Saat sebuah ikrar terucap dihadapan para saksi, saat itulah kamu memutuskan untuk menyerahkan seluruh hidupmu untuk pasangan. Pasangan adalah pakaian untukmu. Begitu juga kamu adalah pakaian untuk pasanganmu.

Kekurangan pasangan adalah kekuranganmu yang harus kamu tutupi. Namun, kodrat seorang wanita tak bisa menyimpan permasalahan dalam hidupnya sendiri.

www.riskamulyo.wordpress.com
www.riskamulyo.wordpress.com

Bagaimanapun juga kamu harus dapat menahan diri untuk tidak mudah menceritakan permasalahan keluarga dengan pihak luar. Permasalahan sepele yang terlanjur kamu ceritakan dengan orang lain dapat berubah menjadi besar.

Berikut ini hal yang harus kamu hindari saat pasangan memiliki kekurangan agar biduk rumah tangga tidak goyah.

1Jangan Mudah Up Date Status di Sosial Media

www.akhwat.gamis-jersey.com

“Seorang kepala keluarga tidak seharusnya egois dan ingin menang sendiri. Ia wajib mengayomi.” begitu contoh sebuah status di dunia maya.

Saat ini dunia memang ada dalam genggaman. Cukup menggerakan jemari tangan maka dunia terbuka lebar. Terlebih dengan melimpahnya berbagai sosial media.

Sosial media seakan menjadi kebutuhan yang wajib di up date setiap hari. Begitu juga saat rumah tangga sedang mengalami masalah. Seakan kamu tidak bisa mengerem untuk tidak mencurahkan isi hati pada akun sosial media.

Mungkin kamu berusaha menutupi status keluhan kekurangan suamimu dengan kata-kata puitis.

Namun, jika kamu meng-update dengan tema yang sama setiap hari, maka friend ataupun follower akun sosial media dapat mengetahui rahasia rumah tanggamu.

Permasalahan ini akan memberikan efek domino permasalahan yang lebih besar.

2Jangan Menceritakan pada Anak

www.majelismuslimah.web.id

Anak berhak mendapatkan kasih sayang dan perhatian orang tua. Dunianya adalah dunia ceria, bahagia, dan penuh semangat belajar hal-hal baru. Tak semestinya orang tua membuat suram dunianya dengan cerita permasalahan orang tua.

Saat kamu ada masalah dengan suami, jangan tunjukkan di hadapan anak. Tunjukan di hadapan anak bahwa orang tuanya dalam kondisi harmonis.

Jangan sekali-kali mengeluhkan kekurangan pasangan kepada anak. Lebih-lebih jangan sampai bertengkar dan cekcok dengan pasangan dihadapan anak. Hal ini dapat mengganggu perkembangan psikologis anak.

3Jangan Menceritakan pada Orang Tua atau Mertua

www.azaleav.com

Orang tua dan mertua semakin hari semakin bertambah lemah. Saat melepas anaknya mengarungi biduk rumah tangga, orang tua menaruh harapan anaknya akan lebih bahagia dalam hidupnya.

Sudah sepantasnya kita sebagai anak dan menantu tidak membebani orang tua dengan permasalahan rumah tangga kita. Terlebih biasanya orang tua memikirkan dengan berat sebuah permasalahan hingga berpengaruh pada kesehatan fisiknya.

Selain itu saat kamu menceritakan kekurangan suami pada mertua, justru mertua akan kehilangan respek padamu. Ia menganggap kamu tidak bisa merawat suami.

Sebaliknya jika kamu menceritakan pada orang tuamu, maka suamimu tidak akan berharga di hadapan orang tuamu.

4Jangan Menceritakan pada Laki-laki Lain

www.muslimahcorner.com

Menceritakan kekurangan pasangan pada laki-laki lain adalah pintu pertama setan untuk masuk ke dalam jurang perselingkuhan. Mungkin awalnya kamu hanya nyaman bercerita lewat dunia maya tentang permasalahan rumah tanggamu.

Namun, lama kelamaan setan akan menggoda untuk berjanji bertemu dengan dia. Lama kelamaan bukan tidak mungkin terjadi perzinaan.

Pasanganmu adalah laki-laki yang kamu pilih sendiri dari sekian banyak pilihan. Di dunia ini tak ada manusia yang sempurna. Suamimu tentu bukan manusia sempurna. Begitu pula denganmu yang bukan merupakan sosok istri sempurna.

Jika terdapat permasalahan rumah tangga terkait kekurangan pasangan, selesaikanlah permasalahan tersebut di dalam kamar.

www.alienco.net
www.alienco.net

Komunikasikan dengan lembut bersama pasangan seraya menggenggam tangannya, membelainya, memeluknya, dan menciumnya.

Bukankah di antara kamu dan pasanganmu sudah tidak ada lagi rahasia yang harus ditutupi?

SHARE