14 tahun lalu. Malam ini, Soeharto memanggil Habibie dan memutuskan besok akan mundur sebagai Presiden. Sejarah telah dibuat. SBY dari sananya peragu. Malam 20 Mei 98, dia mengatakan ke Ryaas Rasyid, Soeharto turunnya 6 bulan – 1 tahun lagi. Kata Ryaas, SBY memang ragu. 14 tahun lalu. Soeharto: Saya memutuskan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden RI terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini. Malam sebelumnya Wiranto sudah bolak balik 3 kali dari Cendana – Mabes Hankam. Untuk memastikan apa benar Pak Tua akan mundur. Wiranto, Hari Sabarno, SBY meeting dengan Ryaas Rasyid. Disana SBY bilang, Pak Harto mundur 6 bulan – 1 tahun lagi. SBY ragu-ragu.

Tapi setelah Habibie dipanggil malam itu juga. Diberi tahu bahwa ia akan melanjutkan jabatan Kepresidenan yang ditinggalkan. Habibie mengingat. Pagi hari 21 Mei itu. Soeharto sama sekali tidak menyapa. Pas Soeharto datang, Habibie berdiri. Tapi ia melengos. Habibie selesai disumpah. Soeharto menyalami tidak berbicara apapun. Itu pertemuan terakhir. Kelak Habibie berupaya bertemu, tapi ditolak.

Pada puku 08.45 Harmoko, Syarwan Hamid,  Abdul Gafur, Fatimah Ahmad,  Ismail Hasan Metareum menemui pak Harto di Ruang Jepara. Ada lagi dokumen lain lagi? Harmoko: Tidak ada pak. Pak Harto: Baik kalian disini saja, saya akan laksanakan sesuai pasal 8 UUD 45. Semua diam saja ketika Pak Harto pergi ke Credential Room. Tidak ada TV di ruang Jepara,  mereka tak tahu apa yang terjadi di luar. Syarwan Hamid bilang, wah jangan-jangan Pak Harto tidak jadi mundur. Bisa saja dipengaruhi orang dekatnya. Harmoko hanya diam tercekat. Harmoko tentu mengingat dia sebagai orang dekat yang meminta Pak Harto maju jadi Presiden lagi, tapi dia juga yang menjadi “brutus”.

koleksitempodoeloe.blogspot.com
koleksitempodoeloe.blogspot.com

Setelah pengunduran diri. Pak Harto kembali ke Ruang Jepara. Ia berkata ke mereka yang menunggu. Saya sudah tidak menjadi Presiden lagi. Mbak Tutut yang mengikuti  Pak Harto, tampak matanya merah, menangis. Syarwan Hamid jadi mau ikut menangis. Pak Harto dengan sikap menghormat, setengah membungkuk dengan tangan disilang didepan bawah perutnya. Kenang Syarwan Hamid. Soeharto kemudian didampingi Tutut dan Wiranto perlahan memasuki  mobil. Platnya bukan lagi B 1 tapi B 2004 AR.

Sebenarnya Pak Harto tidak mau mundur. Ia hanya ingin merombak kabinet saja. Habibie bilang, Pak Harto maunya mundur tanggal 23 Mei. Ia mundur setelah melantik Kabinet Reformasi.  Habibie bilang, saya tidak mau meneruskan kabinet yang tidak saya kenal Pak. Sebelumnya Pak Harto juga menerima penolakan Nurcholis Madjid untuk bergabung dalam kabinet resuffle ini, via Quraish Shihab. Pak Harto bilang, Kalau begitu saya tidak dipercaya, karena orang semoderat Nurcholis Madjid pun tidak mau bergabung di Komite Reformasi. Ditambah dengan pernyataan 14 Menteri kabinet lama, yang dipimpin Ginanjar Kartasasmita untuk tidak mau masuk di kabinet baru.

Sehari sebelumnya Mensesneg masih berusaha membujuk Nurcholis Madjid dan Malik Fajar untuk mau bergabung di Komite Reformasi. Oke deh saya bantu. Kata Malik Fajar, lalu dia mengajak Anien Rais. Yang ditolak. ‘Edan apa’ kata Amien Rais. Mantan Wapres Sudharmono senang Malik Fajar mau masuk Komite Reformasi. Dia telpon dan bilang terima kasih karena mau. Kata Malik Fajar. Bukannya mau pak. Saya diperintah. Kan Menteri Agamanya Quraish Shihab, saya dirjen, nggak bisa ngomong apa-apa.

