Bumi sebagai planet paling nyaman untuk ditinggali manusia telah mengalami banyak kerusakan yang disebabkan keserakahan manusia sendiri.

Ilmuwan-ilmuwan terus melakukan penelitian apakah ada tempat tinggal lain di luar angkasa. Berawal dari bulan kemudian ke planet-planet lain di Galaksi Bimasakti.

Salah satu planet yang dianggap memungkinkan sebagai tempat tinggal manusia adalah Planet Mars. Mars adalah prioritas utama dari beberapa planet yang telah diteliti NASA.

www.youtube.com
www.youtube.com

Apabila tidak mungkin manusia berpindah ke planet tersebut, setidaknya Planet Mars dapat dijadikan sebagai tujuan wisata orang-orang berduit banyak yang sudah bosan berlibur keliling dunia.

Namun, apakah benar ada kehidupan di planet merah ini? Beberapa fakta ilmiah ini dapat menjadi jawaban yang logis dari pertanyaan tersebut.

1Telah Ditemukan Lapisan Es

www.d7news.com

NASA sebagai Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat menerbitkan jurnal Science yang dirilis Kamis, 5 Maret 2013.

Studi ini menyatakan bahwa Planet Mars pernah ditutupi lapisan es sedalam 137 meter. Ini sama halnya hampir setengah dari belahan Bumi utara Mars. Di beberapa area terdapat kedalaman air yang lebih besar dari 1 mil atau 1,6 kilometer.

Dapat kamu bayangkan bahwa wilayah lautan ini lebih besar dibandingkan Samudra Artik di Bumi.

2Telah Ditemukan Aliran Air

www.blog.al-habib.info

Beberapa laporan perkembangan terakhir telah ditemukan waduk air di bawah tanah yang luas. Hal ini bukanlah isapan jempol belaka, namun telah diberikan beberapa bukti yang cukup kuat.

Pada Rabu, 30 September 2015 dipublikasikan Daily Mail bahwa NASA telah melaporkan pengumuman bahwa air telah menyebabkan garis-garis gelap di permukaan Planet Mars.

Air tersebut bisa berbentuk cair seperti air di permukaan bumi. Penemuan ini disebut sebagai RSL dan biasa muncul di sekitar lereng selama musim hangat di Planet Mars.

Namun, saat Planet Mars mengalami musim dingin, maka RSL ini akan memudar. Di tahun selanjutnya saat Planet Mars mengalami musim panas, RSL ini kembali muncul.

NASA menduga bahwa RSL tersebut mengandung garam yang sangat tinggi. Seperti telah kita ketahui bahwa air yang mengandung garam tinggi akan dapat mempertahankan wujud cairnya meskipun di suhu rendah sekalipun.

Garis-garis gelap yang ditemukan biasanya terjadi di daerah yang miring. Hal ini menjelaskan bahwa garis gelap tersebut merupakan air yang mengalir.

Namun, para peneliti masih belum yakin apakah air tersebut berasal dari akuifer atau hanya dari es yang mencair.

Ditemukannya air ini merupakan kabar yang lebih menggembirakan dibandingkan sekedar penemuan es. Pasalnya semua kehidupan bermula dari air. Hal ini memberikan secercah harapan bahwa di Planet Merah ini kemungkinan terdapat kehidupan.

3Suhu Dingin di Mars Sangat Ekstrim

www.six-ooninele.blogspot.com

Meskipun terdapat beberapa berita yang menggembirakan, namun kita juga tidak boleh lupa bahwa Mars memiliki beberapa karakter yang tidak memungkinkan untuk manusia tinggal di sana.

Bumi memiliki rata-rata temperatur 14C. Namun Planet Mars memiliki suhu rata-rata -63C. Suhu ini sangat ekstrim untuk bisa ditinggali manusia di dalamnya.

Jika manusia akan tinggal di sana, maka harus menciptakan sebuah alat yang canggih agar dapat melindungi tubuh dari suhu sangat dingin ini.

4Atmosfer Planet Mars yang Sangat Minim

id.wikipedia.org

Lapisan atmosfer Bumi 100 kali lebih padat dibandingkan lapisan atmosfer Planet Mars. Jika ada manusia yang tinggal di Planet Mars akan sangat beresiko ada benda-benda langit yang jatuh ke permukaan planet ini.

www.henzr.blogspot.com
www.henzr.blogspot.com

Selain itu atmosfer di Planet Mars mengandung 96% karbondioksida. Sisa lapisan atmosfer memiliki kandungan gas argon, nitrogen, dan gas berbahaya lainnya. Hal ini tentu saja sangat beracun bagi tubuh manusia.

SHARE