Entah setan mana yang merasuki jiwa F, seorang gadis Gorontalo. Gadis berusia 17 tahun bersama kekasihnya tersebut tega merenggut nyawa ayah kandungnya sendiri karena kisah cinta yang tak direstui pada Minggu (8/5).

F telah  menjalin cinta dengan Open Heda (20) selama tiga tahun. Namun, hubungan dua sejoli tersebut tidak direstui oleh ayah F, Nasir Mahmud (60). Meskipun hingga berita ini dimunculkan belum ditemukan alasan ayahnya menolak hubungan tersebut.

Peristiwa pembunuhan tersebut sebelumnya telah direncanakan F dengan matang bersama Open. Open lah yang menjadi algojo atas pembunuhan tersebut dengan cara menyembelih leher Nasir. Pengakuan pelaku sementara ini adalah tersinggung karena sering ditegur pulang malam dan hubungannya tidak direstui.

Kapolda Gorontalo menjelaskan, pada Sabtu (7/5) F menghubungi pacarnya dan memintanya datang ke rumahnya di Jalan H. Agus Salim, Gorontalo. Kemudian Open yang menjadi algojo masuk ke rumah dan sembunyi di balik sofa. F mengirim BBM kepada Open hingga ada aba-aba dari F untuk mengeksekusi ayahnya.

Mengaku tak sanggup menikam leher ayahnya sendiri, F hanya mampu menutup kepala ayahnya sampai korban meronta dan melawan. Saat itulah Open keluar dari balik sofa dan menikam leher korban dengan cara menggoroknya. Karena korban meronta, pisau pun mengenai tangan F.

Bibi F terbangun saat mendengar teriakan korban. Sang bibi pun keluar meninta tolong warga setempat. Kemudian warga berdatangan menuju rumah korban. Tidak lama setelah warga datang Polres Gorontalo pun tiba di tempat kejadian menangkap Open. Sementara F dilarikan ke rumah sakit karena tangannya terluka terkena pisau.

Open kemudian digelangdang ke Mapolres Gorontalo untuk diperiksa. Open dan F akan dituntut berdasarkan dua pasal. Yaitu pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup, da pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman sepuluh tahun.

SHARE