Kamu penyuka kucing? Jika iya, maka kamu pasti sudah sangat mengenal hewan lucu jenis ini.

Kucing, dikutip dari wikipedia disebut juga kucing domestik atau kucing rumah (nama ilmiah: Felis silvestris catus atau Felis catus) adalah sejenis mamalia karnivora dari keluarga Felidae. Kata “kucing” biasanya merujuk kepada “kucing” yang telah dizinakkan, tetapi bisa juga merujuk kepada “kucing besar” seperti singa dan harimau.

Kucing telah berbaur dengan kehidupan manusia paling tidak sejak 6.000 tahun SM, dari kerangka kucing di Pulau Siprus. Orang Mesir Kuno dari 3.500 SM telah menggunakan kucing untuk menjauhkan tikus atau hewan pengerat lain dari lumbung yang menyimpan hasil panen.

Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan terpopuler di dunia. Kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, dan sphinx.

Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia, sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.

Ya, kucing anggora merupakan salah satu jenis kucing yang amat digemari oleh sebagian besar orang di dunia. Karena selain bulunya yang lebat, wajahnya juga amat lucu.

Belum lagi jika setiap hari kita disuguhi polah tingkahnya yang menggemaskan. Maka kita akan semakin betah di rumah jika ada Si “Manis” yang satu ini.

Nah, ngomong-ngomong tentang si Anggora, bagi kamu yang belum pernah sama sekali memelihara kucing jenis ini, ternyata ada berbagai hal yang perlu kamu ketahui lho tentang cara merawatnya.

Karena memang kucing anggora sudah terbiasa hidup di rumah, sehingga lama-kelamaan insting survivornya semakin menurun dan kalah dari kucing kampung yang sangat tahan banting.

Sehingga, jika kamu menginginkan kucing anggoramu tetap sehat, lucu menggemaskan, dan cantik, cobalah beberapa tips cara merawat kucing anggora berikut ini.

1Perhatikan Makanan dan Minumannya

barubatu.blogspot.com

Ternyata, menurut para ahli kesehatan hewan atau dokter hewan, makanan basah atau makanan kaleng kurang baik bagi kesehatan kucing anggora.

Selain bisa merontokkan bulu-bulunya, makanan basah juga bisa membuat kucing semakin kurang bernafsu makan.

Dengan kondisi bulu yang cepat rontok dan hilangnya nafsu makan, akan sangat berpengaruh pada kesehatan kucing. Jangan sampai kucing kamu cepat mati karena kamu salah memilihkannya makanan ya!

Nah, untuk masalah minuman juga sama. Jangan pernah memberikan air putih mentah dan susu manusia ke kucing anggoramu.

Karena air mentah mengandung banyak bakteri, dan susu untuk manusia juga memiliki zat gizi yang berbeda dari kebutuhan gizi kucing.

Berikanlah air putih matang yang direbus terlebih dahulu, atau susu khusus kucing yang dapat membantu kelengkapan gizi bagi tubuhnya.

2Bersihkan Kandang Si “Manis” dengan Teratur

surabayacatlover.blogspot.com

Kandang kucing memang rawan sekali ditumbuhi banyak penyakit. Dan jika itu dibiarkan maka akan sangat merugikan bagi kesehatan kucing anggoramu.

Karena memang aktivitas kucing anggora lebih banyak dihabiskan di kandang. Seperti makan, tidur, bahkan kadang buang air kecil dan besar.

Untuk itu, jika kamu sangat meyayangi dan tak ingin kucing anggoramu cepat mati atau terkena penyakit, rajinlah membersihkan kandang Si “Manis” secara teratur. Agar tetap terjaga kebersihannya.

Cara membersihkan yang utama adalah dengan memberikan disinfektan, agar kuman-kuman berbahaya bagi kucing anggora cepat mati dan tidak menjadi parasit baginya.

Lakukan proses pembersihan secara teratur, minimal seminggu sekali. Jika kandang bersih, maka kucingmu juga akan nyaman dan lebih sehat.

Untuk ukuran kandang sebaiknya memang harus disesuaikan dengan ukuran dan berat tubuh Si “Manis”. Hal ini demi kenyamanan kucing anggoramu juga.

