Apa yang kita ingat tentang sosok Nabi Sulaiman? Pasti yang terbayangkan oleh kita adalah kehebatan, kekuasaan, dan kekayaan dari seorang raja seluruh makhluk di bumi.

Ya, Nabi Sulaiman memang simbol dari kedigdayaan manusia, dan tidak pernah didapatkan oleh keturunan Adam yang lain.

Namun jangan pernah lupa, semua kehebatan Nabi Sulaiman tidak pernah lepas dari karunia Allah SWT. Tidak ada secuil kekuatan yang asli dari Nabi Sulaiman, melainkan pemberian Allah kepada nabi kekasihNya.

mejabelajarasra.blogspot.com
mejabelajarasra.blogspot.com

Sebuah kisah tentang cincin Nabi Sulaiman menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Membenarkan firman Allah: Qulillâhumma malikal mulki tu’til mulka man tasyâu wa tanzi’ul mulka mimman tasyau, wa tu’izzu man tasyâu wa tudzillu man tasyâu. 

“Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendak.” (QS. Ali-Imran: 26)

1Cincin Nabi Sulaiman As

kioscincin.blogspot.com

Keberadaan cincin milik Nabi Sulaiman As ini berasal dari cerita israiliyat. Walaupun tidak bisa dijadikan landasan hukum, namun cerita israiliyat bermanfaat untuk menyusun batu bata sejarah umat terdahulu, yang banyak mengandung hikmah penting.

Kisah cincin ini ditulis oleh ulama tabi’in Wahab bin Munabbih, yang pakar dalam penulisan sejarah. Wahab bin Munnabbih mengatakan, Sulaiman senantiasa memakai cincin di jarinya. Dia tidak pernah melepaskannya siang dan malam.

Menurut ulama tabi’in ini, cincin Sulaiman as berasal dari langit yang memiliki empat sisi. Diantara sisinya tertulis lafadz Laa Ilaha Illallahu Wahdahu Laa Syariika Lahu Muhammadun Abduhu wa Rosuuluhu.

Pada sisi kedua tertulis, Surat Ali Imran ayat 26 seperti di atas. Pada sisi ketiga tertulis, Kullu syai’in Haalikun Illalloh. Dan pada sisi keempat tertulis, Tabarokta Ilahiy Laa Syariika Laka.

Cincin tersebut memiliki cahaya yang bersinar yang apabila dikenakan, maka akan berkumpul para jin, manusia, burung, angin, setan, dan awan.

2Setan Mencuri Cincin Sulaiman

ngadegdeg.blogspot.com

Kisah masyhur dari cincin Sulaiman yang mengandung hikmah besar adalah saat di mana Nabi Sulaiman kehilangan cincin dan kembali menemukannya.

Suatu waktu Nabi Sulaiman hendak melaksanakan shalat ashar. Nabi pun berwudhu ke kamar kecil dan menanggalkan cincin dan diserahkan pelayannya bernama Aminah.

Ketika itu ada jin yang bernama Sokhr (riwayat lain bernama simus) menyerupai Nabi Sulaiman dan mendahuluinya mengambil cincin dari pelayan. Tanpa kecurigaan sang pelayan menyerahkan cincin. Jin itu segera menghampiri singgasana Sulaiman.

Ketika Nabi Sulaiman selesai berwudhu, dia berkata kepada pelayannya, “cincinku.” Aminah pun bingung dan bertanya,”Siapa anda?” Nabi menjawab,”Aku Sulaiman bin Daud.” Aminah berkata,”Engkau bohong, sesungguhnya Sulaiman telah mengambil cincinnya.

Maka Nabi Sulaiman menyadari bahwa ada jin yang melakukan tipu muslihat (Mukhtashor Tarikh Dimasyq juz III hal 379).

Ada versi yang menyebut Nabi Sulaiman kehilangan cincin sebagai peringatan Allah SWT, karena saat itu sang Nabi menunda shalat Ashar sebab urusan dunia. Namun yang lebih tidak syubhat, kehilangan cincin hanya sebagai ujian Allah kepada nabinya.

Tentang kisah ini Allah berfirman dalam Al Qur’an, “sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat.” (QS. As Shaad: 34)

3Hilang Kuasa Raja, Nabi Menjadi Buruh

maritimemagz.com

Ketika Nabi Sulaiman kehilangan cincin itu, atas kehendak Allah hilanglah kekuatan, karisma raja, dan kekuasaan Sulaiman. Semua orang tidak mempercayai bahwa dia adalah Nabi Sulaiman yang sebetulnya.

Bahkan sang nabi sampai kelaparan ketika menyusuri padang pasir gersang selama 40 hari, sebelum akhirnya beliau sampai di laut dan bekerja sebagai buruh nelayan. Bisa dibayangkan dari raja seluruh alam, diuji Allah menjadi buruh nelayan!

Tentu ujian itu tak menggoyahkan iman sang nabi sama sekali. Allah pun kembali menolong dan mengembalikan kekuasaannya kelak.

4Kembalinya Cincin dan Tahta Sulaiman

youtube.com

Seseorang yang bernama Asif bin Barkhoya menyadari tipu daya setan, ia berkata,”Wahai orang-orang Bani Israil sesungguhnya cincin Sulaiman telah dicuri oleh sekelompok setan dan sesungguhnya Sulaiman telah pergi dengan ketakutan di wajahnya.”

Setan pencuri cincin itupun takut dan melarikan diri menuju ke laut dan membuang cincin ke laut. Ada yang mengatakan bahwa Setan itu kepanasan setelah diperdengarkan kitab Zabur, dan berlari menceburkan diri ke laut.

Cincin yang tenggelam di laut itu dimakan ikan. Dan benar-benar atas kuasa Allah, Nabi Sulaiman kembali menemukan cincin itu dalam perut ikan tersebut. Ikan itu kini diberi nama dengan nama ikan salmon, yang berasal dari kata Salomon atau Sulaiman.

Nabi Sulaiman pun kembali mengenakan cincin itu dan bersujud seraya bersyukur atas karunia Allah SWT. Sang Nabi pun kembali menduduki singgasananya dan menjadi raja yang bijaksana.

5Hikmah dari Kisah Cincin Nabi Sulaiman

satu1nyablog.blogspot.com

Sebuah hikmah besar dari kisah nabi dan rasul Sulaiman Alaihissalam. Bahwa Allah lah yang memberi kekuasaan kepada nabi, dan tidaklah susah Allah mencabutnya, walau sebesar kekuasaan itu sebesar milik Nabi Sulaiman

Padahal kita tahu bahwa tidak ada seorang keturunan Adam yang punya kekuasaan sebesar Nabi Sulaiman As.

Kisah cincin Nabi Sulaiman bukanlah mengajarkan kita untuk mengagung-agungkan benda seperti cincin. Karena cincin Sulaiman hanyalah media dari kekuasaan Allah.

Mengetahui kisah ini, seharusnya kita semakin tawadhu’, semakin tawakal, dan sabar dengan segala ujian dari Allah SWT.