Sistem penanggalan pada Kalender Hijriah didasarkan pada perubahan frase Bulan, dari bulan penampakan hilal atau bulan sabit tipis ke hilal berikutnya. 1 periode hilal sama dengan 1 periode sinodis bulan, lamanya adalah 29,5306 hari.

Berbeda dengan Kalender Masehi yang digunakan di seluruh dunia untuk kepentingan administrasi, Kalender Bulan biasanya digunakan untuk keperluan ritual agama dan tradisi.

kiki widyasari dan kalender islam
hidayahsalaf.blogspot.com

Kedua kalender tersebut, sama-sama terdiri dari 12 bulan. 1 tahun Hijriah memiliki 12 periode sinodis bulan atau 354,366 hari, dibulatkan menjadi 354 hari atau 355 hari untuk tahun kabisat.

Kalender Masehi didasarkan pada peredaran Bumi mengelilingi Matahari dari satu titik tertentu yang disebut solstis atau equinox kembali ke titik itu.

Lama perjalanan Bumi mengelilingi Matahari adalah 365,2422 hari disebut tahun tropis, dibulatkan menjadi 365 hari atau 366 hari untuk tahun kabisat.

Perbedaan jumlah hari dalam satu tahun Hijriah dan Masehi menyebabkan pelaksanaan ibadah Ramadhan, perayaan Idul Fitri, dan Idul Adha selalu maju 10-12 hari dari tahun sebelumnya.

KALENDER 2016 - Lengkap Masehi, Hijriyah - Jawa (1001desaingratis.blogspot.com)
1001desaingratis.blogspot.com

Selisih 10 hari lebih maju terjadi jika tahun Kalender Hijriah adalah tahun kabisat dan tahun Kalender Masehi-nya adalah tahun biasa atau tahun basit (pendek). Tetapi, jika 12 hari lebih maju terjadi pada tahun Hijriah-nya tahun biasa dan tahun Masehi-nya termasuk tahun kabisat.

istem penanggalan memakai Bulan sebagai acuan disebut Penanggalan Bulan (lunar/qamariyah). Kalender Jepang juga memakai periodisitas penampakan Bulan.

Sedangkan, Penanggalan memakai Matahari sebagai acuan, yaitu Kalender Masehi atau Kalender Kristiani atau Penanggalan Matahari (Solar/Syamsiyah).

Sedangkan Kalender China dan Yahudi memadukan sistem penanggalan Matahari dan Bulan secara bersamaan atau menggunakan sistem penanggalan Matahari-Bulan (Luni-Sonar).

Itulah perbedaan yang membuat Bulan Ramadhan selalu datang lebih awal tiap tahunnya, sehingga kita tidak pernah merasakan hari pertama puasa di tanggal yang sama maupun saat Idul Fitri dan Idul Adha.

Ada kemungkinan nanti kita akan berpuasa pada bulan Januari dan tidak dapat dipungkiri kemungkinan juga akan merasakan bulan puasa sebanyak 2 kali dalam 1 tahun Masehi.

Wah, tentu kamu sangat penasaran bukan?