Jika belum terlalu mengerti tentang ini, biasanya di Pet Shop kamu akan dijelaskan lebih jelas tentang masalah kandang ini.

3Mandikan Kucing dengan Benar

persiandanggora.blogspot.com

Minimal mandikan kucing anggoramu sebanyak sekali dalam dua minggu. Selain membersihkan kuman-kuman yang menempel di tubuhnya, mandi juga dapat memberikan efek refreshing kepada kucingmu.

Gunakan sabun khusus kucing agar bulu-bulunya tidak rontok karena kesalahan sabun yang digunakan. Serta mandikan Si “Manis” dengan air hangat untuk menjaga stamina dan juga kekuatan bulu-bulunya.

Selain dimandikan, kucing anggoramu juga harus rutin disisiri agar bulu-bulu mati di tubuhnya bisa rontok dan siap digantikan oleh bulu baru yang lebih sehat.

4Rutin Periksakan Si “Manis” ke Dokter Hewan

id.up-wallpaper.com

Bahkan kucing anggora pun juga butuh rutin untuk diperiksakan kesehatannya lho, tidak hanya bagi manusia saja.

Karena dengan rutin mengontrol kondisi kesehatannya, kamu juga akan tahu sejak dini jika memang ada suatu gangguan pada kesehatan kucingmu.

Nah, pada saat kamu memeriksakan Si “Manis” ke dokter hewan, jangan lupa rutin memintakan vaksin untuknya, agar dia bisa lebih tahan terhadap serangan virus atau bakteri penyebar penyakit.

Itulah tadi beberapa tips yang bisa kamu coba untuk merawat kucing anggora barumu agar tumbuh sehat, cantik, dan lucu menggemaskan.

Karena dengan kita menyayangi hewan, maka hewan juga akan balik menyayangi kita. Mereka tahu membalas budi kok.

5Cirikhas Kucing Anggora

dbagus.com

Nah, terkadang orang kurang mengamati ciri-ciri kucing yang dimiliki. Mereka hanya melihat bahwa kucing tersebut terlihat lucu dan menggemaskan.

Padahal, mengetahui ciri-ciri kucing Anggora sangat penting agar kucing Anggora kita tidak tertukar dengan milik orang lain atau jika kita ingin membeli kucing, kita tidak salah membelinya.

Kucing Anggora mempunyai tubuh yang proporsional. Biasanya, tubuh kucing Anggora terlihat langsing. Hal ini sangat berbeda dengan kucing Persia yang mempunyai tubuh gemuk.

Berat badannya pun cukup ringan. Selain itu, kucing ini mempunyai ukuran badan tidak panjang dan tidak juga pendek. Maka tidak heran jika kucing ini terlihat sangat anggun saat berjalan, ditambah lagi dengan gaya jalannya yang mirip dengan model.

Kucing Anggora mempunyai bulu yang unik. Keunikan bulu kucing Anggora adalah bulu tumbuh sesuai dengan kondisi cuaca. Jika kondisi cuaca sedang mengalami musim panas, maka bulu kucing Anggora terlihat pendek dan jika kondisi cuaca sedang mengalami musim hujan/dingin, maka bulu kucing Anggora sangat lebat dan panjang.

Selain itu, bulu-bulu kucing Anggora sangat halus dan lembut seperti sutera.

Kondisi bulu yang cukup unik tersebut memperlihatkan bahwa kucing anggora ini cukup cocok dipelihara di Indonesia. Karena dengan pola tumbuh bulu kucing anggora tersebut membuat kucing anggora mampu untuk beradaptasi dengan iklim yang ada di Indonesia.

Kucing Anggora mempunyai ekor yang panjang. Biasanya, kucing Anggora akan menurunkan ekornya atau melipat ekor sampai ujung ekornya mendekati kepalanya saat sedang berjalan.

Ekor kucing Anggora juga ditumbuhi bulu yang lebat dan tebal. Jika diamati, bulunya mengembang seperti ekornya musang. Bahkan, bulu yang terdapat di ekor kucing anggora lebih lebat daripada bulu yang ada di badannya.

