Bulan suci Ramadhan tinggal menghitung hari lagi, dan hati kita sudah dipenuhi luapan kerinduan yang tak lagi bisa dibendung, mengharapkan diri ini bisa sampai di bulan penuh rahmat dan ampunan Allah tersebut.

Namun ada satu hal yang membuat kita kadang lalai dan terlena, bahwa kita sedang berada pada bulan Sya’ban, sedangkan pada bulan ini ada begitu banyak hikmah yang harus kita sebagai umat Muslim pahami.

Nah, jangans ampai kita masuk dalam golongan umat yang lalai atau terlena pada seruan kebaikan dari Allah karena kelalaian kita mengambil hikmah dari bulan Sya’ban yang tengah kita jalani sekarang ini.

Apa sajakah itu?

1Bulan Sya’ban Penuh Dengan Orang Lalai, Maka Kita Harus Waspada

berdoa-syaban kiki widyasari
usetyo.wordpress.com

Pada bulan ini orang-orang banyak yang melalaikan kehadirannya. Mereka terlalu sibuk memersiapkan bulan Ramadhan dan masih banyak yang terbawa akan suasana bulan Rajab sebelumnya.

Akhirnya, banyak sekali seruan dari Rasulullah pada masa dahulu kepada para sahabat dan umat Islam bahwa bulan Sya’ban adalah bulan dimana banyak umat yang lalai atau terlena.

Sehingga, umat Islam harus meningkatkan kewaspadaan untuk sama sekali tidak kendur semangat ibadah dan amalan-amalan kebaikannya.

2Pada Bulan Sya’ban, Rasulullah Banyak Berpuasa

Puasa-Syaban
www.muliarabbani.com

Rasulullah banyak berpuasa di bulan Sya’ban, selain untuk mempersiapkan diri menyambut ibadah puasa wajib sebulan penuh di bulan Ramadhan juga sebagai pengokoh iman agar tak lalai.

Bahkan dari riwayat Aisyah ra, dalam hadits shahih, Rasulullah berpuasa hampir sebulan penuh di bulan ini karena puasa-puasa sunah di bulan-bulan sebelumnya yang belum sempat dikerjakan beliau rangkum jadi satu di bulan Sya’ban ini.

3Mempersiapkan Iman yang Kokoh Menyambut Ramadhan

ramadan-loading-70
gewoonte.blogspot.com

Iman akan semakin kokoh dengan ibadah dan amalan kebaikan yang kokoh pula. Untuk itu, dalam menyambut bulan suci Ramadhan, banyak lah melakukan ibadah sunnah di bulan Sya’ban.

Karena jika kelak Ramadhan telah pergi, maka iman yang telah kokoh akan semakin kuat di dalam tubuh kita.

Sehingga tak ada cerita atau istilah kita menjadi sholeh atau sholehah saja di saat Ramadhan, selepas itu tidak.

SHARE