Ketika kamu merasa sudah rutin menyisihkan uang untuk tabungan setiap bulan, tapi ternyata sulit sekali uang tersebut terkumpul, apa yang kamu lakukan?

Apakah hanya membiarkannya saja? Hati-hati ya. Kamu harus segera waspada terhadap kemungkinan besar terjadinya kesalahan pola piker. Mayoritas alasan gagal menabung dikarenakan pola piker yang salah tadi tidak kunjung diperbaiki dan diubah.

Coba cek lagi kesalahan-kesalahan apa saja yang sekiranya mempengaruhi cara berpikirmu sehingga selalu mengalami kegagalan menyisihkan uang pendapatan per-bulan.

7Pemborosan

damwam.pl

Perilaku boros ini bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Tidak bisa dilihat dengan mata, tapi sangat bisa dirasakan. Kalau sudah terjangkiti penyakit ini, maka tiba-tiba saja uang kita sudah habis di awal bulan.

Misalnya, bulan ini kamu mendapatkan bonus tambahan di luar honor bulanan. Kalau kamu tidak mempersiapkan rencana keuangan sekaligus bagaimana memanajemennya, maka tanpa terasa kamu akan mengulangi hal serupa yaitu menghabiskan uang, alih-alih memiliki pengeluaran yang sama seperti bulan kemarin.

Honor tambahan itu memang bisa jadi batu sandungan atau malapetaka, sekaligus menjadi keuntungan berlipat jika kamu mampu mengelolanya dengan baik.

6Enggan Menabung

bprdbl.co.id

Tidak visioner adalah salah satu alasan mengapa tata kelola keuangan kita tidak berjalan dengan baik. Tabungan tak hanya penting untuk masa depan.

Jika sewaktu-waktu, dalam waktu dekat misalnya, kita butuh dana darurat untuk keperluan mendesak, maka jalan keluarnya adalah uang tabungan.

Jangan hanya berpikir hidupmu yang sedang berjalan sekarang saja. Pikirkan juga bagaimana nantinya kamu akan menghadapi kebutuhan-kebutuhan hidup yang semakin banyak dan mahal, jika tidak dipersiapkan sejak sekarang.

5Kebutuhan Vs Keinginan

helpingwritersbecomeauthors.com

Hal ini juga sering menjadi jebakan maut bagi setiap orang. Siapapun yang terjebak pada dua hal ini, sudah bisa dipastikan bahwa dia belum punya prinsip kuat dan rencana yang matang untuk mengelola keuangan.

Keinginan tidak selalu sama dengan kebutuhan, namun kebutuhan sudah pasti bagian dari keinginan. Hanya saja, nafsu selalu mendominasi sehingga kita lupa bahwa keinginan kita seharusnya sebanding dengan kebutuhan.

Kebutuhan harus didahulukan daripada keinginan. Kalau keinginan biasanya hanya sebatas lapar mata, tidak masuk dalam skala prioritas hal-hal primer penunjang keperluan hidup sehari-hari.

4Balas Dendam

venusbuzz.com

Kalau setiap gajian kamu selalu berpikir untuk membalas dendam, dengan alibi kamu sudah bekerja keras selama sebulan, bersusah payah bekerja, maka pola piker itu salah total.

Jika dulu kamu tidak memiliki uang untuk membeli suatu barang, namun begitu sekarang memiliki uang kamu merasa harus membeli barang tersebut. Padahal, barang tersebut tidak begitu kamu perlukan.

Kembali lagi pada kebutuhan vs keinginan. Keinginan yang tidak prioritas inilah yang menjadi pemicu utama uangmu sering habis seketika.

3Lapar Mata

johnzthoughts.wordpress.com

Hati-hati, banyak godaan jahat di pasar (tempat jual beli sesuatu). Kalau tidak punya prinsip dan rencana keuangan yang baik, kamu akan mudah terpesona dengan sebuah produk lalu tanpa piker panjang langsung dibeli.

Kamu harus bisa disiplin dengan dirimu sendiri. Kamu lupa bahwa sebenarnya ada kebutuhan kasat mata yang harus kamu utamakan, seperti tabungan dan asuransi. Ingatlah masa depan.

2Salah Pola Pikir

faktagameku.tk

Jangan semena-mena dengan uang pribadimu. Biasanya seseorang yang sudah punya penghasilan sendiri seringkali merasa bahwa uang gaji merupakan pendapatan pribadi yang bisa kamu gunakan sesukamu.

Jangan bersikap semaunya jika kamu tak ingin menyesal di kemudian hari. Jangan penuhi ego bila ia tak memberi manfaat.

1Gengsi

google.com

Jangan pernah merasa kamu kalah saing dengan teman-temanmu jika tak punya sebuah barang. Tas, misalnya.

Meskipun bukan sekarang, ketika kamu membeli tas itu nanti, tetap saja kamu akan rugi karena apa yang kamu beli lebih menuruti nafsu bersaing dengan teman saja. Bukan karena ta situ adalah kebutuhan prioritas yang harus segera dipenuhi.

SHARE