Belajar dari Kisah-kisah Karomah Umar Bin Khattab Al Faruq

pinterest.com

Menggambarkan sosok manusia mulia seperti Umar bin Khattab R.A. tidak akan mampu sepenuhnya ditulis dalam lembaran kertas. Beberapa jilid pun tidak akan cukup.

Sejarah kehidupannya, nasabnya, sifatnya, kepahlawanannya, kepemimpinannya, hubungannya dengan Rasulullah SAW. Dunia tidak meragukan lagi akan kebesaran namanya, baik muslim maupun non muslim.

Dari kesemua kisah tentang Umar, yang paling membuat kita memuliakan sosoknya tentu adalah keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT. Juga kecintaannya pada Rasul dan Agama Islam.

Karena kekokohan iman itulah beliau menjadi sahabat dan pemimpin Islam paling utama setelah Abu Bakar Ash Shidiq. Allah SWT juga menjamin dan menyiapkan istana dalam surga kepadanya di akhirat kelak.

Dengan derajat keimanan dan kedekatan Umar dengan Tuhannya, maka setiap langkah dan perbuatannya tidak lepas dari penjagaan Allah SWT.

Jika para nabiyullah mempunyai mukzizat yang besar dari Allah SWT, maka Umar sebagai waliyullah, penghulu para wali dan ulama, memiliki karomah yang besar pula.

Karomah adalah kejadian luar biasa dan diluar nalar manusia, yang merupakan karunia yang diberikan Allah Azza wa Jalla kepada hamba yang bertakwa.

Berikut ini karomah Umar bin Khattab R.A. yang pernah diketahui dan diriwayatkan oleh sejumlah kitab-kitab ulama.

1Suara dari Mimbar Sampai ke Medan Perang

rizkicrcn.blogspot.com

Sebuah kisah dari Sariyah bin Zanin Al-Khulaji menceritakan ketika Umar bin Khattab R.A menjadi Amirul Mukminin, ia pernah mengutus pasukan islam ke Nawahunda untuk menghadapi pasukan Persia.

Hampir saja pasukan muslimin terkalahkan karena jumlah pasukan Persia yang jauh lebih besar. Pada saat itu Umar bin Khattab R.A sedang berkhutbah di Masjid Nabawi di Madinah.

theislamisourlife.wordpress.com
theislamisourlife.wordpress.com

Di tengah khutbahnya beliau berteriak dengan lantang diatas mimbar “Hai pasukan muslimin, naiklah ke atas gunung!” Seruan itu diperdengarkan oleh Allah kepada pasukan Islam yang sedang bertempur melawan Persia.

Setelah mendengar suara itu seketika pasukan muslimin segera naik keatas gunung seraya berkata “ Itu tadi suara Amirul Mukminin, Umar bin Khattab.”

Akhirnya, kaum muslimin pun dapat bertahan dan berbalik menyerang untuk mendapatkan kemenangan.

2Bumi Pun Tenang Atas Izin Allah SWT

votreesprit.wordpress.com

Imam Haramain meriwayatkan suatu ketika di zaman Umar bin Khattab R.A. terjadi Gempa bumi. Merasakan itu Umar bin Khattab R.A. justru bertakbir dan bertahmid seraya memuji dan mengagungkan kekuasaan Allah SWT.

Setelah Umar bertakbir dan bertahmid, beliau segera memukulkan kantong susu ke tanah dan berkata “ Tenanglah kau bumi, bukankah aku telah berlaku adil kepadamu.”

Seketika itu, bumi pun berhenti bergetar dan kembali tenang.

3Mengetahui Perkataan Dusta

maulasramadhan.wordpress.com

Dalam kitab Thabaqat al-Munawi al-Kubra dikemukakan salah satu karamah ‘Umar yang lainnya. Ketika ada orang yang bercerita dusta kepadanya, lalu Umar menyuruh orang itu diam.

Orang itu bercerita lagi kepada Umar, lalu Umar menyuruhnya diam. Kemudian orang itu berkata, “Setiap kali aku berdusta kepadamu, niscaya engkau menyuruhku diam.”

Begitulah Umar mengetahui orang yang berdusta kepadanya dia menyuruhnya diam. Tak ingin orang tersebut bertambah banyak dosa dustanya.

4Sungai Nil Mengalir Kembali

en.wikipedia.org

Imam Haramain meriwatkan kisah yang masyhur dikalangan muslimin berkaitan dengan karomah Umar dan sungai Nil.

Dalam tradisi jahilliyah, ketika sungai Nil tak mengalir, penduduk Mesir akan memberikan tumbal dengan melemparkan perawan ke dalam sungai. Pada masa pemerintahan Islam hal ini tentu saja dilarang.

Penduduk yang mengikuti larangan gubernur Amr bin Ash diberikan ujian karena air sungai yang tak kunjung mengalir hingga 3 bulan. Amr pun meminta petunjuk kepada Khalifah Umar R.A.

pinterest.com
pinterest.com

Umar pun berkata kepada Amr “Engkau benar bahwa Islam telah menghapus tradisi tersebut. Aku mengirim secarik kertas untukmu, lemparkanlah kertas itu ke sungai Nil!”

Kemudian Amr membuka kertas tersebut sebelum melemparnya ke sungai Nil. Ternyata kertas tersebut berisi tulisan Umar untuk sungai Nil di Mesir.

Umar menulis “Jika kamu mengalir karena dirimu sendiri, maka jangan mengalir. Namun, jika Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa yang mengalirkanmu, maka kami mohon kepada Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa untuk membuatmu mengalir.”

Kemudian ‘Amr melempar kertas tersebut ke sungai Nil. Sementara itu penduduk Mesir telah bersiap-siap untuk pindah meninggalkan Mesir.

Pagi harinya, ternyata Allah Swt. telah mengalirkan sungai Nil enam belas hasta dalam satu malam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here