Tetapi kemudian Yusril Ihza Mahendra bilang ke Mensesneg Saadilah Mursid, bahwa banyak yang menolak jadi anggota Komite Reformasi. Kata Saadilah, Kenapa you bilang begitu? lalu Yusril memberikan surat yang dititipkan Akbar Tanjung. Begitu membaca, Saadilah gemetar. Yusril mengungkapkan. Saadilah gemetar, dan berkata sebagian orang-orang ini masih akan menjadi Menteri lagi. Ternyata dari 16 Menteri yang dibawah Menko Ginanjar, hanya 2 yang menolak. Yakni Fuad Bawazier dan Bob Hassan. Kata Bob Hassan. Sebagai orang dekatnya, Bagaimana saya bisa meninggalkan Pak Harto pada saat ia mengalami kesulitan. Surat pernyataan pengunduran 14 menterinya, jadi gong yang membuat Pak harto terluka, sehingga memutuskan berhenti pada tanggal 21 Mei.

Pada tanggal 21 Mei itu, Harmoko masih bingung. Apa pengunduran diri Pak Harto konstutusional. Lalu ia mencari-cari Ketua MA, Sarwata. Pas ketemu, Harmoko tanya. Kata Sarwata, bisa pak. Sarwata kasih contoh pengalihan jabatan dari Kennedy ke Lyndon B Johnson. Harmoko belum puas. “Saya minta pernyataan tertulisnya Pak “. Ketika menyalami Habibie dia ketemu lagi Sarwata, dan minta jangan lupa.

wikipedia.org
wikipedia.org

Tapi ada pakar hukum seperti Loebby Loqman dan Dimyati Haryono, yang mengatakan pengunduran diri itu penyimpangan dari UUD 45. Itu bertentangan dengan pasal 9 UUD 45 yang mengatakan, Presiden dan Wapres berjanji dihadapan MPR atau DPR. Seharusnya Soeharto memgembalikan mandatnya ke MPR, baru diproses. Tidak bisa diberikan mandat itu kepada Habibie. Menurut Dimyati Hartono. Tindakan Soeharto ini karena ingin menyembunyikan kewajiban konstitusional untuk memberi pertanggungjawaban ke MPR.

Rektor Universitas Pitsburg, Prof Donal Wilson pernah ditanya Pak Harto tahun 88. “Beri tahu saya, berapa lama lagi saya terus berkuasa”. Prof Wilson mengelak. Lalu Soeharto bilang, Apa anda takut saya tidak ijinkan anda keluar dari negara ini, Kalau jawaban tidak berkenan? Letjen Sayidiman pernah bilang via Bustanil Arifin tahun 91. Minta Soeharto tidak lagi memperpanjang jabatan. Jawabannya, “Tak usah ya”.

Pada jam 1 pagi tanggal 21 Mei. Yusril menelpon Amien Rais. Mas Amien, most probably the old man has resigned. Amien Rais lalu mengundang wartawan untuk jumpa pers di rumahnya Malik Fajar Jl. Indramayu. Mereka tidak menyebut nyebut pengunduran diri. Subuh. Yusril datang ke Jl Indramayu minta segelas kopi, berikan copy naskah pengunduran diri Soeharto. Yusril dikawal Paspampres. Pagi harinya telah ditunjuk Syamsuhadi Irsyad, salah satu direktur di Departemen Agama untuk mengambil sumpah Habibie. Syamsuhadi bingung dan takut. Lalu ia menelpon Malik Fajar. “Pak saya harus gimana nih?”. Kata Malik Fajar “Ya jalankan ini perintah”. Tutut hadir menemani Pak Harto. Ia tidak lagi memakai lencana menteri “Najaka”. Habibie datang jam 08.25, sementara Pak Harto 08.30.

Ketika dua hari sebelumnya Harmoko meminta Pak Harto mundur, yang disambut kegembiraan ribuan mahasiswa. Syarwan Hamid ditanya. Dia ditanya apa dia dapat arahan dari Wiranto selaku Pangab ABRI. Dia bilang, tidak. Hanya saat itu SBY menelpon dari Mabes. Kata SBY, “Wah Bapak dimaki-maki orang di Mabes. Pak Wiranto marah. Ternyata saat itu sedang ada pertemuan di Mabes ABRI. Syarwan Hamid bilang, itu sikap pribadi sebagai Wakil ketua DPR, bukan sebagai anggota ABRI. Wiranto kelak bilang itu pernyataan pribadi. Para mahasiswa menjadi marah setelah mendengar keterangan Wiranto. Dan memutuskan untuk menginap di Gedung DPR sampai Soeharto mundur.

