Desakan agar pemerintah meminta maaf terhadap kejadian 1965 saat penumpasan pemberontakan PKI mendapat banyak tantangan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla pun menegaskan pemerintah tidak akan meminta maaf kepada eksponen partai yang saat ini masih terlarang di Indonesia tersebut.

Menurut JK, korban pertama dari tragdei itu justru enam jenderal. “Memang banyak diskusi, tapi tahu enggak siapa korban pertama, enam jenderal. Jadi bagaimana mau minta maaf kalau korbannya justru jenderal,” kata Kalla, Selasa, 19 April 2016 seperti dikutip dari Tempo.

Kalla mengatakan situasi yang terjadi pasca pembunuhan para jenderal saat itu tak bisa diukur dengan waktu sekarang. “Kejadian 50 tahun lalu kan tidak bisa Anda ukur dengan keadaan hari ini,” kata Kalla.

www.jatimtimes.com
www.jatimtimes.com

Hal itu senada dengan yang diungkapkan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden KH Hasyim Muzadi. Menurut mantan Ketua Umum PBNU ini, zaman telah berganti.

Seharusnya kalaupun dituntu meminta maaf bukan ke negara melainkan ke rezim. Menurut Hasyim, yang bisa salah adalah rezim sebuah pemerintahan dalam masa pemerintahannya.

“Mengapa kejadian zaman pemerintahan Pak Harto harus Pak Jokowi yang meminta maaf?” tanyanya seperti dikutip dari Sindo.

Hasyim menuturkan, bahwa negara bersifat permanen sedangkan rezim bersifat temporer. Negara Indonesia sampai hari ini sudah berganti tujuh rezim pemerintahan.

“Kalau dikembalikan ke zaman Pak Harto, sekarang ini sudah banyak yang wafat, juga demikian korban 65, lalu siapa meminta maaf  siapa?” ujarnya.

Nah polemik pemberontakan komunis di Indonesia mencoba mengagendakan permintaan maaf dari negara. Jika hal ini dilakukan, maka para pendukung neo komunis di Indonesia akan mendapatkan angin. Padahal sejarah mencatat, ada berbagai jenis pemberontakan yang dilakukan komunis terhadap negara ini

Pemberontakan 1926

panjimas.com
panjimas.com

Masuknya pengaruh PKI ke Sumatera Barat tidak lepas dari peran serta pemuka agama Islam, Haji Datuk Batuah yang membawa dan menyebarkan paham komunis  di daerah tersebut.

Pada tahun 1923 ia menanamkan ajaran komunis di kalangan pelajar-pelajar dan guru-guru muda Sumatera Thawalib Padang Panjang

Desember 1925 di Prambanan, Yogyakarta diadakan pertemuan partai yang dipimpin oleh Alimin. Pertemuan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh PKI, diantaranya Budi Sucipto, Aliarcham, Sugono, Surat Hardjo, Martojo, jatim, Sukirno, Suwarno, Kusno dan lain-lainnya. Sedang Said Ali, pemimpin PKI cabang Sumatera Barat pada pertemuan ini hadir mewakili seluruh Sumatera. Kemudian diputuskan:

Sejalan dangan Surat Edaran Komite Pusat PKI No.221 maka PKI cabang Sumatera Barat berusaha mengumpulkan senjata.

Mengadakan aksi-aksi ilegal. Ini terutama dilakukan dalam bentuk membangun sel-sel PKI di derah-daerah pertanian dalam rangka memperkuat semangat perlawanan.Memperkuat propaganda di kalangan buruh-buruh tani.

www.antaranews.com
www.antaranews.com

Gelagat pemberontakan tercium Pemerintah kolonial Belanda kemudian segera melakukan penangkapan terhadap pemimpin-pemimpin PKI dengan tuduhan hendak memberontak.

Sekalipun para pemimpin PKI Sumatera Barat telah banyak yang ditangkap dan dipenjarakan, akan tetapi pada akhirnya pemberontakan tetap meletus juga, pendukung PKI akhirnya mengikuti jejak rekan-rekan mereka di Banten, yang meletuskan pemberontakan pada pertengahan November 1926.

Mereka menyerang kedudukan pemerintah. Selanjutnya di Tanjung Ampulu, pada tanggal 1 Januari 1927 terjadi pembakaran rumah milik para pegawai pemerintah Kolonial Belanda dan kaki tangannya.

Madiun 1948

jatim.metrotvnews.com
jatim.metrotvnews.com

PKI pernah melakukan pemberontakan terhadap negara dengan mendirikan Republik Soviet Indonesia di Madiun.

Pemberontakan ini dilakukan oleh anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) dan partai-partai kiri lainnya yang tergabung dalam organisasi sesat bernama “Front Demokrasi Rakyat” (FDR).

Pemberontakan ini diawali dengan jatuhnya kabinet RI yang pada waktu itu dipimpin oleh Amir Sjarifuddin karena kabinetnya tidak mendapat dukungan lagi sejak disepakatinya Perjanjian Renville.

Lalu dibentuklah kabinet baru dengan Mohammad Hatta sebagai perdana menteri, namun Amir beserta kelompok-kelompok sayap kiri lainnya tidak setuju dengan pergantian kabinet tersebut.

PKI mengawali pemberontakan di Solo dengan penculikan dan pembunuhan tokoh-tokoh yang dianggap musuh di kota Surakarta, serta mengadudomba kesatuan-kesatuan TNI setempat, termasuk kesatuan Siliwangi yang ada di sana.

Mengetahui hal itu, pemerintah langsung memerintahkan kesatuan-kesatuan TNI yang tidak terlibat adudomba untuk memulihkan keamanan di Surakarta dan sekitarnya. Operasi ini dipimpin oleh kolonel Gatot Subroto.

Sementara perhatian semua pihak pro-pemerintah terkonsentrasi pada pemulihan Surakarta, pada 18 September 1948, PKI/FDR menuju ke arah timur dan menguasai Kota Madiun, Jawa Timur, dan pada hari itu juga diproklamasikan berdirinya “Republik Soviet Indonesia”.

Pemberontakan 1965

m.tribunnews.com
m.tribunnews.com

Pemberontakan terdahsyat terjadi pada 1965. Saat itu PKI menculik enam jenderal TNI dan membunuhnya dengan sadis.

PKI juga melakukan pengambilalihan dan pengumuman pemberontakan yang dikenal dengan Gerakan 30 September.

TNI langsung bergerak dan menumpas gerakan makar dari PKI tersebut. Sejak saat itu, terutama di Pemerintahan Orde Baru, PKI dinyatakan sebagai partai terlarang dan komunis dinyatakan sebagai paham yang dilarang sampai sekarang.