Kucing Anggora mempunyai kaki yang cukup panjang. Ukuran kakinya tersebut menjadikan kucing Anggora terlihat tinggi.

Apalagi jika dibandingkan dengan ukuran tubuhnya yang tidak terlalu panjang dan terlihat langsing. Hal ini yang menjadi daya tarik dari kucing ini. Karena dengan penampilan seperti itu, kucing anggora terihat sangat mirip dengan pragawati.

Kucing Anggora mempunyai bentuk kepala seperti segitiga. Jika diamati dengan teliti, bentuk kepalanya seperti piramid yang terbalik. Bagian atas lebih lebar dan semakin mengecil sampai dagunya.

Selain itu, bulu di kepalanya tidak terlalu panjang. Hal ini sangat berbeda dengan kucing Persia yang mempunyai bulu yang lebih panjang di bagian kepala.

Kucing Anggora mempunyai hidung yang mancung. Jika diamati, lubang hidungnya bisa telihat saat kita melihat dari depan. Sepertinya hidungnya sedikit keatas. Sehingga, lubang hidungnya bisa dilihat dari depan.

Melalui hidung ini, kita bisa lebih mudah membedakan antara kucing Persia dengan kucing Anggora. Karena kucing Persia mempunyai hidung pesek.

Warna mata kucing Anggora adalah biru atau kekuning-kuningan. Perlu diperhatikan bahwa kucing Anggora yang mempunyai warna mata biru biasanya tuli. Namun, tidak semua kucing Anggora mempunyai warna mata biru atau kekuning-kuningan.

Kucing Anggora yang berbulu putih mempunyai kombinasi warna keduanya yaitu mata sebelah kanan berwarna biru dan mata sebelah kiri berwarna kekuning-kuningan. Mata seperti ini dinamakan kucing Anggora “bermata aneh”.

Kucing Anggora mempunyai telinga yang lebar dan besar. Namun, bagian atasnya tidak lebar. Jadi jika diperhatikan, telinga kucing Anggora berbentuk segitiga.

Jarak antara telinga yang satu dengan telinga yang lain saling berdekatan. Hal ini sangat berbeda dengan kucing Persia yang mempunyai telinga yang agak berjauhan.

Anggora adalah kucing alami yang sangat tua, dan mungkin yang tertua di dunia. Kucing ini di Turki sering dikaitkan dengan beberapa mitos dan legenda.

Banyak orang yang salah mengenai Anggora. Pada sekitar 250 tahun yang lalu, setiap kucing berbulu panjang di Persia disebut sebagai ras kucing Anggora, yang padahal itu adalah ras Persia.

Pada waktu itu, banyak sekali kucing berbulu panjang di sekitar kota Angora dan sekitar daerah Persia (sekarang Iran). Pada waktu itu juga, tidak ada sama sekali perbedaan antara kucing berbulu panjang yang hidup di Angora dengan yang di Persia.

Anggora adalah ras kucing yang tidak diketahui dari mana asal terbentuknya. Namun ada beberapa teori mengatakan bahwa Anggora berasal dari seekor kucing liar dari Asia, yaitu kucing Pallas.

Tetapi teori ini sampai sekarang masih diragukan. Anggora juga diyakini berasal dari kucing liar Afrika, dan mungkin beberapa persilangan terjadi antara kucing Pallas dengan kucing liar Afrika sehingga menghasilkan kucing Anggora.

Anggora sudah populer sejak abad ke-16 di Eropa. Anggora mulai populer pada saat Pietro Delle, orang berkebangsaan Italia itu membawa ras Anggora ke sebuah istana di Italia. Anggora semakin dikenal di Eropa, ketika raja Louis XV memelihara seekor Anggora di istananya.

Ketika banyak pedagang Eropa yang berbisnis di timur tengah, kucing-kucing yang berasal dari Turki dan Persia semakin banyak di impor ke Eropa.

Kelompok kucing berbulu panjang sangat populer ketika kontes kucing mulai diadakan di Inggris pada tahun 1870. Sejak adanya kontes kucing, sifat-sifat genetik antara ras Persia dengan ras Anggora mulai berkembang menjadi lebih murni dan spesifik.

