Kalau kita mendengar kata sepakbola, maka yang terbayang dibenak kita adalah olahraganya para laki-laki. Olahraga yang membutuhkan stamina tinggi dan penuh resiko cidera. Dan tentunya tidak semua laki-laki bisa memainkan permainan ini.

kompasiana.com
kompasiana.com

Kenapa butuh stamina yang tinggi? Tentu saja butuh stamina yang tinggi, soalnya olahraga ini menuntut pemainnya kuat berlari dan menendang bola selama pertandingan berlangsung. Coba bayangin, lari keliling lapangan sepakbola saja kan capek.

Kalau pemain sepakbola dituntut punya stamina yang prima serta tenaga yang kuat, mungkin kita akan membayangkan bahwa seorang pemain sepakbola itu merupakan orang-orang yang sangar dan bermental baja.

Nah, kalau bayangan kita seperti itu tentang pemain sepakbola, maka kita nggak akan percaya kalau pemain sepakbola itu bisa menangis.

Tapi, percaya tidak percaya, beberapa pesepakbola kelas dunia pun menangis di lapangan hijau. Kok mereka menangis, penyebabnya apa? Kalau kamu penasaran kita lihat saja yuk ulasannya berikut ini.

1David Bekham

youtube.com

Siapa yang tidak kenal dengan David Bekham. Ia merupakan pesepakbola dunia yang mengawali karirnya di Manchester United. Saat ia bergabung, ia masih berusia 17 tahun.

David Bekham terkenal dengan tendangan melengkungnya yang indah dan pernah beberapa kali mencetak gol di gawang lawan dengan pendaratan yang sempurna.

Namun, dipertandingan melawan Brest, saat ia membela Paris Saint-Germain, menjadi salah satu pertandingan yang tidak bisa dilupakan oleh David Bekham.

Pasalnya, di pertandingan inilah kali terakhir ia menginjakkan kaki di lapangan hijau sebagai pesepakbola profesional. Saat meninggalkan lapangan, David Bekham pun tak kuasa menahan tangis.

2Xavi Hernandez

zastavki.com

Xavi yang merupakan gelandang terbaik sepanjang masa, mengakhiri karir profesionalnya sebagai pesepakbola setelah 17 tahun kebersamaannya dengan the Catalans.

Laga melawan Deportivo la Coruna menjadi laga terakhir Xavi yang ketika itu ia menjadi jenderal lapangan tengah di atas rumput Camp Nou.

Ketika pluit terakhir berbunyi, maka suasana suka dan duka bercampur baur. Saat Xavi menyampaikan pidato di depan publik Catalan, Xavi pun tak kuasa menahan tangis.

3Steven Gerard

sportbible.com

Steven Gerard menandatangani kontrak menjadi pesepakbola profesional pada tahun 1997 bersama Liverpool. Laga melawan Crystal Palace merupakan laga terakhirnya, setelah 17 tahun ia membersamai Liverpool.

Walaupun pada laga itu Liverpool mengalami kekalahan, namun kesedihannya tidak sebanding dengan kesedihan ditinggal sang kapten. Saat itu Gerard pun menyapa semua orang yang hadir dalam pertandingan tersebut dengan linangan air mata.

4Javier Zanetti

theclassical.org

Setelah sekian lama memimpin Internazionale Milan, Javier Zanetti pada akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karir profesionalnya ketika pertandingan melawan Lazio di Gusieppe Meazza.

Saat pertandingan ini Internazionale Milan meraih kemenangan atas Lazio dengan skor 4-1. Tawa kemenangan yang awalnya dirasakan oleh para pemain berubah menjadi uraian air mata.

Zanetti pun tak kuasa menahan tangis saat menyapa para penonton yang hadir di stadion tersebut. Butuh waktu cukup lama untuk menemukan kembali sosok pemimpin lapangan seperti Zanetti.

5Nemanja Vidic

thereddevil.co.uk

Nemanja Vidic pernah menjadi kapten di Manchester United. Setelah 8 tahun di Old Trafford. Namun, pada akhir musim 2013/2014, maka Nemanja Vidic memutuskan untuk keluar dari Manchester United.

Salah satu alasan kenapa Nemanja Vidic keluar dari Manchester United adalah karena ia akan melanjutkan karirnya di Internazionale Milan. Saat menyapa para pendukung Manchester United di pertandingan terakhirnya, Ia pun meneteskan air mata.

Apapun alasannya, pasti akan sedih berpisah dengan apa yang pernah kita jalani selama bertahun-tahun lamanya. Begitupun dengan para pesebakbola dunia tersebut.

SHARE