Salah satu unsur terpenting dalam kebahagiaan adalah kebahagiaan keluarga. Bahkan banyak yang mendedikasikan pekerjaanya, kekayaanya, pendidikannya untuk mencapai kebahagiaan keluarga.

Tidaklah aneh, karena memang di sanalah tempat terbanyak kita menghabiskan waktu, di dalamnya ada orang-orang yang kita cintai dan sayangi. Maka boleh dikatakan kebahagiaan keluargamu adalah kebahagianmu itu sendiri.

Dalam mencapai kebahagiaan keluarga, banyak yang salah persepsi dengan hanya mengejar sisi materi saja. Padahal banyak contoh keluarga yang tidak bahagia walaupun punya materi yang melimpah.

Sesungguhnya faktor kebahagiaan keluarga itu bukan berasal dari luar, tapi dalam diri masing-masing anggota keluarga itu sendiri.

Sikap tiap person dalam keluarga yang paling menentukan, bagaimana cara pandang dan sikapnya kepada anggota keluarga yang lain.

Apa saja sikap yang bisa membawa keluarga menjadi lebih bahagia? Ini dia 6 sikap tersebut.

1Saling Menghormati

tasdiqulquran.or.id

Karena hubungan yang begitu dekat antar anggota keluarga, kadang-kadang yang terlupakan adalah karakter saling menghormati, terutama anak kepada orangtuanya.

Hirarki keluarga yang menempatkan ayah dan ibu sebagai pendidik dan pembimbing anaknya, maka sudah seharusnya anak patuh kepada nasehat orang tua. Tanpa ada rasa menghormati, tidak mungkin anak akan patuh.

Hal ini berlaku juga bagi istri terhadap suaminya. Bahkan seorang ayah juga mesti menghormati keputusan anaknya yang dirasa baik, walaupun berbeda pendapat dengan sang ayah.

2Gemar Meluangkan Waktu untuk Keluarga

ummi-online.com

Sesibuk apapun seseorang, seharusnya tetap meluangkan waktunya untuk keluarga. Kebahagiaan keluarga hanya bisa tercapai jika ada interaksi yang intens antar individu dalam keluarga.

Curahan kasih sayang, saling perhatian, dan juga diselingi dengan canda tawa. Tanda keluagamu bahagia, yakni di saat kamu jauh dari keluarga, kamu begitu merindukan saat-saat bersama keluarga.

3Saling Tolong Menolong

oediku.wordpress.com

Setiap individu dalam keluarga punya tugas dan peran masing-masing. Namun, tidak lantas kaku seperti robot, karenanya semuanya bisa sangat dinamis.

Ayah dan anak yang membantu ibu mengerjakan pekerjaan rumah tangga, juga ibu yang bisa saja membantu mengatasi persoalan pekerjaan ayah.

Kebahagiaan keluarga akan tercapai jika semuanya mencair untuk saling tolong menolong. Dengannya masing-masing individu akan tidak mudah frustasi karena selalu ada keluarga yang saling membantu persoalan dan mendukung dengan sepenuh hati.

4Menjalin Komunikasi yang Baik

hijapedia.com

Mungkin ini yang paling pokok dari semuanya, karena tidak ada kebahagiaan dalam keluarga yang jarang berkomunikasi. Bisa dibayangkan masing-masing akan acuh, tidak saling mengenal, bahkan bisa berujung kebencian.

Dengan komunikasi yang baik, tentu akan membuat antar anggota keluarga saling mengenal, saling memahami, sehingga akan terhindar dari prasangka buruk dan salah paham yang menjadi benih keretakan hubungan.

5Saling Memaafkan

tolongsebarkanlah.blogspot.com

Saat komunikasi sudah berjalan baik saja kadang masih ada riak yang menimbulkan salah paham dan perselisihan, apalagi bagi yang tidak.

Ya, manusia biasa yang memiliki karakter dan ego masing-masing. Pasti selalu ada benturan saat berinteraksi dengan ego yang lain, dan tidak terkecuali terjadi dalam keluarga dan saudara.

Maka sikap ini begitu penting, legowo untuk saling memaafkan jika ada perselisihan. Luapan emosi sesaat itu manusiawi, tapi demi kebaikan janganlah berlarut-larut.

Cooling down, interospeksi kesalahan diri. Jika kesalahan ada pada anggota keluarga yang lain, ariflah untuk memaafkannya terlebih dahulu di dalam hati. Mulai bicara dan cari jalan penyelesaian terbaik.

6Musyawarahkan Keputusan

ippmassi.4umer.com

Ayah memang pemimpin keluarga. Namun tidak berarti anggota keluarga lain tidak dilibatkan dalam mengambil keputusan. Musyawarahlah terlebih dahulu dengan mereka, karena kesalahpahaman sering timbul karena ketidaksepakatan.

Jikalau anak sudah cukup dewasa, libatkanlah sang anak pada musyawarah yang menyangkut masa depan sang anak, seperti dalam pendidikan, pekerjaan, dan pernikahan.