Jabatan sebagai seorang wakil presiden suatu negara, adalahs ebuah jabatan prestisius yang sudah selayaknya mendapat banyak sekali apresiasi.

Tak heran jika wakil presiden akan mendapat sanjungan, bahkan bayaran yang tak sedikit pula.

Maka pantas lah jika terlihat dia kaya raya, terlepas dari siapapun sebenarnya dia dahulu.

Itu adalah sedikit gambaran tentang kondisi pejabat di era sekarang. Tak hanya Indonesia saja sih, karena beberapa negara pasti juga seperti itu.

Namun tahukah kamu, bahwa pada masa Indonesia baru saja merdeka dahulu, para pejabatnya bahkan sampai ada yang tak mendapat bayaran sama sekali karena mereka bekerja tulus gotong-royong tanpa pamrih?

Mereka dianggap dan dipercaya oleh rakyat sebagai orang-orang yang mampu dan berkapasitas dalam menjalankan roda kepemerintahan Indonesia ini.

Sama halnya dengan wakil presiden pertama kita, yaitu Bung Hatta. Sosoknya yang sampai saat ini banyak dikenang oleh Bangsa Indonesia, memang adalah sosok pejabat negara yang jujur dan santun.

1Bung Hatta Mengawali Karier dengan Kecerdasannya

karangtarunamilikkitasemua.wordpress.com

Sebelumnya sosok Bung Hatta memang sudah terkenal sebagai pribadi yang cerdas. Terbukti dari dia yang pernah mendapatkan kesempatan belajar atau mengenyam pendidikan di Belanda.

Selain itu Bung Hatta juga telah banyak melahirkan karya-karya berupa tulisan yang penuh dengan ilmu. Tak hanya ahli politik, namun Bung Hatta juga seorang ahli ekonomi.

Bung Hatta juga disebut sebagai Bapak Koperasi Indonesia, karena dia lah yang merusmuskan konsep koperasi untuk pertama kalinya.

2Bung Hatta dan Kehidupannya yang Sederhana

ekosman1sbw.wordpress.com

Setelah menikah dengan Rahmi, Bung Hatta dikarunia tiga orang putri, mereka adalah Meutia, Gemala, dan Halida.

Mereka hidup sangat sederhana, tinggal di rumah dinas yang ala kadarnya, bahkan tak ada bedanya dengan masyarakat Indonesia pada umumnya kala itu.

Bahkan sering sekali dijumpai oleh beberapa rekan atau bawahan Bung Hatta, bahwa dia selalu kerepotan saat tiba waktu emmbayar tagihan listrik atau air.

Beberapa uang yang masuk kadang justru dia jadikan modal untuk menjalankan roda kepemerintahan, bersama dengan rekan-rekan sesama pejabatnya kala itu.

3Bung Hatta dan Kisah Mesin Jahit yang Diinginkan Rahmi

galeryantik.blogspot.com

Suatu hari, Rahmi, sang Istri, protes. Dia membutuhkan sebuah mesin jahit, karena telah banyak pakaian mereka yang membutuhkan untuk dijahit lagi atau ditambal.

Selain itu anak-anak mereka juga butuh beberapa baju baru karena baju yang lama telah banyak yang tidak muat dipakai lagi.

Namun Bung Hatta menjawabnya, bahwa mereka tak ada uang lagi untuk membeli. Rahmi kembali bertanya, mengapa bisa demikian.

Bung Hatta menjawab bahwa harus ada pemotongan dari gajinya karena ada urusan negara rahasia yang tak bisa disampaikannya.

Rahmi kemudian terdiam, dan sampai saat ini pun mesin jahit itu tak mampu Bung Hatta belikan untuknya.

4Bung Hatta dan Kisah Sepatu Bally yang Sangat Dia Inginkan

nafeezaanshary.blogspot.com

Suatu hari, Bung Hatta melihat sepatu bally yang amat elok di sebuah halaman koran. Karena ingin sekali membelinya, dia menggunting halaman koran tersebut.

Halaman koran itu berisi foto sepatu bally elok itu, dan alamat toko yang menjualnya.

Halaman itu dia kliping dan simpan sangat rapi, berharap suatu hari dia bisa mendatangi toko itu dan membeli sepatu idamannya tersebut.

Bung Hatta mulai menabung pelan-pelan. Namun yang terjadi sungguh di luar dugaannya.

Uang tabungannya selalu tak pernah cukup untuk membeli sepatu bally itu, karena setiap menabung selalu akhirnya terpakai untuk keperluan rumah tangga atau keperluan saudara bahkan negara.

Sampai akhir hayatnya, sepatu bally itu tak pernah bisa dia miliki.

Dengan kesederhanaan dari sosok Bung Hatta itu, menilik kembali sosoknya yang juga adalah pejuang dan pahlawan proklamasi, apakah para pejabat sekarang tak malu saat akan melakukan korupsi?

Dengan bayaran yang tinggi dari kas negara, ternyata masih kurang, dan dengan kejamnya memakan uang rakyat!