Lagi, kasus pelecehan seksual terjadi di belahan bumi Indonesia. Kali ini tragedi nahas tersebut menimpa seorang remaja berinisial SRP, seorang siswa kelas XI SMA Negeri 1 Batu, Kota Batu, Jawa Timur.

Gadis berusia 17 tahun tersebut pada hari Rabu (01/06/2016), berboncengan dengan temannya bernama Jeremi (16 tahun) sepulang sekolah menuju Batu Town Square (Batos) untuk menghadiri acara perayaan ulang tahun teman mereka.

Mereka berdua berboncengan dengan menaiki sepeda motor Honda Supra, namun tanpa menggunakan helm. Tepat di perempatan Jl. Dewi Sartika – Jl. Pattimura Kota Batu, laju motor mereka dihentikan oleh petugas Polantas.

Petugas polantas tersebut menghentikan mereka karena mereka tak menggunakan helm, dan kemudian setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata STNK sepeda motor yang dikendarai oleh Jeremi tersebut hilang.

Akhirnya mereka diarahkan untuk menuju ke Pos Polantas Kota Batu yang berada di Alun-alun.

Begitu sampai di pos tersbeut, Jeremi langsung diminta oleh polisi polantas di sana untuk mengurus administrasi pelanggaran yang mereka lakukan. Jeremi diarahkan menuju tempat pengurusan administrasi pelanggaran di depan pos.

Sementara Jeremi mengurus administrasi pelanggaran, datang dua orang oknum polantas berinisial Den dan A. Mereka mendekati SRP dan mengarahkan gadis tersebut menuju ke ruangan di belakang pos.

Ruangan tersebut sepi dan gelap, dalam keadaan ketakutan dan cemas, SRP menurut saja pada perintah dua polantas yang membawanya tersebut.

Kemudian salah satu polantas melihat label nama yang berada di dada SRP, namun sepertinya polantas tersebut sengaja melakukan itu agar bisa menyentuh dada gadis remaja tersebut.

Tak berhenti di situ, mendadak salah satu polantas berinisial Den mendekat ke arah SRP dan langsung mencium pipinya. Spontan SRP kaget, namun dia diam saja karena ketakutan.

Polantas lainnya yang beriniasial A hanya diam dan melihat kejadian tersebut, malah justru sempat berkomentar iri dengan apa yang dilihatnya baru saja.

Setelah melakukan pelecehan tersebut, SRP diarahkan lagi menuju depan pos untuk menemui rekannya yang bernama Jeremi.

Kejadian itu rupanya menyebabkan SRP trauma, hingga kemudian dengan didampingi Jeremi dan sejumlah aktivis Yayasan Ujung Aspal Kota Batu, warga Desa Sebaluh, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang itu melapor ke Propam Polres Batu.

Pelaporan dilakukan pada hari Jum’at (10/06/2016), pukul 14.00. setelah menerima laporan tersebut, dua oknum polantas berinisial Den dan A segera dipanggil untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kasus pelecehan ini jelas mencoreng nama baik Kepolisian Indonesia, mengingat bahwa tugas polisi adalah mengayomi masyarakat, bukan malah melakukan tindakan asusila yang meresahkan tersebut.

Sebelumnya, pelecehan seksual juga sempat dilakukan oknum polantas bernama E kepada seorang siswi SMK Kota Malang bernama DSS (16 tahun).

Melihat kejadian beruntun tersebut, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Anton Setiadji, mengeluarkan ancaman pemberhentian untuk oknum polisi cabul, siapapun itu. Semoga ketegasan hukum di Indonesia benar-benar bisa membuat jera para pelaku tindakan kekerasan dan pelecehan seksual.