Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan besar yang pernah ada di Indonesia. Semasa jayanya, Majapahit menguasai sebagian besar nusantara ditambah semenanjung Melayu hingga pulau Papua.

Selain terkenal dengan daerah kekuasaannya, Majapahit juga terkenal dengan karya sastranya. Sastra pada zaman Majapahit berkembang pesat.

Hasil sastranya dapat dibagi menjadi zaman Majapahit Awal dan Majapahit Akhir.

1Sastra Zaman Majapahit Awal

majapahitwilwatikta.blogspot.com

Pada zaman Majapahit awal, ada beberapa karya sastra yang telah dibuat, seperti Negara Kertagama, Sutasoma, Arjunawiwaha, Kunjarakarna dan juga Parthayajna.

Kitab Negara Kertagama adalah karangan dari Empu Prapanca. Isi kitab ini menceritakan tentang keadaan kota Majapahit. Selain itu, diceritakan juga tentang daerah-daerah yang ditaklukkan Majapahit.

hirolong.tumblr.com
hirolong.tumblr.com

Cerita perjalanan Raja Hayam Wuruk mengunjungi daerah-daerah kekuasaannya juga dituliskan dalam kitab ini. Selain itu, disebutkan adanya upacara Sradda mengenai pemerintahan dan kehidupan keagamaan zaman Majapahait.

Isi kitab ini lebih mirip sumber budaya dibandingkan dengan sumber sejarah politik. Sebab, cerita mengenai raja-raja yang berkuasa hanya dituliskan singkat. Terutama raja-raja Singasari dan Majapahit lengkap dengan tahun.

diskusiwarungkopi.blogspot.com
diskusiwarungkopi.blogspot.com

Kita kedua pada zaman awal Majapahit dikarang oleh Empu Tantular. Kitab ini dikenal sebagai Kitab Sutasoma.

Isi kitab ini menceritakan seorang anak raja yang kemudian memilih menjadi pendeta Buddha. Sang pendeta diceritakan bersedia mengorbankan dirinya untuk kepentingan semua makhluk yang ada dalam kesulitan.

ruanasagita.blogspot.com
ruanasagita.blogspot.com

Oleh karenanya, banyak orang yang merasa tertolong olehnya.

Kitab ini juga memuat ungkapan “Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrawa”, yang pada masa kini dipakai sebagai motto Negara kita.

akucintanusantaraku.blogspot.com
akucintanusantaraku.blogspot.com

Kitab selanjutnya dikarang oleh Empu Tantular, yakni Kitab Arjunawiwaha. Menurut kitab ini, tokoh pahlawan bernama Arjuna Sasrabahu berhasil mengalahkan sosok raksasa yang mengganggu keamanan.

Kitab Kunjarakarna menceritakan tentang raksasa Kunjarakarna. Tetapi kitab ini tidak diketahui pengarangnya.

Diceritakan jika raksasa Kunjarakarna ingin menjadi manusia. Karena ketaatannya pada agama, akhirnya keinginan raksasa ini dikabulkan.

Kitab lain yang juga tidak diketahui pengarangnya adalah kitab Parthayajna. Kitab ini berisi kisah Pandawa yang kalah pada permainan dadu dan kemudian mengembara di hutan.

2Sastra Zaman Majapahit Akhir

fortunamedia.blogspot.com

Berbeda dengan sastra zaman Majapahit awal, sastra zaman Majapahati akhir telah ditulis dengan aksara Jawa. Bentuknya pun berupa tembang (kidung) dan ada pula yang berbentuk gancaran (prosa).

Pertama, Kitab Pararaton. Isi kitab ini sebagian besar adalah dongeng tentang raja-raja Singasari dan Majapahit. Selain itu, juga diceritakan tentang Jayanegara, pemberontakan Ranggalawe dan Sora, serta peristiwa Bubat.

Kedua adalah Kitab Sudayana. Cerita utama dalam kitab ini adalah tentang Peristiwa Bubat.

Peristiwa ini diawali dengan rencana pernikahan. Sayangnya rencana itu berubah menjadi medan pertempuran antara Pajajaran dan Majapahit di bawah pimpinan Gajah Mada.

Dalam pertempuran ini, raja Sunda (Sri Baduga Maharaja) terbunuh bersama para pembesarnya. Ini membuat sang putri yang sedianya akan menikah pun sedih.

Putri Dyah Pitaloka akhirnya memutuskan bunuh diri menyusul keluarganya. Kitab ini sendiri ditulis dalam bentuk kidung.

zainbie.com
zainbie.com

Kitab selanjutnya adalah Kitab Sorandakan. Bentuknya adalah kidung yang menceritakan tentang pemberontakkan Sora terhadap Raja Jayanegara di Lumajang.

Kisah sejarah pemberontokkan Ranggawale juga ditulis dalam Kitab Ranggalawe yang juga berbentuk kidung. Kitab ini mengisahkan pemberontakkan yang terjadi di Tuban terhadap Raja Janagegara.

Riwayat pendiri Majapahit juga ditulis dalam bentuk kidung. Kisah ini terangkung dalam Kitab Panjiwijayakrama, yang menceritakan Raden Wijaya hingga menjadi raja Majapahit yang pertama.

Kisah penaklukkan Bali oleh maha patih Gajah Mada dan Aryadamar juga dituliskan dalam sebuah kitab bernama Kitab Usana Jawa.

Selain kitab-kitab berisi cerita sejarah, ada juga kita yang menceritakan dongeng atau legenda yang dipercaya masyarakat.

Salah satunya adalah Tantu Panggelaran. Dalam kitab ini diceritakan tentang pemindahan gunung Mahameru ke Pulau Jawa oleh Dewa Brahma, Wisnu dan Siwa.

Selama pemindahan itu, ada beberapa bagian Mahameru yang tercecer. Dan kini dikenal sebagai gunung-gunung di Pulau Jawa.

Kitab selanjutnya adalah Kitab Calon Arang. Kitab ini menceritakan kisah tukang tenung bernama Calon Arang.

Calon Arang dikisahkan hidup di masa pemerintahan Raja Airlangga. Dia memiliki putri yang sangat cantik. Tapi, tidak ada yang mau meminangnya karena takut pada ibunya.

Calon Arang yang marah dan merasa terhina lalu menyebarkan penyakit ke seluruh negeri. Atas perintah Airlangga ia dapat dibunuh oleh Empu Bharada.