Belajar financial planning itu penting. Tetapi sayangnya masih ada orang yang menganggap sepele ilmu ini. Mereka mengira bahwa tidak perlu belajar ilmu ini pun, orang akan tetap bisa hidup.

Eits, tunggu dulu. Justru dengan memahami ilmu perencanaan keuangan, kamu akan dapat manfaat lebih dan bisa mengelola pemasukan dengan sangat baik.

Kamu harus tahu 5 alasan kenapa belajar financial plann itu penting;

1Kenaikan Pengeluaran dan Pendapatan Tidak Seimbang

money101.co.za

Inflasi atau kenaikan harga barang-barang menyebabkan daya beli berkurang.

Meskipun kalau dihitung-hitung kenaikan UMR per-tahunnya bisa melebihi angka inflasi yang ditetapkan Pemerintah, sayangnya yang kita hadapi adalah inflasi personal yang nilainya bisa lebih besar dari angka inflasi umum.

Financial planning memberi tau kita masalah ini dan juga memberikan solusinya.

2Agar Tidak Mudah Ditipu

palembang.tribunnews.com

Dengan belajar financial planning, literasi tentang produk keuangan akan makin bertambah sehingga paling tidak ketika kita menggunakan suatu produk keuangan, kita sudah mengetahui dengan pasti return dan segala risiko yang akan dihadapi.

3Agar Tahu Pilihan Produk Investasi

pekanbaru.tribunnews.com

Produk investasi yang ada di Indonesia semakin bertambah setiap tahun, baik dalam bentuk real asset maupun financial asset.

Disinilah kita dituntut untuk belajar mengetahui produk-produk investasi tersebut melalui ilmu financial planning.

Dengan demikian, kita akan memiliki lebih banyak alternatif produk investasi, tidak lagi terbatas pada tabungan dan deposito.

4Umur Produktif Manusia Terbatas

veteranstodaymoney.com

Selama hidupnya, manusia pasti membutuhkan biaya. Nah, untuk bisa memiliki passive income saat pensiun, tentu butuh modal yang tidak sedikit.

Dalam ilmu financial planning-lah, masalah ini menjadi salah satu tujuan keuangan yang wajib dipenuhi untuk memastikan kita bisa menjalani masa tua dengan tenang.

5Lebih Sadar dengan Kondisi Keuangan

ummi-online.com

Alasan lain kenapa butuh belajar financial planning adalah agar kita bisa lebih peduli dengan keuangan sendiri. Karena kita dituntut untuk punya financial habit yang baik.

Contohnya, membuat anggaran pengeluaran, mencatat setiap pengeluaran bulanan, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, membatasi penggunaan utang konsumtif, dll.

Meskipun terlihat sederhana, ternyata tidak semua orang bisa mempraktikkannya dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.