Kudalumping pada dasarnya adalah kesenian tradisional yang berasal dari Pulau Jawa. Prinsip tariannya menampilkan sekelompok prajurit berkuda.

Kuda yang digunakan terbuat dari bambu anyaman dan dipotong seperti kuda. Lalu kuda tersebut dihiasi berbagai bahan lain, misalnya rambut tiruan dari tali plastik yang digelung atau dikepang.

Kudalumping diwarnai dengan aneka macam warna sehingga tampak menarik. Para penari menampilkan adegan prajurit berkuda dan beberapa atraksi magis lainnya.

Atraksi tersebut misalnya, kesurupan, kekebalan dan kekuatan magis. Penari yang kesurupan akan memakan beling atau apapun yang aneh-aneh dan menakutkan.

Tarian kudalumping ini telah dikenal di seluruh daerah di Indonesia dan di luar negeri.

Bahkan beberapa waktu lalu, Indonesia dan Malaysia sempat berseteru atas klaim Malaysia yang mengakui tarian kudalumping adalah miliki mereka.

Ada banyak jenis tarian kudalumping. Namun, kali ini kamu akan dikenalkan pada 6 jenis tarian kudalumping yang paling terkenal di Indonesia.

Apa saja jenisnya? Yuk, simak ulasan di bawah ini.

1Jaranan Thek Ponorogo

youtube.com

Jaranan Ponorogo punya ciri khas dengan adanya warok, sejenis barongan yang hanya ada satu orang di dalamnya.

Selayaknya tarian kudalumping, jaranan thek juga menampilkan satu orang yang kesurupan. Dengan diiringi tembang dan musik jawa, para penari menari secara total.

Konon, tembang Jawa merupakan lambang yang menggambarkan manusia saat menjalani tradisi kejawen.

Penari jaranan akan terlihat brutal saat kesurupan dan sadar setelah dicambuki dukun serta diberikan minum air putih.

2Jaranan Sentherewe Tulungagung

youtube.com

Jaranan Sentherewe merupakan tarian kudalumping yang dilakukan oleh kelompok sebanyak 4 sampai 6 penari.

Ada 13 ragam gerak dalam tariannya. Property yang dipakai pun tidak jauh beda, yaitu kuda-kudaan yang terbuat dari anyaman bambu.

3Jaranan Buto Banyuwangi

youtube.com

Ada yang unik dari pertunjukan tradisional jaranan buto ini, yaitu adanya penampilan beberapa karakter raksasa atau buto.

Para raksasa itu menunggangi kudalumping sambil menyerang satu sama lain. Salah satu di antara mereka biasanya ada yang terlihat kesurupan.

4Jathilan Diponegoro

bocoranun2012.blogspot.com

Kesenian ini berasal dari daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Latar belakangnya terkait erat dengan perang gerilya Pangeran Diponegoro.

Inspirasi mereka bermula dari peristiwa pasukan Pangeran Diponegoro yang sedang melakukan perang gerilya di Pegunungan Menoreh. Masyarakat Borobudur sangat sering menyaksikannya.

Kemudian, mereka membuat sebuah kesenian tari tentang prajurit yang menunggangi kuda dengan diiringi gamelan. Tujuannya agar mereka memiliki kedekatan emosional pada sejarah tersebut.

Para penari itu menaiki kuda kepang yang dinamakan jaran lumping. Di sini pun ada penari yang kesurupan dan makan beling.

5Jaran Sang Hyang Bali

500px.com

Kudalumping tak hanya menjadi tarian yang dilakukan oleh orang Jawa saja, tetapi juga oleh orang Bali.

Tarian ini dimainkan dua orang laki-laki seraya menaiki kuda yang dibuat dari rotan atau kayu. Ekornya terbuat dari pucuk daun kelapa. Para penarinya mengenakan topeng dengan iringan tari kecak.

6Jaranan Dor Jombang

brangwetan.wordpress.com

Tari Jaranan Dor merupakan tarian yang sudah ada di Jombang semenjak zaman penjajahan Belanda.

Kudalumping yang digunakan dalam tarian ini sangat unik. Ekornya berbentuk melengkung dan penarinya membawa sebilah potongan bambu yang panjangnya satu meter. Ada juga penari yang membawa cambuk.

Dahulu, tari Jaranan Dor hanya diiringi kendang, kimplung dan jidor tanpa tembang apapun. Sementara sekarang, justru diiringi lagu campursari atau lagu Jawa lainnya.

Demikianlah tadi beberapa jenis kudalumping yang tersohor di Tanah Air. Hingga kini, kehadiran kudalumping menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.