Nurcholish Madjid dipanggil SBY untuk datang ke Mabes. Ia bawa pokok-pokok pikiran yang dicoret di secarik kertas. Hasil diskusi sebelumnya. Isinya coretan itu: 1) Pak Harto harus minta maaf atas terjadinya krisis berkepanjangan. 2) Pak Harto harus akui kesalahan politiknya. 3) Pak Harto harus menyerahkan kekayaan kepada negara. 4) Mengubah seluruh Undang Undang Politik. 5) Mengadakan Pemilu. Dan yang terakhir, 6) Pak Harto harus tegas tidak mau dipilih kembali. Ketika butir itu dibacakan, semua di Mabes bilang “Oh My God”.

ekomarwanto.com
ekomarwanto.com

Coretan itu diperbaiki redaktur bahasanya oleh Quraish Shihab. Termasuk kalimat Pak Harto harus menyerahkan kekayaaannya pada negara. Akhirnya jadi bahasa yang halus. Dan tulisan itu jadi sepanjang dua lembar. Pokok pikiran itu diberi judul “Semua Harus berakhir baik”. Surat itu tak jadi dikirmkan ke Pak Harto karena, Quraish Shihab ada delegasi NU yang menghadap Pak Harto. Ketika dibaca didepan pers, “Semua harus berakhir baik (Husnul-Khatimah)”. Nurcholis ditanya apa mau jadi Presiden. Tidak katanya.

Melihat butiran-butiran pokok reformasi muncul di surat kabar. Lalu Saadilah Mursyid memanggil Cak Nur untuk menjelaskan secara terperinci. Saadilah minta didoakan supaya bisa menyampaikan kepada Pak Harto.  Nurcholis Madjid mendoakan Al Fatihah. Saadilah pejamkan mata. Ketika doa selesai. Tiba-tiba Prabowo masuk ke ruangan. Bilang tidak setuju usul itu. “Itu usul gila. Masak harus menyerahkan kekayaan”. Prabowo usulkan agar Nurcholis Madjid setuju Habibie jadi Presiden. “Dan tolong sampaikan ke Pak Habibie supaya saya jadi Pangab”. Kata Nurcholis, “Kalau jadi Pangab kenapa tidak sekarang saja”. Kata Prabowo, “Lho kalau sekarang khan nepotisme Cak”.

Besoknya Prabowo bertemu Soeharto yang bilang dia akan mundur. Lalu siapa gantinya. Habibie kata Pak Harto. Pak Harto bilang, Habibie tak akan mampu memegang kekuasaan dan akan terjadi chaos. Lalu tentara mengambil alih. Kelak Habibie akan selalu mengingat anggapan underestimate dari Soeharto yang mengatakan dia tak akan mampu memegang kekuasaan. Ternyata Saadilah bisa menyampaikan ke Pak Harto tentang pokok pikiran itu. Nurcholis Madjid langsung ditelpon, dipanggil Pak Harto.

Pak Harto menyapa Nurcholis di Cendana. “Apa kabar Cak Nur”.  Cak Nur cerita  penyakit levernya. Baru sampaikan gagasan reformasi. Pak Harto bilang, “Saya kapok jadi Presiden” Kata Cak Nur. Bukan Kapok pak. Tapi tuwuk (artinya kekeyangan). Pak Harto ketawa. Lalu kapan Pak harto mundur? tanya Cak Nur. Nanti setelah pemilu. Kapan? Tahun 2000 kata Pak Harto. Lho pertemuan tadi mintanya enam bulan. Nurcholis lalu memotong. “Wah Pak, rakyat pasti tidak terima”. Ya sudah saya akan bilang akan buat pemilu secepatnya kata Pak Harto. Cak Nur: Begini pak, dibilang secepatnya terlalu lunak. Bagaiamana kalau dibilang secepat-cepatnya. As soon as possible. Tiba-tiba Pak Harto bilang, “Ya sudah kalau gitu besok saya umumkan”. Dalam hati Cak Nur bilang Lho kok cepet bener? Tapi saya ingin ketemu tokoh masyarakat sebelum itu diumumkan. Cak Nur usul mau ajak Amien Rais. Cuma Pak harto tidak mau. Tapi akhirnya 19 Mei subuh, Malik Fajar beri tahu Amien Rais, ia diminta ikut ke Istana untuk ikut 9 tokoh lainnya bertemu Pak Harto.

