Setiap orang dapat dengan mudah berkata bahwa tugas manusia diciptakan di dunia ini untuk beriman dan bertakwa kepada Allah.

Tapi pada kenyataannya, untuk menunjukkan sikap ini tidaklah mudah. Butuh pengingat, contoh, dan kebulatan tekad untuk melakukan hal tersebut.

Nah, untuk mengingatkan kita kembali bagaimana caranya  beriman dan bertakwa adalah dengan mempelajari kisah para Nabi dan para sahabat. Namun, di kesempatan kali ini kita akan melihat bagaimana bentuk keimanan dan ketakwaan Nabi Ibrahim dari kisah-kisahnya.

kabahinfo.net
kabahinfo.net

Wah, pasti seru sekali ya belajar sejarah seperti ini. Apalagi Nabi Ibrahim kan merupakan salah satu nabi yang sangat terkenal, karena beliaulah yang membangun Ka’bah. Bagaimana cerita selengkapnya tentang Nabi Ibrahim? langsung kita lihat yuk!

1Sekilas Tentang Nabi Ibrahim

yusofembong.blogspot.com

Nabi Ibrahim merupakan salah satu Nabi yang merupakan Ulul Azmi. Selain itu, sebuah fakta yang perlu kita ketahui, nama Nabi Ibrahim disebut sebanyak 69 kali di dalam Alquran.

Secara bahasa, nama Ibrahim itu berarti ayah yang penyayang. Walaupun beliau diberi ujian berupa sebuah penantian panjang untuk mendapatkan momongan.

Dengan keimanan dan ketakwaannya itulah, pada akhirnya ia pun memiliki 2 orang anak yang kesemuanya menjadi nabi.

Sepanjang kehidupannya, banyak sekali kisah yang bisa kita ambil pelajarannya dan yang paling utama adalah mengenai kisah keimanan dan pencariannya akan keberadaan tuhan yang sebenarnya.

2Ibrahim Mencari Tuhan yang Sebenarnya

kisahkisah25nabi.blogspot.com

Saat remaja, Ibrahim sering bertanya kepada ayahnya apakah itu tuhan. Namun, ayahnya yang kala itu masih mempercayai para dewa dan menjual patung-patung berhala tidak memperdulikannya.

sejarahsalaf.wordpress.com
sejarahsalaf.wordpress.com

Sampai suatu ketika Ibrahim bertanya kepada ayahnya, “Terbuat dari apakah patung-patung ini?” Saat itu ayahnya pun menunjuk kayu sebagai bahan untuk membuat patung tersebut. Namun, Ibrahim pun tidak selesai sampai di situ bertanyanya.

en.wikipedia.org
en.wikipedia.org

Ibrahim bertanya lagi kepada ayahnya,”Apakah itu tuhan? Benda yang hangus di perapian?” Untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan lain dari Nabi Ibrahim, maka ayahnya pun memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menjual patung-patung kayu itu.

Tapi, apakah Ibrahim menjualnya? Tentu tidak. Atas dasar keimanan yang sudah dikaruniakan oleh Allah kepadanya, alih-alih menjual patung itu, Ibrahim justru secara terang-terangan mengejek patung-patung itu di depan para pembelinya.

Beginilah bunyi ejekan itu, “Siapakah yang akan membeli patung yang diam dan tidak berguna ini?” Inilah salah satu cara Ibrahim ketika itu untuk menyadarkan dan mengenalkan tuhan yang sebenarnya.

Kenapa di zaman itu Ibrahim mencari tentang tuhan yang sebenarnya? Karena ketika itu ia tidak percaya bahwa semua benda-benda yang disembah dan dijadikan berhala itu adalah tuhan. Mana mungkin benda-benda yang akan sirna itu menjadi tuhan? Pikir Ibrahim saat itu.

Ia pun kala itu merasa sedih, karena ayahnya belum bisa meninggalkan penyembahan-penyembahan terhadap berhala-berhala kayu. Ia pun berusaha dengan berbagai macam cara untuk berdakwah kepada ayahnya.

greenhatworld.com
greenhatworld.com

Dalam Alquran surat Al Anam ayat 74 Allah berfirman, “…dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Azar, “Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaum-mu dalam kesesatan yang nyata.”

Sebelum Ibrahim mengingatkan orang lain untuk berhenti menyembah berhala, maka ia pun berusaha menyadarkan ayahnya terlebih dahulu. Hal ini dilakukannya, karena ia yakin bahwa menyembah berhala adalah perbuatan sesat dan bodoh.

Nabi Ibrahim pun merasa, bahwa bentuk bakti seorang anak kepada ayahnya adalah dengan mengajak ayahnya melepaskan kepercayaan yang sesat dan mengikutinya untuk beriman kepada Allah.