Kerajaan Aceh termasuk dalam kerajaan Islam yang pernah ada di Nusantara. Tepatnya berdiri di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Kerajaan ini berada di utara Pulau Sumatera dengan Bandar Aceh Darussalam sebagai ibukotanya.

Kerajaan ini telah berhasil mengembangkan pola dan sistem pendidikan berbasis militer. Komitmennya dalam menentang imperialisme bangsa Eropa di bumi Nusantara semakin memperkokoh sistem pendidikan tersebut.

Ditambah lagi, Kerajaan Aceh juga mengembangkan pusat-pusat pengkajian ilmu pengetahuan sehingga mencetak banyak ulama yang banyak tersebar di seantero ranah Melayu. Kerajaan Aceh juga menjalin hubungan diplomatik dengan negara lain.

Dengan keberadaannya hingga ratusan tahun, tentu peninggalan sejarah Kerajaan Aceh yang pernah berjaya ini dengan mudah dapat kita temui di wilayahnya yang dahulu. Bagi kamu yang penasaran, yuk simak ulasannya berikut ini.

1Masjid Tua Indrapuri

portalsatu.com

Bangunan ini memang sudah berumur ratusan tahun. Memiliki bentuk segi empat sama sisi dan memiliki bentuk yang khas seperti candi. Sebelum keberadaan Kerajaan Aceh, bangunan ini memang diperuntukkan sebagai benteng sekaligus candi Kerajaan Hindu ketika itu.

Sehingga pada abad ke-13 Masehi ketika pengaruh Islam memasuki wilayah Aceh, bangunan candi ini kemudian berubah fungsi menjadi masjid. Menurut sebagian ahli, Masjid Indrapuri diperuntukkan sebagai masjid di masa Sultan Iskandar Muda yang berkuasa pada Tahun 1607 – 1637 Masehi.

2Benteng Indrapatra

arieyamani.blogspot.com

Benteng Indrapatra dibangun oleh Kerajaan Lamuri, sebuah kerajaan Hindu yang pernah berdiri di Aceh. Pada masa kejayaan Sultan Iskandar Muda, benteng ini masih juga digunakan sebagai tempat pertahanan melawan Portugis.

Sultan Iskandar Muda ketika itu memberi tugas kepada Laksamana Malahayati untuk memimpin pasukan. Beliau adalah seorang laksamana perempuan pertama di dunia yang memimpin pasukan untuk sebuah misi pertahanan sebuah negara.

3Meriam Kesultanan Aceh

googleusercontent.com

Tepatnya di masa Kekhalifahan Turki Utsmani yang saat itu dipimpin oleh Sultan Selim II, beberapa ahli pembuat senjata dan teknisi dikirimkan oleh beliau ke Kerajaan Aceh. Mereka kemudian mentransfer ilmu dan keterampilan dalam membuat senjata meriam berbahan kuningan.

Pada akhirnya, masyarakat Aceh pun dapat memproduksi meriam sendiri sebagai alat pertahanan dalam menghadapi serangan penjajah.

4Hikayat Prang Sabi

peradabandunia.com

Hikayat Prang Sabi merupakan suatu karya sastra yang banyak berbicara tentang urgensi jihad. Karya sastra ini ditulis oleh para ulama Aceh yang bermaksud untuk mengajak, menasehati dan menyerukan untuk turut serta berjihad menegakkan agama Allah dari serangan kaum kafir penjajah.