Pada abad ke-16, Angora pertama kali dijual kepada orang-orang kaya di Perancis dan Inggris oleh sultan Turki. Anggora diyakini sampai di Eropa pada awal tahun 1600-an. Pada tahun 1954, Anggora juga pertama kali dijual ke Amerika Serikat.

Dan pada tahun 1996, Anggora pertama kali diimpor ke Swedia dari Belanda. Pada tahun itu juga anak kucing Anggora yang pertama lahir.

Diawal tahun 1900-an, pemerintahan Turki bekerja sama dengan Kebun Binatang Ankara (atau Ankara Zoo) untuk melakukan program pengembangbiakan terhadap kucing Anggora. Tujuan dari program ini adalah untuk melindungi dan melestarikan kucing ras Anggora putih murni dengan warna mata yang berbeda dengan sebelahnya (warna biru dan kuning). Sampai sekarang program pengembiakan ini masih berjalan.

Orang-orang Turki sangat menghargai kucing Anggora, sehingga pada waktu itu untuk mendapatkan Anggora dari Kebun Binatang Ankara sangat sulit.

Namun pada tahun 1962 seorang istri dari Kolonel Angkatan Darat Walter Hibah yang tinggal di Turki bernama Liesa F. Grant berhasil mengimpor sepasang Anggora dari Kebun Binatang Ankara ke Amerika.

Anggora dengan warna bulu putih pertama kali diakui pada tahun 1968 oleh organisasi pendaftaran kucing bernama Cat Fanciers’ Association (CFA). Karena sudah diakui, maka sejak tahun 1970 telah diselenggarakanlah sebuah kontes kucing Anggora tahunan.

Selanjutnya pada tahun 1976, Anggora mendapatkan kelas baru di CFA, yaitu kelas kejuaraan. Namun pada tahun 1978, hanya Anggora berwarna putih murni saja yang diakui. Anggora juga telah diakui oleh organisasi pendaftaran kucing bernama FIFe pada tahun 1993.

6Perbedaan Antara Kucing Anggora dan Persia

www.ayeey.com

Kucing Anggora mempunyai bentuk tubuh yang ideal. Kucing ini terlihat langsing dan ukuran tubuhnya tidak terlalu panjang. Meskipun terlihat langsing, tulang-tulang kucing Anggora tidak terlihat menonjol.

Selain itu, kucing ini juga memiliki bobot yang ringan. Hal ini sangat berbeda dengan kucing Persia. Kucing Persia mempunyai tubuh yang gemuk. Jika kita amati, kucing Persia ini terlihat pendek. Mungkin, karena kucing Persia ini mempunyai tubuh yang gemuk.

Kucing Anggora mempunyai bentuk wajah segitiga. Bentuk wajah seperti ini bisa kita jumpai pada kucing kampung yang ada di Indonesia. Jarak telinga kucing Anggora dari telinga yang satu dengan telinga yang lain agak berdekatan.

Selain itu, kucing Anggora ini mempunyai warna mata biru atau kekuning-kuningan dan hidung nya mancung. Sedangkan kucing Persia mempunyai bentuk wajah bulat. Warna mata lebih bervariasi sesuai dengan warna bulunya.

Selain itu, kucing Persia mempunyai hidung pesek dan jika kita amati dari samping, bagian dahi, hidung dan dagu akan terlihat datar. Bentuk hidung ini merupakan carang yang paling mudah bagi kita untuk membedakan antara kucing Persia dengan kucing Anggora.

Kucing Anggora sangat suka bermain dan berlari-lari. Kucing ini sangat aktif. Mungkin, jika kamu memelihara kucing Anggora ini, kamu akan jarang sekali melihat kucing ini diam. Sedangkan, kucing persia lebih sulit untuk diajak bermain.

Kucing ini lebih sering diam dan manja sekali dengan majikannya. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh ukuran badannya yang besar. Sehingga terlihat malas.

Kucing Anggora merupakan kucing yang aktif, suka bermain, dan memiliki emosi yang kurang stabil. Terkadang kucing ini gampang marah saat diganggu dan tidak suka dipengang-pegang telalu lama.

