Banyak hal bisa kita pelajari dari generasi pendahulu kita. Hal inilah mengapa, kita perlu membaca dan mempelajari sejarah. Jika sejarah itu mencatat sisi kelam, maka kita bisa belajar bagaimana caranya keluar dari sana, demikian pula sebaliknya.

Salah satu tokoh sejarah yang bisa kita lihat jejak sejarahnya adalah Ki Hajar Dewantoro. Selain sebagai tokoh perjuangan, beliau pun kita kenal sebagai tokoh pendidikan di Indonesia.

reverbnation.com
reverbnation.com

Bagaimana kisah hidup beliau dan kiprahnya di dunia pendidikan? Untuk tahu informasinya secara lengkap, langsung kita lihat saja ulasannya di bawah ini yuk!

1Profil Ki Hajar Dewantoro

print.kompas.com

Ki Hajar Dewantoro lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889. Saat lahir ia bernama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Kamu perlu tahu bahwa tanggal kelahiran Ki Hajar Dewantoro ini sekarang dipakai sebagai hari pendidikan nasional.

luk.staff.ugm.ac.id
luk.staff.ugm.ac.id

Ki Hajar Dewantoro merupakan aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ia adalah seorang kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia kala itu.

Ia merupakan pendiri Taman Siswa. Sebuah lembaga yang memberikan kesempatan bagi pribumi jelata untuk bisa mengenyam pendidikan, seperti halnya para bangsawan maupun orang-orang Belanda.

isi.ac.id
isi.ac.id

Semangat Ki Hajar Dewantoro di dunia pendidikan pun masih kita rasakan sampai detik ini, Semangat ini terlihat dari semboyannya yang masih sering kita dengar dan kita pakai.

Semboyan apakah itu? Itu lho, ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. Dalam bahasa Indonesia, semboyan ini berarti di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, dan di belakang memberi dorongan.

2Masa Muda dan Awal Karir

id.wikipedia.org

Di awal karirnya, Soewardi (nama Ki Kajar Dewantoro kala itu) sama sekali tidak menyentuh dunia pendidikan. Beliau saat itu justru bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar.

Sebagai seorang penulis dan wartawan, ia termasuk salah satu penulis handal pada zamannya. Tulisan Soewardi sangat komunikatif dan memiliki semangat antikolonial.

Sebelum ia menjadi wartawan, ia pernah menamatkan sekolah dasar di sekolahnya orang Belanda. Beliau bisa sekolah di sini, karena beliau merupakan cucu dari Pakualam III. Gelar kebangsawanannya lah yang membuat ia punya kesempatan sekolah.

Selain itu, ia pun pernah mengenyam pendidikan di STOVIA (sekolah dokter bumiputera) namun ia tidak berhasil menamatkan pendidikannya karena ia sakit.

3Aktivitas Pergerakan

rubrikbahasa.wordpress.com

Seperti disebutkan di awal, Soewardi pun aktif dalam aktivitas pergerakan kemerdekaan Indonesia. Saat Boedi Oetomo didirikan ia pun ikut bergabung di sana.

Saat itu, ia aktif menyosialisasikan semangat persatuan dan kesatuan kepada masyarakat Indonesia. Seperti yang kita ketahui, saat itu pergerakan di Indonesia masih bergerak sendiri-sendiri.

Ia bertugas menggugah kesadaran masyarakat dan memberi tahu kepada mereka mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara.

4Mengalami Pengasingan

youtube.com

Saat muda, Ki Hajar Dewantoro pun pernah diasingkan ke Belanda, karena tulisan yang ia buat. Tulisan itu berisi kritisi kepada pemerintah Belanda mengenai kebijakan menarik iuran untuk pesta kemerdekaan Belanda.

Atas keputusan ini, ia pun ditangkap dan diasingkan ke Belanda bersama kedua rekannya. Ketiga tokoh yang diasingkan inilah yang kita kenal dengan nama ‘Tiga Serangkai’.

Saat diasingkan ke Belanda, ia pun aktif dalam organisasi para pelajar asal Indonesia. Di sinilah ia belajar mengenai ilmu pendidikan untuk merintis cita-citanya memajukan kaum pribumi sekembalinya ia ke Indonesia.

5Mendirikan Taman Siswa

lebongtercinta.wordpress.com

Sekembalinya Soewardi pada bulan September 1919 ke Indonesia, ia pun bergabung dengan sekolah yang dibina oleh saudaranya. Dengan bekal mengajar tersebutlah, kemudian ia mendirikan Taman Siswa pada tanggal 3 Juli 1922.

Pada saat ia berusia 40 tahun, Soewardi mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantoro dan menanggalkan nama kebangsawanannya. Ini ia lakukan agar ia bisa dekat dengan rakyat, baik fisiknya maupun jiwanya.