Paling tidak ada dua suku besar di Pulau Jawa yang penduduknya menjadi mayoritas, yakni Suku Jawa dan Suku Sunda.

Di antara dua budaya yang banyak perbedaan ini tentu ada daerah irisan yang menjadi perbatasan baik secara geografi maupun budaya. Contohlah Cirebon di Jawa barat.

Disebut Sunda mereka menolak, disebut Jawa juga bukan. Para pengkaji antropologi menggolongkan mereka ke dalam suku sendiri, yakni Suku Cirebon.

etnikom.com

Cirebon yang berarti caruban atau bersatu padu, yakni bersatu padunya masyarakat yang beragam latar belakang. Sunda, Jawa, Arab, Tionghoa, semuanya melebur membentuk budaya sendiri.

Tak heran jika budaya campuran ini menghasilkan kekayaan budaya yang besar. Mulai dari bahasa sampai dengan kulinernya.

Nah, bicara tentang kuliner, tentu keragaman budaya Cirebon juga mempengaruhi cita rasa dan jenis kuliner Cirebon yang begitu beragam. Dan berbagai kuliner Cirebon kini banyak yang terkenal di nusantara.

Apa saja kuliner Cirebon yang terkenal itu? Ini dia kuliner Cirebon terpopuler itu.

1Tahu Gejrot

ngonoo.com

Ini dia salah satu kuliner Cirebon yang paling dikenal luas di Indonesia. Kini banyak rumah makan di Indonesia yang menjajakan tahu gejrot sebagai hidangan utamanya.

Bahan-bahan tahu gejrot terdiri dari tahu yang sudah digoreng kemudian dipotong kecil-kecil. Nah, yang spesial adalah kuah sambal kecap yang dibuat dari cabe, bawang putih, bawang merah, dan gula.

Makanan tambah unik karena biasanya disajikan di layah kecil agar meresap dengan bumbu, juga dimakan dengan tusuk lidi kecil.

2Nasi Jamblang

jayanjayan.com

Yang paling khas dari nasi jamblang adalah penyajiannya dengan daun jati, membuat aromanya begitu khas.

Mirip dengan nasi kucing di Jawa, nasi jamblang disajikan dengan beragam lauk seperti sambal goreng, tahu sayur, paru-paru (pusu), semur hati, daging, dan masih banyak yang lainnya.

Kata jamblang tidak ada hubungannya dengan buah jamblang, tapi jamblang adalah nama sebuah desa di Cirebon, tempat kuliner ini berasal.

Kini, nasi jamblang telah masuk dalam 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia atau IKTI.

3Empal Gentong

restoranempalgentong.com

Sekilas kamu akan mengira kuliner ini adalah gulai, soalnya bentuk dan rasa kuahnya memang mirip.

Yang membedakannya adalah proses pengolahannya yang memakai gentong besar dari tanah liat, dimasak dengan menggunakan kayu bakar.

Kalau empal sendiri adalah istilah Jawa untuk daging sapi bagian utama. Nah, bisa kebayangkan betapa enaknya empal yang dimasak dengan bumbu dan cara tradisional.

Ada dua jenis empal gentong,  pertama dengan kuah santan dan taburan kucai, yang kedua empal asem dengan kuah bening dan belimbing wuluh.

4Docang

indonesiawisata.info

Walaupun tidak sepopuler empal gentong atau Tahu Gejrot, tapi banyak yang ketagihan untuk mencicipi makanan yang satu ini.

Docang sendiri adalah singakatan Bodo (baceman) dan kacang hijau. Atau baceman oncom dan kacang hijau yang ditambah toge.

Penyajian docang dengan irisan lontong yang ditaburi parutan kelapa muda, irisan daun singkong, dan toge. Paling utama tentu kuah kuah panasdage (oncom) yang disiramkan saat masih panas.

5Sate Kalong

dowitrans.com

Jangan ngira sate ini berbahan daging kalong lho ya. Kan nggak mungkin mayoritas orang Cirebon yang muslim makan makanan haram.

Sebenarnya sate kalong terbuat dari daging kerbau. Disebut kalong karena waktu dulu para penjual sate ini menjajakan dagangannya di malam hari, seperti kalong yang hidup di malam hari.

Berbeda dengan sate kerbau lainnya, keistimewaan sate kalong ada pada kaldu daging kerbau yang sudah dicampur dengan berbagai bumbu dan rempah.

Ditambah lagi dengan bumbu kacang yang dicampur dengan oncom membuat sate kalong ini menjadi lebih gurih.