donigiebe.blogspot.com
donigiebe.blogspot.com

Sepuluh tokoh dan Pak Harto berlangsung cair. Gus Dur juga hadir. Bahkan bercanda, Soal mundur, sudah dipikir masak-masak? Pak Harto ketawa. Lalu Pak Harto bilang setuju mundur, Dia akan buat Komite Reformasi. Cak Nur memotong, “Pak, nanti anggotanya jangan dari kami”. Kalau buat kabinet resuffle juga jangan dari kami, walau kami punya calon. Yusril dan Malik Fajar. Gus Dur nyeletuk “Wah promosi nih”. Pembicaraan dilanjutkan, setelah 15 menit diserahkan Pak Harto. Lalu Pak Harto bilang sepakat dan langsung mengadakan jumpa pers.

Dalam pertemuan itu akhirnya Amien rais tidak hadir. Dia hanya menunggu Malik fajar dan beberapa rekannya di rumah Jl. Indramayu. “Wah anda-anda semua, jelek sekali image anda dengan hasil ini” sindirnya. Karenanya Amien bersikeras kerahkan 1 juta warga di Monas. Banyak yang kecewa dengan hasil pertemuan tadi terutatama dengan klausul 6 bulan untuk pemilu. Dianggap buying time. Pukul 8 malam makin kritis. Amien Rais masih mengecek persiapan Long March ke Monas jam 11 malam. Ia melihat aparat menutup jalan. Lalu ia balik ke jalan Indramayu. Bilang ke Malik Fajar “Wah berat nih Pak Malik. enggak bisa ketulungan” Nggak ketulungan gimana? “Banyak korban kalau acara ke Monas dijalankan”. Sementara Kivlan Zen sudah mengancam akan melindas dengan tank kalau ada yang datang. Akbar Tanjung lalu mengajak Mailik Fajar naik mobil kijang keliling dekat Monas, untuk bisa yakinkan Amien membatalkan Long March.

dianpratamasurya.wordpress.com
dianpratamasurya.wordpress.com

Akbar Tanjung pesan. Tadi Bambang Tri pesan, “Bapak (Pak Harto) jangan ditekan-tekan, nanti ada pertumpahan darah. Jam 3 pagi, difasilitasi Fahmi Idris. Semua wartawan stasiun TV datang mendengarkan pernyataan Amien Rais tentang pembatalan demo. Jam 11.30 dengan naik Kijang milik RS Islam, Amien masuk ke Gedung DPR. “DPR yang dulu banci sekarang sudah berani “, Katanya. Pengunduran diri Soeharto 21 Mei akhirnya jadi catatan sejarah. Tak ada yang bisa menahan derasnya laju reformasi. Tidak juga militer.

Pertempuran tinggal bersisa pada Prabowo dan Wiranto. Prabowo masih berusaha mencari pegangan lewat Habibie pada tanggal 22 Mei pagi. Ia menyuruh Kivlan Zen dan Muhdi bawa surat Jend. Nasution ke Habibie. Pak Nas, lagi sakit tapi ia tandatangani surat yang diketik Kivlan. Di surat itu, diminta Prabowo jadi KSAD dan Subagyo jadi Pangab. Tapi kedua utusan Pabowo tak bisa menemui Habibie setelah menunggu 30 menit.

kompasiana.com
kompasiana.com

Prabowo gagal dalam pertempuran dengan Wiranto. Begawan Soemitro Djoyohadikusimo bilang, entah Habibie atau Wiranto yang bohong. Tanggal 23 Agustus ketika Prabowo dipecat dari militer. Malam itu di Cendana ada pesta Karaoke, Wiranto hadir ikut bernyanyi disana. Prabowo diberitahu anaknya Didit tentang pesta Karaoke itu. Dia berpikir, apakah ini kebetulan, atau merayakan pemecatan saya?

*Kultwit Iman Brotoseno @Imanbr 21/05/2012