Menurut legenda masyarakat Dayak,ketika Belanda masih menjajah Kalimantan ratusan tahun lalu, ada kelompok suku Dayak yang menghindari penjajah Belanda dengan cara masuk ke pedalaman Kalimantan. Mereka membat perkampungan baru di suatu lembah di kaki pegunungan.

Di tengah kehidupan tenang yang baru diperoleh masyarakat Dayak saat itu, kondisi tegang kembali terjadi setelah ular raksasa datang dan mengambil anak-anak mereka satu persatu. Makin hari, penduduk kampung baru tersebut makin banyak yang menjadi saksi munculnya ular raksasa yang memangsa anak-anak.

Akhirnya penduduk mencoba membuat senjata dan beramai-ramai mencari sarang persembunyian ular raksasa tersebut. Hingga akhirnya ditemukan sarang yang mirip dengan gua di dekat sungai, yang dihuni oleh dua ular raksasa.

Ingin desanya kembali aman, kemudian penduduk tersebut dengan kalap membunuh ular raksasa tersebut. Yang menjadi pertanyaan kisah tersebut adalah benarkah ular pemangsa manusia tersebut ada?

Ingin lepas dari tragedi, penduduk lantas berbondong-bondong membunuh ular raksasa itu. Dan berhasil. Tapi kemudian mereka membiarkan ular kecil pergi dan membuatnya berjanji untuk tidak memangsa manusia lain.

Itulah sekelumit legenda tentang ular pemakan manusia dari suku Dayak di Kalimantan. Pertanyannya, benarkah ular pemangsa manusia itu ada? Jika memang ada, ular apakah yang paling mungkin menjadi pemangsa anak-anak tersebut di Bumi Kalimantan?

Pertama adalah Kalimantan merupakan hutan yang berusia lebih dari 140 juta tahun, merupakan salah satu yang tertua di bumi. Hewan-hewan di pulau Kalimantan telah berevolusi termasuk ular. Saat ini, diperkirakan ada lebih dari 150 spesies ular di pulau tersebut. Kedua, ular yang paling mungkin menjadi tersangka sebagai pemangsa manusia adalah ular sanca.

Ular satu ini merupakan salah satu ular terpanjang di dunia, panjangnya bisa sampai 10 meter. Meskipun panjang rata-rata yang ditemukan saat ini hanya 4 meter, tetap bisa menelan bulat-bulat seorang anak kecil.

Sanca yang merupakan jenis piton memang tidak memiliki bisa seperti ular mematikan lain pada umumnya, namun lilitan dan rahang yang lebar mampu membuatnya memangsa hewan lain bahkan manusia yang berukuran berkali lipat dari besar tubuhnya.

Penelitian tahun 2011 mengatakan bahwa satu dari empat warga di sebuah desa Filipina menjadi korban dari serangan ular tersebut. Bahkan di Sulawesi pada tahun 2010 ada satu kasus sanca memangsa seorang petani hidup-hidup. Sehingga tak salah jika sanca menjadi terduga kuat sebagai ular pemangsa manusia dari Kalimantan. Meskipun ular sanca tidak makan anak-anak setiap hari seperti yang legenda ceritakan.

 

SHARE