Karya tulis merupakan suatu bentuk karangan yang mengungkapkan ide, pikiran, dan perasaan penulisnya dalam satu kesatuan tema yang utuh. Karya tulis yang termasuk dalam kategori karya ilmiah yaitu karangan yang didasarkan pada kegiatan ilmiah.

Pengungkapan tema masalah dalam karya ilmiah haruslah berdasarkan fakta, bersifat objektif, jauh dari pemaparan yang bersifat emosional dan personal, serta disusun secara sistematis dan logis. Bahasa yang digunakan pun menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai dengan EYD.

Seorang peneliti sekaligus penulis karya ilmiah tentu haruslah memiliki jiwa ilmiah. Paling tidak, ada tujuh macam sikap yang dapat menunjukkan bahwa seseorang dikatakan berjiwa ilmiah.

Antara lain seperti sikap ingin tahu, sikap kritis, sikap terbuka, sikap objektif, sikap rela menghargai karya orang lain, sikap berani mempertahankan kebenaran dan sikap menjangkau ke depan. Hal ini sebagaimana yang pernah dipaparkan oleh Brotowidjoyo pada salah satu bukunya.

Secara akademis, karya ilmiah juga dibedakan menjadi lima macam. Hal ini tergantung dari tingkatan akdemis tersebut. Kelimanya antara lain makalah, laporan penelitian, skripsi, tesis dan disertasi.

Makalah memiliki definisi karya tulis yang memerlukan studi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dapat berupa kajian pustaka, kajian suatu masalah, atau analisis fakta sebagai hasil dari observasi.

Laporan penelitian memiliki definisi sebuah tulisan yang dibuat setelah seseorang melakukan kegiatan penelitian, pengamatan, wawancara, telaah literatur, percobaan dan kegiatan ilmiah lainnya.

Sedangkan skripsi adalah jenis karya ilmiah yang ditulis dan disajikan oleh mahasiswa program S1 untuk memperoleh gelar sarjana. Sebagaimana tesis dan disertasi yang masing-masing ditulis dan disajikan oleh mahasiswa program S2 dan S3 untuk mendapat gelar magister dan doktor.

Setiap karya ilmiah tentu memiliki ciri khas tersendiri. Demikian halnya dengan laporan penelitian. Pada karya ilmiah jenis ini, terdapat beberapa komponen penting yang harus ada dan tersusun secara sistematis sesuai aturan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Komponen pertama adalah bagian awal. Di dalamnya terdapat halaman sampul, halaman pengesahan, abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel dan daftar gambar.

Komponen berikutnya yaitu bagian pokok atau bagian utama. Antara lain berisikan pendahuluan; latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian. Kemudian kajian pustaka, kerangka teoretik, hipotesis, metode penelitian, hasil penelitian, pembahasan, kesimpulan dan saran.

Dan komponen yang terakhir yaitu bagian akhir yang berisikan daftar pustaka dan lampiran lainnya.