Kucing ini memiliki rasa keingintahuan yang tinggi dan mudah untuk diajari. Jika berjalan, kucing Anggora ini terlihat seperti pragawati. Hal ini sangat sesuai dengan bentuk tubuhnya yang langsing.

Sedangkan, karakter kucing Persia sangat berbeda dengan kucing Anggora. Kucing Persia relatif pendiam dan bawaannya tenang. rasa keingintahuannya kurang dan kucing Persia ini memiliki sifat yang manja.

Oleh karena itu, jika kamu suka memanjakan hewan peliharaan, lebih baik kamu memilih kucing Persia. Namun, jika kamu lebih suka untuk mengajak bermain hewan peliharaan, lebih baik kamu memilih kucing Anggora.

Dikutip dari Wikipedia, berdasarkan warna bulunya kucing anggora mempunya beberapa jenis, yaitu warna putih mata kuning emas, warna tabby tutul hitam perak, warna asap biru, warna tortoiseshell hitam asap, warna torbie hitam dan putih, anggora hitam, warna torbie krem biru dan putih, dan anggora warna tabby bercak cokelat.

Berbagai jenis warna bulu kucing anggora tersebut telah diakui oleh Fedaration International Feline (FIFE), sebuah lembaga pendaftaran serta pengakuan ras kucing, serta Livre Officiel des Origines Félines (LOOF).

Ada beberapa jenis warna kucing anggora yang belum diakuinya, antara lain warna liliac, kayu manis, warna point, cokelat, sepia, dan mink.

Dikutip dari info-pets.blogspot.com, berikut ini harga kucing anggora saat ini:

Ras Asli (Pure Breed)

Umur 3 bulan (belum di vaksin) – Rp. 4.000.000 – 5.000.000

Umur 3 bulan (sudah di vaksin) – Rp. 6.000.000 – 7.000.000

Umur 6 bulan (belum di vaksin) – Rp. 9.000.000 – 10.000.000

Umur 6 bulan (sudah di vaksin) – Rp. 12.000.000 – 15.000.000

Hasil perkawinan dengan kucing Persia

Umur 3 bulan (belum di vaksin) – Rp. 600.000 – 700.000

Umur 3 bulan (sudah di vaksin) – Rp. 900.000 – 1.000.000

Umur 6 bulan (belum di vaksin) – Rp. 1.500.000 – 1.600.000

Umur 6 bulan (sudah di vaksin) – Rp. 2.000.000 – 2. 800.000

Hasil perkawinan dengan kucing lokal

Umur 3 bulan (belum di vaksin) – Rp. 200.000 – 250.000

Umur 3 bulan (sudah di vaksin) – Rp. 300.000 – 350.000

Umur 6 bulan (belum di vaksin) – Rp. 450.000 – 550.000

Umur 6 bulan (sudah di vaksin) – Rp. 600.000 – 700.000

Sebagai faktor penentu harga termasuk diantaranya adalah kesehatan dan bentuk fisik. Cek dulu kesehatan kucing sebelum membeli. Jangan sampai kalian membeli kucing yang sakit karena ada beberapa penyakit kucing yang menular kepada manusia.

Jika kamu ingin beternak kucing anggora, sebaiknya memilih ras keturunan murni dan bersertifikat. Tentu saja harga untuk ras murni lebih tinggi dibandingkan ras campuran.

Umumnya ras campuran kucing anggora merupakan gasil persilangan dengan kucing kampung ataupun kucing persia.

7Manfaat Memelihara Anggora

www.meongku.com

Menurut sebuah University of Minnesota mendapati bahwa mereka yang tidak memelihara atau mempunyai kucing mempunyai persentasi meninggal akibat serangan jantung daripada mereka yang mempunyai dan memelihara.

Hal tersebut dikarenakan sang pemilik akan terus merasa bahagia ketika melihat kucing kesayangannya.

Manfaat memelihara kucing yang berikutnya adalah mampu menurunkan kadar kolestrol dalam tubuh seseorang yang memeliharanya. Lalu apa hubungannya? Berdasarkan penelitian yang ada pemilik kucing atau pemelihara kucing memiliki kadar kolestrol dalam tubuh lebih rendah dari pada mereka yang tidak memelihara kucing sendiri.

