Dan sesungguhnya, setiap yang terlahir kedunia ini dilahirkan dalam keadaan suci. Maka orangtualah yang berperan menjadikannya Islam, Yahudi, Nashrani atau Majusi.

Akan tetapi manusia tak hanya dilahirkan dalam keadaan suci, ia juga di ciptakan dengan sebaik-baik bentuk.

لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

“sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”(At-Tin : 4)

Maka dari itu setiap manusia normal seharusnya mampu memilih dan memilah, mampu membedakan, menentukan mana yang benar dan mana yang salah, yang baik dan buruk.

Sama hal nya ia dapat membedakan antara yang iman dan kafir. Menjadi muslim yang mampu berkomitmen dengan segala konsep dan ketentuan dalam Islam, atau hanya menjadi manusia yang memiliki label Islam di KTP belaka.

Nah! Lalu muncul pertanyaan, apa alasanmu memilih Islam? Mungkin ini bisa menjadi jawaban atas pertanyaan yang kamu bisa jadi kesulitan menjawabnya.

1Perjanjian dengan Allah

www.aimislam.com

Allah berfirman :

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَن تَقُولُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَٰفِلِينَ

 

”Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, (Al-A’raf 172)

Dalam ayat tersebut telah di ceritakan bahwa sesungguhnya manusia telah ditanya ketika masih berada di dalam sulbi. Dan manusia menjawab jika memang betul Allah adalah tuhannya manusia.

2Iman yang Tidak Dapat Diwarisi

www.dailyrepublic.com

Seseorang memilih agama Islam sebagai agamanya juga karena menyadari bahwa iman tidak bisa diwarisi dari orangtua atau nenek moyang kita. Iman dan Islam bukanlah perkara yang secara otomatis diwariskan dari orang-tua kepada anak-keturunannya.

Menjadi orang beriman harus melalui sebuah perjuangan memelihara iman dan tauhid serta kesungguhan doa kepada Allah agar senantiasa menunjuki jalan hidayah dan keselamatan di Dunia dan di Akhirat.

Seorang ustadz yang alim dan sholeh tidak serta-merta mempunyai anak-keturunan yang juga alim dan sholeh. Jangankan seorang ustadz, bahkan seorang Nabiyullah-pun tidak selalu anaknya pasti menjadi orang beriman.

3Islam Agama yang Rahmatan lil ‘alamin

ariansahidi.blogspot.com

Islam adalah rahmat bagi semesta alam. Sesungguhnya Islam adalah agama yang paling cocok dengan hati naluri manusia.

Bayangkan saat ini ketika seseorang bertanya kepadamu, “Hukuman apa yang layak diberikan bagi orang yang dengan sengaja membunuh bapakmu?”. Tentu jawaban terbanyak adalah “Dia harus dibunuh.”

Didalam islam, hukuman bagi seseorang yang telah melakukan pembunuhan akan dibalas dengan dibunuh, ini dinamakan dengan qishosh.

Begitulah islam mengatur hukum dan tata cara hidup manusia. Islam lah yang paling mengerti akan keadaan manusia. Mulai hal-hal yang kebanyakan manusia menganggap itu adalah hal yang sepele, namun Islam membahasnya dengan sangat detail.

Islam memperhatikan seluruh aspek kehidupan manusia. Seorang miskin yang tak memiliki harta apapun, tak akan kalah dengan si kaya yang bisa kapan saja dan dimana saja menginfakkan hartanya.

Si miskin masih bisa bersedekah dengan senyuman, si miskin masih bisa bersedekah dengan perkataan-perkataan yang yang baik, karena berkata baik adalah merupakan sedekah.

Begitulah bagaimana Islam menjadi agama yang benar untuk di pegang teguh oleh manusia.

SHARE