Umat Muslim memang telah semua mengetahui bahwa ibadah umroh memiliki hukum sunnah, yang artinya tidak apa-apa jika tidak dikerjakan, namun alangkah baik jika dikerjakan karena berpahala.

Sesungguhnya kata umroh sendiri secara bahasa berarti mengunjungi atau berziarah ke tempat yang ramai.

Sedangkan secara syarah, kata umroh bermakna mengunjungi tanah suci, yaitu Makkah dan Madinah.

Nah, dari makna kata tersebut, berarti ibadah umroh hanya bisa dilakukan di tanah suci, yaitu Mekkah dan Madinah.

Tata cara ibadah umroh hampir sama dengan ibadah haji, namun yang paling besar membedakan adalah wuquf di Arafah, dimana wuquf adalah ibadah puncak haji, dan memang hanya ada di ibadah haji.

Ibadah umroh bisa dilakukan kapanpun saja, sedangkan yang membedakannya lagi dengan haji, karena ibadah haji hanya bisa dilakukan pada saat bulan haji, yaitu tanggal 8-13 Dzulhijjah.

Bagi kalian yang masih ragu hendak melaksanakan ibadah umroh padahal semua sudah mencukupi, tahukah kamu bahwa ibadah umroh memiliki keutamaan yang luar biasa?

Di hadapan Allah ibadah umroh itu sesungguhnya hampir sama besar dengan ibadah haji. Bedanya memang haji itu ibadah wajib bagi umat Muslim yang mampu menjalankannya.

Maksudnya sama disini adalah nilai jihadnya. Kita tahu bahwa tanah suci adalah tanah yang disucikan Allah dari segala kotor, hina, dan nista.

Sehingga berada di sana adalah jihad. Sama juga halnya dengan seseorang yang berlelah-lelah di jalan Allah, juga bernilai jihad. Dan bukankah menjalankan ibadah umroh juga melelahkan?

Namun ketenangan yang didapatkan mengalahkan segala kelelahan itu bukan?

Hal ini diperkuat dengan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dan telah dishahihkan oleh Syaikh Al Albani.

Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad? Tanya Aisyah. Beliau (Rasulullah) SAW menjawab, Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan umroh.

Nah, sudah siap kan untuk mempersiapkan diri berangkat umroh?