Kehidupan rumah tangga pasti akan mengalami pasang surut. Bukan hanya pasang surut masalah materi namun juga hubungan antara suami dan istri.

Terkadang ada kondisi tertentu yang menyebabkan seorang suami atau seorang istri harus berbohong. Kamu pasti juga merasa ada yang aneh saat pasanganmu berbohong atau dengan kata lain akan timbul kecurigaan.

Kecurigaan inilah yang menyebabkan terjadinya komunikasi yang tidak efektif yang berujung pada pertengkaran hebat. Padahal pertengkaran hebat adalah deteksi awal sebuah keluarga yang tidak harmonis.

www.kaskus.co.id
www.kaskus.co.id

Saat terjadi pertengkaran akan ada salah satu atau keduanya yang merasa tersakiti. Padahal ibarat sebuah piring yang pecah, hati yang tersakiti tak akan bisa kembali seperti semula.

Lalu apakah setiap kebohongan pasangan harus selalu berujung pada pertengkaran hebat? Tentu saja ada hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah pertengkaran ini.

1Jangan Asal Menuduh

www.uyung100.wordpress.com

Refleks setiap orang yang sedang curiga adalah menuduh. Namun, semua orang juga tidak suka jika dituduh. Meskipun tuduhan itu benar sekalipun. Nada bicara orang yang menuduh biasanya seperti merendahkan.

Kamu tidak boleh asal menuduh. Tahan dulu kecurigaanmu dan bersikaplah hangat seperti tidak ada apa-apa. Ingat saat kamu sedang emosi, itu berarti kamu dalam kendali setan.

Jangan sampai emosimu tidak terkontrol dan menyebabkan pertengkaran hebat. Kamu tak hanya akan menyakiti hati pasanganmu, namun kamu juga menyakiti hatimu sendiri. Percayalah menuruti emosi buta akan berujung pada penyesalan.

2Jangan Sampai Anak Mengetahui

www.muslimah.or.id

Anak-anak sama sekali tidak boleh mengetahui bahwa ayah ibunya sedang mengalami masalah. Selain membebani pikiran anak yang masih kecil-kecil, bertengkar juga membuat kredibilitasmu hancur di mata anak-anak.

Anak-anak merasa bahwa orang tua mereka tidak bijaksana. Ia akan semakin sulit diarahkan oleh kamu dan pasanganmu.

Efek buruk yang lain adalah anak merasa tidak aman. Ayah dan bunda adalah tempat berlindungnya. Pertengkaran ayah bunda membuatnya merasa bahwa ayah dan bunda tidak pantas untuk dijadikan tempat berlindung.

Hindari menjelek-jelekan pasangan dihadapan anak-anak. Hal ini sama saja kamu semakin menyulut api pertengkaran.

3Berbicaralah dari Hati ke Hati

www.buktidansaksi.com

Saat pasanganmu sudah mulai merasa nyaman dan kamu sudah bisa mengendalikan emosi, maka mulailah untuk berbicara dari hati ke hati. Lebih baik selesaikan masalah ini di kamar saat hanya ada kamu dan pasanganmu.

Tataplah mata pasanganmu dan ungkapkan isi hatimu dengan lembut. Biasanya jika pasanganmu memang bersalah maka ia akan menghindari tatapan matamu.

Peganglah tangannya dan katakan bahwa kamu mencintainya. Semua permasalahan ini harus segera terselesaikan. Jika perlu peluklah pasanganmu. Maka hati pasanganmu akan mencair dan akan mengatakan kebenarannya dengan perlahan.

4Bersabarlah

www.khayranassyifah.wordpress.com

Bagaimana jika cara di atas sudah kamu lakukan tapi kamu masih merasa pasanganmu berbohong? Jawabannya adalah bersabarlah. Kunci utama menjaga keharmonisan bersama pasangan adalah kesabaran dan tidak terpancing emosi.

Percayalah bahwa pasanganmu tak ada maksud sama sekali untuk menyakitimu. Mungkin memang pasangamu memiliki alasan yang sangat kuat mengapa ia belum menceritakan kebenaran kepadamu.

Tetaplah bersikap baik kepada pasanganmu seraya berdoa akan jalan keluar yang terbaik kepada Allah. Allah adalah sebaik-baik pelindung dan pemberi keputusan.

Memang tak mudah untuk bersikap demikian. Namun, jika kamu menuruti emosi juga tak akan menyelesaikan masalah. Emosi justru hanya menambah masalah menjadi semakin rumit.

www.sitasahara.blogspot.com
www.sitasahara.blogspot.com

Jika syetan di dalam hati sudah mulai berbisik untuk meluapkan emosi, ingatlah akan masa depan anak-anak. Keharmonisan rumah tangga jauh lebih penting dibandingkan menuruti kepuasan hatimu saja.

Jangan bosan untuk mengulangi berbicara dari hati ke hati. Sekeras-kerasnya batu, ia akan melunak dengan tetesan air. Sekeras-kerasnya hati, ia akan tersentuh dengan ketulusan dan kesabaran.

SHARE