Semakin berkembangnya zaman, semakin banyaknya kebutuhan hidup, justru manusia mulai lalai dari perintah Allah dan melupakan kejujuran.

Padahal suri tauladan umat Muslim terkenal sebagai Al Amin, seseorang yang tak pernah sekali pun berbohong dan berdusta.

Karena sesungguhnya bohong dan dusta adalah sebuah dosa, yang walau kecil dan dianggap sepele, namun bisa menjadi jalan bagi pelakunya menuju kemurkaan Allah dan neraka di akhirat kelak.

Dusta dan bohong adalah salah satu sifat dari setan dan iblis, sehingga seseorang yang sering berbohong sama saja bahwa dia memiliki sifat-sifat setan dan iblis tersebut.

Hmm, apa kalian mau disamakan dengan setan dan iblis? Tentu pastinya tak mau bukan?

Untuk itu, sebagai umat Muslim kita perlu tahu berbagai hikmah dan keutamaan dari sikap jujur yang sesungguhnya merupakan jalan menuju kebahagiaan dan kebaikan hidup di dunia serta akhirat.

Yang pertama, kejujuran bisa mendatangkan keberkahan dari Allah dan keselamatan hidup di akhirat. Karena ketika Allah telah ridho dengan segala yang kita lakukan dan amalkan, maka ridhoNya akan turun menyertai langkah kita.

Siapa yang tidak mau mendapat ridho dan berkah dari Allah? Semua umat Muslim pasti mau. Karena keridhoan dan keberkahan dari Allah akan menjadi tiket emas kita meraih syurgaNya kelak.

Yang kedua, kejujuran menolong kita selamat hidup di dunia, karena seseorang yang jujur akan mendapat kepercayaan besar dari siapapun di dunia ini, seperti kisah dari Rasulullah SAW.

Coba kalau seseorang telah terkenal sebagai pembohong, walau dia jujur sekalipun, orang-orang sudah enggan percaya padanya, atau meragukan kejujurannya.

Yang ketiga, kejujuran bisa menentramkan hati dan kehidupan kita. Karena dengan berbohong hanya akan ada rasa menyesal dan takut kepada Allah.

Dengan memahami hikmah dan keutamaan dari jujur, semoga bisa memotivasi kita untuk terus berusaha menjadi umat Muslim yang jujur dan meniru teladan terbaik kita, Rasulullah SAW.