Apa kamu pernah menangis karena Rasulullah SAW? Saat membaca kisah Nabi Muhammad SAW, pernahkah kamu menangis haru karenanya? Sebagai muslim, kamu mencintai Rasulullah bukan?

Lantas, apakah titik pada 23 tahun perjalanan kenabian Rasulullah yang pernah membuat kita mengangis? Mungkin jarang kita hiraukan, tetapi bukankah hati ini lembut dan mudah haru hingga menangis jika sesuatu menimpa orang yang kita cinta?

Maka pantaskah kita mengaku telah mencintai Rasulullah SAW jika kita belum pernah sekali pun menangis saat mengingatnya? Mari sedikit berbalik ke masa kenabian Muhammad SAW yang berat.

Mari menuju Thaif dan lihat apakah kisah di Thaif dapat membuat kita menangis atas apa yang dialami dan dirasa Nabi kita Muhammad SAW.

1Thaif

nurul-asri-cimahi.blogspot.co.id

Inilah kota Thaif, sering juga disebut Taif. Berada sekira 80 km dari Mekkah, jika kamu menempuhnya dengan teknologi transportasi saat ini, jaraknya hanyalah 1 jam 45 menit dari Mekkah.

Sebuah kota yang sejuk diantara lembah pegunungan, kota dengan ketinggian 1.700 mdpl. Kini kota ini terkenal sebagai pusat pertanian dengan hasil utama buah anggur dan madu.

deen-al-islam.org
deen-al-islam.org

Bahkan Thaif dianggap sebagai daerah yang paling subur dan nyaman cuacanya. Suasanya alamnya menjadikan Thaif sebagai destinasi wisata pada zaman nabi, juga hingga sekarang.

Di sini ada juga delima, kurma, berbagai sayur mayur hijau, dan satu lagi buah yang diabadikan dalam Al Quran. Buah Zaqqum, dikenal juga dnegan istilah pohon Snapdragon. Buah yang disajikan untuk para penghuni neraka.

2Kisah Nabi Muhammad SAW di Thaif

witamitravel.com

Namun, pada tahun kesebelas kenabian, penduduk Thaif bahkan tidak sedikitpun mencerminkan kesejukan Thaif. Bahkan hari-hari di Thaif diceritakan Rasulullah pada Istrinya Aisyah RA, sebagai hari yang lebih berat dari Perang Uhud yang sangat mengancam nyawa.

Inilah kisah nabi Muhammad SAW yang mendatangi para pemimpin Thaif, pemimpin Bani Tsaqafi. Maka Nabi kita yang hatinya lembut itu dibentak, ditolak, dituduh pendusta.

Bahkan, setelah tiga hari penuh Rasulullah menyisir tiap sudut Kota Thaif, mengetuk puluhan pintu. Beliau Muhammad SAW hanya mendapatkan berbagai kata kasar yang mendustakan dan menyakitkan. Rasulullah SAW kita terusir.

Maka saat kemurkaan penduduk Thaif bercampur dengan rasa takut terancamnya perniagaan mereka dengan kaum Quraisy Mekkah, berkumpullah mereka. Berkerumun mencaci, mencerca, dan meneriaki Nabi kita yang mulia.

gumtree.com
gumtree.com

Dua baris dari puluhan kerumunan itu mengejar Rasulullah SAW, melempari Beliau SAW dengan batu. Ya Allah, tubuh Nabi-Mu lebam, kakinya terluka. Darah seperti meleleh, membasahi terompah yang ia pakai di kaki Beliau SAW.

Ya Allah, Rasulullah-Mu seperti dirajam. Benteng hidup tubuh Zaid bin Haritsah pun kalah hingga kepala dan badannya penuh darah terkena batu sepelemparan. Mereka dikejar, dilempari batu, terus dikejar hingga tiga mil jauhnya.

Maka ketika para pendusta nabi dari Thaif itu telah menghilang dari pandangan. Datanglah Jibril mengabarkan bahwa Allah tahu dan Rabb semesta alam telah mengutus dua malaikat penjaga gunung.

Dua gunung yang membawa kesejukan di Thaif, dua gunung yang kala itu dijuluki Akhsyabain itu. Gunung tinggi yang menjulang dengan ‘dinding’ batu cadas berwarna seolah memerah.

karnafullytravel.com
karnafullytravel.com

Jibril mengatakan bahwa Rasulullah Muhammad SAW bisa memerintahkan dua malaikat penjaga gunung itu sesukanya. Malaikat penjaga gunung itu, atas perintah Allah telah tunduk hanya untuk Muhammad SAW.

Mereka menawarkan pada Muhammad SAW, “Ya Rasulullah, ya Nabiyyallah, ya Habiballah, perintahkanlah, maka aku akan membalikkan Akhsyabain ini menimpa dan menghancurkan mereka yang telah ingkar, mendustakanmu, menista, mengusir, dan menyakitimu”

“Tidak” Rasulullah tegas dan tanpa ragu menjawab. “Sungguh aku ingin agar diriku diutus sebagai pembawa rahmat, bukan penyebab azab.”

“Bahkan aku ingin agar dari sulbi-sulbi mereka, dari rahim-rahim mereka, kelak Allah akan keluarkan anak  keturunan yang mengesakan-Nya dan tak menyekutukan-Nya dengan apapun saja.”

3Sulbi – Sulbi Thaif

pecintaanakyatim.com

Dan dapatkah kamu bayangkan itu? Manusia seperti itulah Nabimu Rasulillah SAW, Nabi kita umat muslim seluruh dunia. Ia yang memiliki kuasa dua gunung, tetapi lebih memilih memaafkan dan mendoakan mereka.

Demi kebaikan mereka, bukan untuk kebaikan Muhammad sendiri. Tidak mengangiskah engkau membayangkan apa yang dialami Rasulullah SAW di Thaif?

Maka kini dari Thaif lah lahir para penghafal Al Quran yang tiada habisnya. Bahkan dikatakan metode menghafal ini sebagai metode Thaif. Kamu bisa menelusurnya lebih jauh di internet.

Dari sulbi-sulbi Thaif inilah terkabul doa Rasulullah SAW, doa yang berangkali menggetarkan langit. Doa seorang Nabi yang berdarah-darah dilempari batu, dikejar kejar tiga mil jauhnya.

Di kota Thaif, setiap tahun diadakan Daurah asy-Syaikh ‘Ali al-‘Utaibi ash-Shoifiyyah fi Hifdzil Quran. Diajarkan metode Thaif di daurah ini, metode yang insya Allah dapat membuatmu menghafal satu halaman Al Quran hanya dalam waktu 30 menit.

Maka, tidak menangiskah kamu membayangkan apa yang dialami Rasulullah SAW di Thaif? Bahkan setelah kamu tahu bahwa di Thaif kini benar-benar lahir generasi persis seperti yang dipanjatkan dalam doa Rasulullah?