Kalau kamu mau bertanya kepada orangtua atau kakek nenekmu, pada tahun 1973, ada sebuah lagu mengharukan berjudul Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak.

Mungkin kebanyakan ada yang asing dengan lagu tersebut, namun yakin deh, pasti beberapa tak asing dengan lagu itu karena sempat menjadi hits internasional kala itu.

Lagu tersebut rilis pada Februari 1973 dan langsung mendapat antusiasme yang luar biasa dari dunia internasional.

Namun di balik kesuksesannya, ternyata lagu tersebut menyimpak sebuah kisah mengharukan tentang seorang istri yang memiliki suami dengan perangai sangat buruk.

1Sang Suami Jahat yang Telah Menelantarkan Istri dan Anaknya

boombastis.com

Pada tahun 1970, hiduplah sepasang suami istri yang sangat tidak bahagia. Anak-anaknya juga kurang kasih sayang semua.

Hal itu dikarenakan perangai suami yang buruk. Suka melakukan kekerasan fisik bahkan makian kepada istri dan anak-anaknya.

Semakin lama, kehidupan rumah tangga mereka semakin kacau. Sang Suami mulai bosan dan akhirnya meninggalkan istri dan anak-anaknya demi mencari kepuasan diri.

2Kehidupan Sang Suami Kemudian

www.digaleri.com

Setelah sampai di kota besar, sang Suami mulai seenaknya dalam menjalani kehidupan. Dia merasa telah bebas dari tanggungjawabnya kepada istri dan anak-anaknya.

Dia semakin liar dalam berjudi, minum minuman keras, bermain wanita, bahkan tak segan merampok dan membunuh orang.

Hingga kemudian sial nasibnya, dia ditangkap polisi dan dijebloskan ke dalam penjara.

3Masa Dalam Tahanan yang Membuatnya Sadar Akan Cinta

www.rmoljakarta.com

Selama di dalam sel penjara, sang Suami merasa sangat rindu pada suasana cinta dalam rumahnya dulu.

Bagaimana rasa masakan istrinya, bagaimana senyum manis istrinya, wajah ceria anak-anaknya, semuanya…dia mulai merindukan pulang ke rumah.

Dia menyesal dan kemudian dengan sedikit ketakutan dia pelan-pelan memberanikan diri menulis surat pada istrinya di kampung halaman.

Isinya, dia meminta maaf dan berjanji tak akan mengulangi lagi apa yang pernah dia lakukan dulu. Dia meminta izin istrinya untuk pulang dan berkumpul lagi bersama anak-anaknya.

Sang Suami mengatakan dalam suratnya, bahwa jika pada hari kepulangannya dari penjara si Istri menerimanya lagi, maka dia meminta si Istri mengikatkan tali kuning pada pohon oak.

4Surat Tak Terbalas

id.wikipedia.org

Hari demi hari berlalu, namun surat sang Suami tak kunjung mendapatkan balasan dari istrinya. Sang Suami mulai gelisah.

Hingga tibalah waktu dimana dia keluar dari penjara.

Awalnya sang Suami ragu saat ditanya akan pulang ke mana untuk menjawab kembali ke rumahnya dulu, namun dia akhirnya memilih mencoba pulang.

Dia berharap melihat ada tali kuning yang diikatkan istrinya pada pohon oak tua di dekat rumahnya.

5Akhirnya Dia Pulang Ke Rumah, Namun yang Terjadi di Luar Harapannya

youtube.com

Saat mendekati rumah, hampir sampai, sang Suami tak berani menatap ke luar jendela bus yang ditumpanginya.

Walau dalam hati dia berharap ada satu tali kuning yang terikat pada pohon oak tua, namun perasaannya yang lain mengatakan mustahil, karena istrinya bahkan tak membalas suratnya.

Setelah bus berhenti di depan rumahnya, pelan-pelan dengan keringat dingin ketakutan dia mendongakkan kepala, dan melihat….pemandangan yang tak sesuai harapannya!

Ya, tak hanya satu tali kuning yang terikat pada pohon oak, namun hampir semua pohon oak di dekitar rumahnya terikat dengan pita-pita kuning.

Sang Suami tak dapat membendung air matanya, segera dia turun bus dan menemui istri serta anak-anaknya yang telah lama menanti dia pulang.