Siapa Muslim yang tak kenal dengan Baginda Nabi Muhammad? Satu-satunya Rasul Allah yang diutus untuk semua ras dan golongan. Rasul mengajarkan ajaran yang sangat luas dan tanpa batas, mulai dari ibadah, ajaran keduniawian maupun ajaran mengenai akhirat.

Bukan hanya itu, Rasulullah pun banyak sekali mengajarkan kepada umatnya mengenai adab untuk makan hingga kenegaraan. Rasul yang mulia ini memiliki banyak sekali kisah yang patut diteladani.

Salah satunya adalah kisah di masa kecil Rasulullah saw. Bagaimana Beliau dilahirkan hingga tumbuh menjadi seorang remaja yang sungguh bijaksana.

1Kelahiran Nabi Muhammad

desabebel.com

Ayah Nabi Muhammad adalah seorang kepala suku Quraisy yang memiliki pengaruh sangat besar bernama Abdullah. Ibunya adalah Aminah binti Wahab, seorang istri yang ditinggal meninggal oleh suaminya tiga bulan setelah menikah.

Ketika mengetahui suaminya meninggal, sungguh hancur hati Aminah. Ia tak mampu lagi menahan tangis, bahkan tak makan selama beberapa hari. Namun, suatu hari Aminah bermimpi, ia didatangi oleh seorang wanita.

Wanita itu meminta Aminah untuk menjaga kandungan dengan baik. Bukan hanya sekali saja Aminah bermimpi demikian, ia memimpikan hal yang sama hingga berulang kali. Wanita yang datang ke dalam mimpi Aminah adalah Maryam, ibunda Nabi Isa as.

Di dalam mimpi Aminah, Maryam berkata bahwa kelak, bayi yang ada dalam kandungan Aminah akan menjadi manusia paling mulia sejagat raya. Maka dari itu Aminah diminta untuk menjaga dengan baik janin itu hingga kelahirannya.

Aminah pun mulai menjaga kandungannya dengan baik hingga lahirlah seorang putra yang diberi nama Muhammad. Ia dilahirkan di Makkah pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal tahun Gajah.

Nama itu diberikan oleh kakeknya yang bernama Abdul Muthalib. Setelah kelahiran Muhammad, kakeknya membawa bayi mungil itu untuk thawaf mengelilingi Ka’bah.

2Masa Menyusui

www.kumpulanmisteri.com

Sesaat setelah Muhammad lahir, ia disusui oleh ibunya sendiri. Setelah itu ia diserahkan kepada Tsuwaibah, budak perempuan dari pamannya, Abu Lahab untuk menyusui Muhammad.

Meski Tsuwaibah hanya menyusui beberapa hari, namun Muhammad tetap menyimpan rasa kekeluargaan yang dalam dan selalu menghormatinya. Kemudian Muhammad kecil diasuh oleh Halimah, seorang wanita Badui dari Suku Bani Sa’ad.

Halimah mengasuh Muhammad dengan penuh kasih sayang sehingga tumbuh menjadi anak yang sehat. Ketika usia Muhammad lima tahun, ia dikembalikan kepada Aminah untuk dibesarkan di tangan ibundanya.

Selama Halimah menyusui Muhammad, ia mengatakan bahwa dirinya mendapat begitu banyak berkah. Ternak yang dimilikinya memiliki badan yang gemuk dan sehat, susunya pun sangat banyak.

3Masa Kanak-kanak

islamicstyle.al-habib.info

Kira-kira ketika Nabi berusia enam tahun, Beliau dibawa oleh ibunya ke Madinah. Aminah ingin mengenalkan Muhammad kepada keluarga neneknya Bani Najjar dan mengajaknya untuk berziarah ke makam ayahnya.

Selepas berziarah dari makan suaminya, Aminah pun jatuh sakit. Ia meninggal dalam perjalanan pulang ke rumah. Nabi pun menjadi seorang yatim-piatu dalam usianya yang masih enam tahun.

Kemudian Nabi diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Akan tetapi, dua tahun kemudian, di usianya yang ke-82, Abdul Muthalib meninggal dunia. Setelah itu, Nabi dirawat oleh Abu Thalib pada usia delapan tahun.

4Masa Remaja

www.entrepreneurmuslim.com

Ketika berusia 12 tahun, Nabi kerap menemani pamannya Abu Thalib untuk menggembala kambing di sekitar Makkah. Selain itu, Beliau pun sering kali menemani pamannya untuk berdagang ke negeri Syam. Saat berdagang, Abu Thalib bertemu seorang pendeta.

Pendeta itu bernama Buhaira. Ia mengetahui tanda-tanda kenabian pada diri seorang Muhamammad melalui kitab Taurat dan Injil. Buhaira pun berpesan pada Abu Thalib untuk melindungi Nabi dengan baik dan segera membawanya pulang.

Karena Buhaira takut bila terjadi sesuatu jika mereka bertemu dengan orang Yahudi. Nabi banyak sekali mendapat pengalaman dan pengetahuan selama perjalanan bersama pamannya.

Beliau melihat alam luas, peninggalan sejarah, maupun cerita-cerita orang Arab di masa lampau. Meski masih berusia 12 tahun, tetapi Nabi Muhammad mempunyai kecerdasan yang luar biasa, kebesaran hatinya pun sungguh menggugah.

mizanuladyan.wordpress.com
mizanuladyan.wordpress.com

Saat usianya masih 14 tahun, Nabi Muhammad sudah mengikuti perang Harbul Fijar keempat. Perang ini hanya berlangsung selama beberapa hari saja setiap tahunnya, akan tetapi terjadi selama empat tahun hingga adanya perdamaian model pedalaman.

5Menginjak Usia Dewasa

potrethitamislam.blogspot.com

Setelah beberapa tahun berlalu, sampailah Nabi memasuki usia dewasa. Beliau berusaha untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya secara mandiri. Perdagangan merupakan hal yang dilakukannya, salah satu alasannya berdagang karena pendapatan yang stabil.

Nabi seringkali menemani pamannya berdagang ke arah Utara. Beliau berdagang dengan kejujuran. Sifatnya yang dapat dipercaya pun membesarkan namanya diantara para agen penjual perantara barang dagangan penduduk Makkah.

Karena ketenarannya dalam berdagang itu akhirnya Nabi Muhammad dipertemukan dengan seorang janda yang bernama Khadijah. Mereka pun menikah ketika usia Nabi Muhammad masih 25 tahun dan Khadijah berusia 40 tahun.