Pasca lulus dari sekolah atau perguruan tinggi, pastinya kamu bersama teman-temanmu segera mencari pekerjaan. Biasanya persaingan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan kita begitu ketat.

Oleh karena itu dibutuhkan keahlian yang harus dimiliki para pencari kerja, khususnya yang masih pemula. Karena kesalahan kecil saja, dapat menjadi sebab hilangnya kesempatan emas untuk mendapatkan pekerjaan.

Bagi kamu yang sudah beberapa kali mencoba untuk melamar kerja dan gagal, pasti tahu rasanya ditolak saat proses melamar pekerjaan. Pastinya kamu tidak mau dong mengulang hasil yang sama dengan kegagalan dalam proses melamar pekerjaan untuk kesekian kalinya.

Dalam artikel ini kamu bisa mengetahui beberapa kesalahan yang mungkin pernah kamu lakukan saat dulu melamar pekerjaan. Atau bagi kamu yang belum memiliki pengalaman bisa menjadikannya pedoman saat melamar pekerjaan. Berikut kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan para pelamar kerja.

1Terlalu Ke-PeDe-an dengan Nilai IPK yang Tinggi. Perusahaan Tidak Sekedar Melihatmu dari Sisi Akademis Saja

cumloaude.com

Indeks prestasi kumulatif atau IPK yang tinggi memang menunjukkan bahwa prestasi akademikmu selama di kampus begitu hebat. IPK yang tinggi juga akan memudahkan kamu melewati proses seleksi administrasi dengan begitu mudah. Apalagi jika kamu memiliki nilai IPK di atas 3,00.

Namun tahukah kamu, bahwa tahap seleksi untuk mendapatkan sebuah pekerjaan, khususnya pada perusahaan mapan tidak sekedar berhenti pada tahap administrasi. Selanjutnya kamu juga akan melewati tahap Forum Grup Discussion (FGD), psikotes, tes kesehatan dan wawancara.

Jadi yang menjadi patokan suatu perusahaan menerima seorang karyawan baru tidak hanya dari sisi prestasi akademiknya. Namun lebih komprehensif, dilihat dari segala sisi.

2Tidak Menuliskan CV dan Surat Lamaran Secara Spesifik

www.rsudhasanbasry.hulusungaiselatankab.go.id

Pihak personalia atau HRD perusahaan pastinya sudah berpengalaman membaca ribuan dokumen lamaran sebelum membaca CV dan lamaranmu. Berarti mereka sudah bisa menilai karaktermu berdasar dokumen yang kamu kirim. Sebagaimana para pelamar sebelumnya juga demikian.

Ditambah lagi, mereka bisa membedakan pelamar yang serius mengirim lamaran pekerjaannya dengan yang tidak serius. Jadi jangan asal mengirim dokumen lamaran pekerjaan.

Beberapa hal fatal yang sering pelamar lakukan seperti cover letter-nya tidak spesifik ditujukan kepada perusahaan yang bersangkutan. Namun ditulis “untuk Bapak/ Ibu HRD”. Hal ini memberi kesan dokumen yang kamu kirim ditujukan ke banyak perusahaan yang membuka lowongan sekaligus.

Selain itu, CV-mu tidak menunjukkan minat di bidang yang dibutuhkan oleh perusahaan. Contohnya, jika perusahaan membuka lowongan untuk pekerjaan accounting tapi di CV-mu justru menonjolkan minat jurnalisme.

3Terlalu ‘Rewel’ dengan Besaran Gaji

www.gaulgelaa.com

Bahasan ini khusus untuk kamu yang masih fresh graduate dan belum memiliki pengalaman kerja. Pada umumnya bagi karyawan yang baru saja diterima kerja, khususnya dari kalangan fresh graduate yang minim pengalaman kerja mendapatkan gaji kecil itu biasa.

Bila perusahaan yang menerimamu kerja sudah memberimu upah sesuai UMR, artinya perusahaan sudah memberikan upah yang adil untukmu. Cobalah untuk rendah hati.

Adanya jenjang karir dalam pekerjaanlah yang nantinya akan membawamu pada pendapatan yang sesuai dengan jumlah yang kamu harapkan. Seiring dengan pengalaman dan keahlianmu yang bertambah.

Atasanmu nanti pasti akan menilai kelayakanmu untuk menaiki jenjang karir dan tentunya meningkatkan pendapatanmu.

4Lebih Selektiflah dalam Beraktifitas di Sosial Media

blog.docotel.com

Ketika wawancara kerja, tentunya kamu mencoba semaksimal mungkin menampilkan sisi-sisi postifmu saja. Oleh karena itu, pihak perusahaan ingin tahu sisi lain dari dirimu yang dapat dilihat dari aktifitasmu dalam bersosial media.

Mereka akan memantau aktifitasmu di sosial media. Jadi mulai sekarang, cobalah lebih selektif dalam mengelola akun sosial mediamu. Postingan yang berisi hal-hal negatif seperti marah, caci-maki, dan hal buruk lainnya hendaknya kamu delete saja.

Jangan sampai ketika pihak perusahaan yang mewawancaraimu sudah terpikat dari hasil wawancara denganmu, namun menjadi kecewa atau bete setelah mengetahui karakter burukmu dari akun sosial media yang kamu miliki.