Sebuah penelitian 2006 di Kanada menyatakan bahwa memiliki kucing sebenarnya lebih berkesan dalam menurunkan kolestrol, karena rasa bahagia yang muncul.

Lalu apa hubungannya memelihara kucing dengan serangan stroke? Seperti halnya dengan menurunkan resiko penyakit jantung, menurut University of Minnesota bahwa pemilik kucing dapat mengurangi resiko terkena stroke. Apalagi penyakit ini sangat berbahaya dan rata-rata menyerang orang yang berusia lanjut.

Memiliki kucing dapat dibilang dapat membantu mengurangi stress dalam hidup. Dengan cara menjaga binatang atau berbicara dengan kucing, maka kamu dapat merasa lebih tenang dan mengurangi tahapan rasa stress yang timbul pada diri sendiri.

Kehadiran dari seekor kucing bersama kamu dapat juga membantu dan menenangkan diri, karena kamu sebagai pemilik kucing dapat bermain dengan kucing kesayanganmu.

Menurut State University of New York mengungkapkan dengan memelihara hewan peliharaan seperti kucing mampu mengurangi tekanan darah, sehingga dapat mengurangi resiko terkena hipertensi atau disebut dengan Hipertensi.
Jadi untuk kamu yang mempunyai riwayat mengenai darah tinggi memelihara kucing adalah solusi alami untuk mengatasi permasalahan tersebut.

8Keistimewaan Kucing Dalam Islam

www.duniaq.com
Banyak mitos yang bertebaran disetiap kehidupan kucing mulai dari memiliki 9 nyawa hingga sebagai jelmaan dewa. Seperti yan terjadi pada masa dinasti Fir’aun 3000 tahun yang lalu, kucing amat dipuja karena dianggap sebagai titisan dewa.
Lain di Mesir lain pula di Eropa, di dataran ini kucing dianggap sebagai sihir setan atau pembawa bencana. Tak pelak lagi, pada masa abad kegelapan terjadi pemusnahan besar-besaran terhadap hewan lucu ini, hingga menyebar ke Afrika Utara.
Padahal, wabah yang oleh masyarakat saat itu dianggap sebagai kutukan adalah jenis penyakit pes yang diakibatkan oleh meledaknya populasi tikus dan penurunan populasi kucing sebagai predator.
Didalam perkembangan peradaban islam, kucing hadir sebagai teman sejati dalam setiap nafas dan gerak geliat perkembangan islam.

Diceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama “Mueeza”. Suatu saat, dikala nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya.

Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya. Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya.
Sebagai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.

Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong Mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar azan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.

Kepada para sahabatnya, nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhori, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Tak hanya nabi, istri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala ditinggal pergi oleh si kucing.

Seorang sahabat yang juga ahli hadist, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi julukan Abu Hurairah (bapak para kucing jantan), karena kegemarannya dalam merawat dan memelihara berbagai kucing jantan dirumahnya.
Pada abad 13, sebagai manifestasi penghargaan masyarakat islam, rupa kucing dijadikan sebagai ukiran cincin para khalifah, termasuk porselen, patung hingga mata uang.
Bahkan di dunia sastra, para penyair tak ragu untuk membuat syair bagi kucing peliharaannya yang telah berjasa melindungi buku-buku mereka dari gigitan tikus dan serangga lainnya.
Salah satu kitab terkenal yang ditulis oleh cendikia muslim tempo dulu adalah kitab hayat al hayaawan yang telah menjadi inspirasi bagi perkembangan dunia zoologi saat ini.
Salah satu isinya mengenai ilmu medis, banyak para dokter muslim tempo dulu yang menjadikan kucing sebagai terapi medis untuk penyembuhan tulang, melalui dengkuran suaranya yang setara dengan gelombang sebesar 50 hertz.
Dengkuran tersebut menjadi frekuensi optimal dalam menstimulasi pemulihan tulang.

Tak hanya ilmu pengetahuan, bangsa barat juga banyak membawa berbagai jenis kucing dari timur tengah, hingga akhirnya kepunahan kucing akibat mitos alat sihir di barat dapat terselamatkan.

SHARE