa yang sebenarnya ia butuhkan untuk menjalani kehidupan ini.

Dari dua kasus di atas, maka kita melihat ada cara mendidik yang kurang tepat. Pada kasus yang pertama orang tua mengajarkan anaknya untuk memahami apa yang ia ajarkan, bukan mengajarkan bagaimana caranya belajar. Dan kasus yang kedua, orang tua tersebut lupa bahwa anak punya kebutuhan untuk mengatur dirinya sendiri. Namun jika kebutuhan itu tidak kita penuhi sejak kecil, maka anak pun tidak akan pernah tau apa kebutuhannya.

Dua kasus di atas jelas sekali memiliki duduk perkara yang berbeda, namun keduanya sama-sama meggambarkan kedua orang tua tersebut tidak paham atau lupa bahwa sesungguhnya anak diciptakan bukan seperti kertas kosong.Mereka lupa bahwa tiap anak diciptakan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

Nah, karena anak bukan kertas kosong, maka para orang tua sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini ketika memberi pendidikan atau menerapkan pola asuh kepada anak.

Back