Seorang guru bertanya kepada murid-muridnya, “Apa yang ayah kalian lakukan saat berada di rumah?” Dan jawaban para murid pun mengagetkan guru tersebut. Hampir seluruh murid bilang bahwa saat di rumah ayah mereka sibuk. Ada yang bercerita kalau ayahnya suka main game ada juga yang bercerita kalau ayahnya sepanjang hari sibuk dengan handphone-nya.

Tidak hanya handphone saja yang menyibukkan ayah mereka, terkadang tidak jarang ayah membawa pekerjaannya pulang ke rumah. Jadi kalau tidak disibukkan dengan handphone-nya, maka si ayah pun berada di depan layar laptopnya.

Dengan kesibukan ayah terhadap pekerjaan, handphone dan laptop, ayah jarang sekali memandang wajah anaknya. Jika anak mengajak bicara, maka ayah akan menjawab sekenanya tanpa menolehkan muka untuk sekedar melihat siapa yang mengajaknya bicara. Jika anak merajuk atau meminta ayah menjelaskan sesuatu, maka ayah pun akan marah, dan memerintahkan anak untuk segera menjauh darinya.

Back

1. Kerinduan Anak Terhadap Ayahnya

Dari sekelumit fenomena yang ada, maka kita perlu menyadari bahwa anak-anak sebenarnya sangat rindu dengan sosok seorang ayah. Tahukah para ayah tentang kerinduan anak-anak ini?

Tanpa disadari, ternyata banyak anak di negeri ini kehilangan sosok ayah. Kehilangan sosok panutan, kehilangan sosok yang bisa ditanya serta kehilangan sosok yang punggungnya bersedia dinaiki saat bermain bersama.

Saat anak-anak rindu, maka ia tidak berani bilang kepada ayahnya atau kepada siapapun. Namun cobalah tanya bagaimana perasaan mereka saat bermain dengan ayah, saat ayah mengajak mereka ke masjid. Hampir semua anak menjawab senang. Namun, ketika ditanya apa yang mereka rasakan saat ayah sibuk dengan handphone-nya, hampir semua anak menjawab sedih, sedih karena merasa diacuhkan.

idntimes.com
Back
SHARE