Sesuatu yang menjadi sebuah hal yang menyenangkan, dan dilakukan dengan terus-menerus atau dalam jangka waktu sering disebut juga sebuah kesenangan.

Bukan sebuah hobi, namun hanya sebuah hal yang dilakukan untuk menyenangkan hati saja.

Ada bermacam-macam contohnya, seperti berkumpul bersama teman kemudian makan bersama, berduaan dengan hewan peliharaan, atau sekedar bereksperimen dengan resep masakan.

Berbeda zama atau masa, berbeda pula kesenangan yang diminati. Semakin majunya teknologi sekarang, memang segala fasilitas lebih mudah untuk didapatkan seseorang.

Namun kadang dengan datangnya era canggih ini, kita justru menjadi jauh dengan yang dekat, walau kita memang menyadari bahwa kita bisa menjadi lebih dekat dengan yang jauh.

Nah, kamu yang kini telah menginjak usia di atas 25 tahunan pasti masih hafal dong, dengan beberapa kesenangan di masa kecilmu dulu yang kini sudah mulai punah di Indonesia?

1Menelepon “PonCil” di Telepon Umum

archieobject.wordpress.com

Sekitar tahun 1990-an, anak-anak kecil masih memiliki uang saku standar sekitar Rp 100-500,00. Itu sudah uang saku yang luar biasa dan bisa dikatakan banyak.

Jajanan pada kala itu masih murah-murah, dan beberapa mainan juga bisa didapatkan dengan standar harga yang sama.

Dahulu Telkom memiliki sebuah layanan hiburan bagi anak-anak bernama PonCil, atau Telepon Kecil.

Layanan ini memiliki beberapa program seperti lagu anak-anak, dongeng anak-anak, dan sekedar nasehat. Pokoknya sesuatu yang menjadi hiburan bagi anak kecil.

Cukup menekan nomor PonCil, maka anak-anak sudah bisa memilih hiburan apa yang mereka inginkan dengan mengikuti instruksinya.

Dan yang lebih menyenangkan, menelepon PonCil sangat mudah dan murah, cukup berbekal Rp 100,00 di telepon umum, dan PonCil sudah bisa diakses sepuas hati.

2Kirim Salam Lewat Radio

youtube.com

Radio memang masi mengudara sampai sekarang, banyak juga yang masih sering mendengarkan walau mungkin hanya sebatas menjadi teman perjalanan di dalam mobil.

Salah satu hal yang sangat diingat oleh kamu yang saat ini telah berusia di atas 25 tahun adalah, bagaimana menyenangkannya dulu berkirim salam kepada teman lewat radio.

Iya bukan? Hehehe.

Bagaimana kamu dan teman-teman sepulang sekolah berjanjian akan mendengarkan stasiun radio yang sama di jam yang sama, dan kalian akan menelepon penyiarnya untuk menyampaikan salam kalian.

Hmm, menyenangkan sekali pastinya masa itu. Namun sayang sekali, kesenangan tersebut sekarang sudah hampir, atau bahkan sudah punah.

3Mendengarkan Tape atau Walkman

en.wikipedia.org

Masih ingat sebuah alat bernama walkman?

Ya, pada tahun 1990-an bahkan sampai sebelum kecanggihan teknologi mulai menjamur, tape dan walkman sangat digandrungi baik muda maupun tua.

Dengan berbekal kaset pita kesayangan, kita bisa mendengarkan lagu-lagu sepuas hati lewat tape. Jika tidak bisa selalu ada di ruangan, ada walkman yang bisa kita bawa kemanapun.

Sekarang ini, dengan kecanggihan teknologi, lagu-lagu bisa dibuat model Mp3 bahkan Mp4, sehingga masa dari tape maupun walkman sudah menjadi masa yang hampir, bahkan telah punah.

4Chatting Dengan MiRC

id.wikipedia.org

Masih ingat dengan MiRC? Dahulu di tahun 1990-an sampai awal 2000-an, teknologi ini menjadi primadona di kalangan anak muda, bahkan orang tua sekalipun.

Rasanya menyenangkan sekali pergi ke warnet dengan berbekal uang hanya sekitar Rp 2000,00, kita bisa puas berkomunikasi dengan teman lama yang maupun baru lewat MiRC ini.

Beberapa kosa kata singkatan juga mulai terkenal lewat teknologi ini.

Namun sekarang teknologi ini sudah punah, warnet-warnet mulai sepi kecuali dikunjungi anak-anak yang hobi game online.

Karena memang teknologi sekelas Facebook, bahkan yang bisa diakses dengan mudah di ponsel seperti WhatsApp, BBM, Line, WeChat, dan lain sebagainya itu telah menggantikannya.

Nah, itulah tadi beberapa kesenangan di Indonesia yang sekarang telah mulai punah. Bahkan kadangkala kita yang mendadak teringatnya, pasti masih sangat merindukan kesenangan tersebut.

Memang kecanggihan teknologi mampu mempermudah segala aktivitas, namun mereka tak bisa membeli kesenangan yang pernah kita dapatkan di masa kecil dulu.