Gaharu merupakan salah satu komoditi unggulan hasil hutan Indonesia. Hasil dari pohon gaharu ini banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuat parfum, pewangi ruangan, dupa, minyak dan berbagai obat tradisional.

Beberapa penyakit yang bisa disembuhkan antara lain seperti sakit ginjal, sakit gigi, rematik, mual, muntah dan penawar racun. Hal inilah yang menyebabkan gaharu termasuk dalam salah satu sumber devisa untuk komoditi HHBK dengan nilai ekonomi yang tinggi.

Gaharu dapat menghasilkan gumpalan padat dengan warna cokelat kehitaman hingga hitam serta mengeluarkan aroma harum. gumpalan ini didapatkan dari bagian batang, cabang atau akar yang memang dapat menghasilkan getah beraroma harum akibat terinfeksi sejenis mikroba tertentu.

Gumpalan padat ini banyak yang menyebutnya sebagai gubal. Secara alami, gubal dapat dihasilkan pada pohon gaharu yang telah berusia 25 tahun. Mikroba yang menginfeksi tumbuhan ini berjenis fusarium sp. Namun saat ini, dengan teknologi yang semakin maju, kayu gaharu dapat dipanen sejak usia 5 tahun.

Caranya dengan menginjeksi mikroba tersebut ke dalam batang pohon gaharu. Kemudian menunggunya beberapa saat hingga menghasilkan getah dan mengeras menjadi gubal yang siap untuk dipanen. Gubal atau resin inilah yang nantinya berharga sangat mahal.

Tidak sedikit pula industri parfum brand Internasional yang menggunakan gubal gaharu sebagai bahan dasarnya.

Bagi kamu yang penasaran tentang gubal gaharu lebih dalam, ada beberapa klasifikasi gubal gaharu yang nantinya juga menentukan harga di pasaran. Klasifikasi tersebut antara lain;

  • Gubal Gaharu Super. Memiliki warna hitam merata, aroma wangi yang ditimbulkan sangat kuat.
  • Gubal Gaharu Super AB. Memiliki warna hitam kecoklatan, aroma wanginya medium sangat kuat.
  • Gubal Gaharu Sabah Super. Memiliki warna hitam kecoklatan, aroma wanginya medium agak cukup kuat.
  • Gubal Gaharu Kelas C. Memiliki warna hitam dengan garis-garis putih. Berupa kepingan-kepingan tipis dan cenderung rapuh.

Selain gupalnya yang dijadikan komoditi ekspor. Kayu gaharu pun juga laku di pasar internasional. Beberapa negara tujuan ekspor kayu gaharu antara lain seperti Saudi Arabia, Kuwait, Yaman, Uni Emirat Arab, Turki, Singapura, Jepang, China dan Amerika Serikat.

Kayu gaharu ini di negara tujuan kemudian diolah menjadi berbagai macam produk seperti kosmpetik, wewangian, obat-obatan, hingga hio atau dupa.